Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Kota Kotor, Kota Tua Bersejarah Montenegro yang Penuh Pesona
Kotor, Montenegro (unsplash.com/Emre)
  • Kotor di Teluk Kotor, Montenegro, berkembang sebagai pelabuhan dan pusat seni Adriatik pada Abad Pertengahan; perpaduan sejarah, laut, dan pegunungannya menjadi Warisan Dunia UNESCO sejak 1979.
  • Kota tua Kotor mempertahankan tembok pertahanan, Benteng San Giovanni, Katedral Santo Tryphon, jalan batu, gereja, dan istana yang menunjukkan pengaruh budaya Mediterania serta Republik Venesia.
  • Identitas Kotor juga hidup lewat tradisi maritim Bokeljska mornarica, festival pesisir, kuliner laut, serta restorasi besar pascagempa 1979 yang menjaga keaslian kawasan bersejarahnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kotor merupakan kota tua yang berada di tepi Teluk Kotor, Montenegro, dengan perpaduan lanskap pegunungan, laut, dan bangunan bersejarah yang begitu kuat. Kawasan ini pernah berkembang sebagai pusat perdagangan dan seni penting di pesisir Adriatik pada Abad Pertengahan, sehingga jejak sejarahnya masih terasa melalui gereja, istana, benteng, dan jalan batu yang terjaga. Keunikan tersebut membuat kawasan alami dan sejarah Kotor ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 1979.

Pesona Kotor gak hanya berasal dari bangunan tua yang terlihat cantik saat dijelajahi, tetapi juga dari tradisi maritim, festival, dan kuliner khas Boka Kotorska yang masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat. Kota ini bahkan menyimpan sejumlah cerita menarik yang membuat perjalanan terasa seperti menyusuri halaman sejarah Eropa dengan latar pegunungan dan Laut Adriatik. Kalau ingin mengenal Kotor lebih dekat, yuk simak lima fakta menarik yang membuat kota tua ini begitu istimewa.

1. Punya sejarah panjang sebagai kota pelabuhan Adriatik

Kotor, Montenegro (unsplash.com/Emre)

Kotor tumbuh di kawasan Teluk Kotor yang memiliki posisi strategis di pesisir Adriatik. Pada Abad Pertengahan, pelabuhan alaminya berkembang menjadi pusat perdagangan dan seni dengan tradisi pertukangan batu serta seni ikon yang cukup terkenal. Posisi tersebut membuat Kotor menjadi tempat bertemunya berbagai pengaruh budaya Mediterania yang kemudian membentuk karakter arsitekturnya.

Jejak panjang tersebut masih dapat dilihat dari tata kota, bangunan keagamaan, istana, dan benteng yang menyatu dengan lanskap pegunungan. Kotor juga pernah mendapat pengaruh kuat dari Republik Venesia, terutama pada perkembangan arsitektur dan sistem pertahanannya. Gak heran kalau berjalan di kawasan kota tua terasa seperti memasuki ruang yang menyimpan banyak lapisan sejarah sekaligus.

2. Benteng dan kota tua menjadi identitas Kotor

Kotor, Montenegro (unsplash.com/Ivana Djudic)

Salah satu identitas paling kuat Kotor adalah kawasan kota tua yang dikelilingi sistem pertahanan dan tembok bersejarah. Di dalamnya terdapat jalan-jalan batu yang sempit, alun-alun, gereja, istana, serta bangunan yang memperlihatkan karakter kota Mediterania dari berbagai periode. Benteng San Giovanni yang berada di lereng gunung juga menjadi salah satu bagian penting dari panorama pertahanan Kotor.

Katedral Santo Tryphon juga menjadi salah satu bangunan paling ikonik di kota ini dan memiliki sejarah yang panjang. UNESCO mencatat bahwa gereja awal di lokasi tersebut berasal dari abad ke-8, sedangkan bangunan katedral yang baru selesai dibangun pada 1166. Keberadaan bangunan bersejarah tersebut memperkuat karakter Kotor sebagai kota tua yang gak hanya indah secara visual, tetapi juga kaya nilai sejarah.

3. Tradisi maritim masih menjadi bagian dari budaya

Kotor, Montenegro (unsplash.com/Radik Sitdikov)

Hubungan Kotor dengan laut gak berhenti pada sejarah perdagangan, karena tradisi pelaut masih menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Boka. Bokeljska mornarica atau Angkatan Laut Boka disebut telah berdiri sejak 809 dan terus mempertahankan tradisi maritimnya hingga sekarang. Salah satu unsur yang mudah dikenali adalah kolo, tarian tradisional yang dapat ditampilkan dalam berbagai perayaan di Kotor.

Tradisi tersebut juga terasa dalam berbagai perayaan yang berkaitan dengan kehidupan pesisir. Salah satunya Bokeljska Night, ketika perahu-perahu dihias secara kreatif lalu diarak di perairan Teluk Kotor sebagai penghormatan terhadap kehidupan nelayan dan pelaut. Kotor juga memiliki tradisi karnaval yang telah berlangsung selama sekitar lima abad, lengkap dengan kostum, musik, dan prosesi pembakaran boneka karnaval sebagai simbol pengusiran berbagai keburukan dari tahun sebelumnya.

4. Kuliner khasnya kuat dengan cita rasa laut

Kotor, Montenegro (unsplash.com/Alexander Mils)

Berada di kawasan teluk membuat kuliner Kotor sangat dekat dengan hasil laut segar. Salah satu sajian yang layak dicoba adalah buzara, teknik memasak kerang atau makanan laut menggunakan minyak zaitun, anggur, bawang putih, rempah segar, dan terkadang remah roti. Versi merah dan putihnya memberikan karakter rasa berbeda, sehingga hidangan sederhana tersebut menjadi salah satu representasi kuliner pesisir Boka Kotorska.

Selain makanan laut, kawasan Boka juga memiliki beragam hidangan tradisional seperti brodet, risotto, serta aneka makanan manis. Kue khas seperti dobrotska torta, kotorska pašta, kroštule, dan priganice termasuk bagian dari kekayaan kuliner lokal yang tercatat dalam materi gastronomi Montenegro. Jadi, menjelajahi Kotor gak lengkap kalau hanya menikmati arsitektur dan pemandangan tanpa mencicipi cita rasa khas kawasan pesisirnya.

5. Pernah rusak parah akibat gempa besar 1979

Kotor, Montenegro (unsplash.com/Alex Sherstnev)

Salah satu fakta yang mungkin jarang diketahui adalah Kotor pernah mengalami kerusakan serius akibat gempa besar pada 1979. Banyak monumen bersejarah, termasuk sejumlah gereja dan bagian tembok kota, mengalami kerusakan berat akibat bencana tersebut. Setelah itu, proses pemulihan dilakukan secara besar-besaran dengan dukungan UNESCO agar karakter arsitektur dan nilai sejarah kawasan tetap terjaga.

Menariknya, proses restorasi tersebut gak sekadar memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga berupaya mempertahankan tata kota dan keaslian sejarahnya. Hingga kini, kawasan bersejarah Kotor masih mempertahankan hubungan antara bangunan, permukiman, laut, dan pegunungan yang menjadi bagian dari nilai pentingnya. Fakta ini membuat keindahan Kotor terasa lebih bermakna karena di balik bangunan tuanya terdapat cerita tentang kehancuran, pemulihan, dan upaya menjaga warisan untuk generasi berikutnya.

Kotor memperlihatkan bagaimana sebuah kota tua dapat mempertahankan identitasnya tanpa kehilangan daya tarik bagi wisatawan modern. Sejarah pelabuhan, benteng ikonik, tradisi maritim, kuliner pesisir, hingga kisah pemulihan setelah gempa membuat kota ini punya cerita yang jauh lebih dalam dari sekadar pemandangan cantik. Kalau suatu saat berkunjung ke Montenegro, Kotor layak masuk daftar perjalanan untuk merasakan langsung pesona kota tua yang menyatu dengan laut dan pegunungan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article