Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Kotak Telepon Merah, Bilik Telepon Umum Populer Inggris
Kotak telepon merah klasik Inggris, khususnya K6 (Kios No. 6), model yang dirancang oleh Sir Giles Gilbert Scott. (pexels.com/Zekai Zhu)
  • Kotak Telepon Merah dirancang oleh arsitek Giles Gilbert Scott pada 1924, dengan desain tipe K6 yang diluncurkan tahun 1935 untuk merayakan Silver Jubilee Raja George V.
  • Warna merah dipilih agar mudah terlihat di jalanan, meski sempat menuai protes sebelum akhirnya menjadi ciri khas ikonik yang disukai masyarakat Inggris.
  • Seiring menurunnya penggunaan telepon umum, program 'Adopt a Kiosk' mengubah bilik merah jadi ruang kreatif seperti perpustakaan mini dan galeri seni tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu melihat bilik telepon umum berwarna merah yang ikonik ini? Enggak asing, kan?

Yups! Itu adalah Kotak Telepon Merah yang menjadi salah satu ikon budaya Inggris paling terkenal di dunia. Di balik desainnya yang klasik, benda ini ternyata menyimpan sejarah, fungsi, dan transformasi yang sangat menarik. Penasaran enggak sih bagaimana awal mula Kotak Telepon Merah ini bisa tercipta hingga akhirnya sukses dikenal dan disukai orang-orang di seluruh dunia?

Yuk, simak sejarah dan fakta serunya dalam artikel ini!

1. Dirancang oleh arsitek terkenal

Kotak telepon K1 (Kios No. 1), kios publik standar pertama yang diperkenalkan oleh Kantor Pos Inggris Raya pada tahun 1921. (commons.wikimedia.org/Dan Sellers)

Awalnya, bilik telepon umum pertama di Inggris diluncurkan pada tahun 1920 dengan nama tipe K1. Uniknya, bentuk K1 ini sama sekali berbeda dengan kotak telepon merah yang kita kenal sekarang dan jumlahnya pun sangat sedikit peminatnya. Karena desain awal tersebut dinilai kurang menarik, pada tahun 1923 diadakanlah sebuah kompetisi untuk mencari desain baru yang lebih keren untuk disebar ke seluruh negeri.

Kompetisi besar ini akhirnya dimenangkan oleh seorang arsitek terkenal bernama Giles Gilbert Scott pada tahun 1924. Nah, dari tangan dingin Scott inilah lahir desain bilik telepon yang sering kita lihat sekarang, khususnya tipe K6 yang ia rancang pada tahun 1935 dan langsung sukses merebut hati masyarakat.

2. Warna merah dipilih supaya kelihatan jelas oleh masyarakat

Kotak telepon K6 berwarna krem di Kingston upon Hull, Inggris. Dicat krem ​​karena kota tersebut mengoperasikan perusahaan telepon independennya sendiri. (commons.wikimedia.org/JThomas)

Sebenarnya, sang arsitek awalnya ingin bagian luar bilik telepon ini dicat dengan warna perak yang elegan. Namun, pihak General Post Office (GPO) menolaknya dan memilih warna merah cerah agar bilik ini bisa langsung kelihatan jelas oleh orang-orang di jalanan. Pilihan warna merah ini ternyata sempat menuai protes di beberapa daerah karena dianggap terlalu mencolok dan mengganggu pemandangan, sampai-sampai ada yang meminta agar warnanya diganti jadi lebih kalem.

Untuk meredam protes tersebut, pihak GPO akhirnya sempat mengalah dan mengubah warnanya menjadi abu-abu dengan sedikit sentuhan merah pada bingkai kacanya. Lucunya, daerah-daerah yang dulu sempat menolak keras warna merah cerah ini, sekarang malah berbalik arah dan berbondong-bondong mengecat ulang bilik telepon mereka dengan warna merah tersebut.

3. Desain tipe k6 diluncurkan untuk merayakan silver jubilee raja george v

Potret Raja George V tahun 1923, yang memerintah sebagai Raja Britania Raya dan Dominion Britania, serta Kaisar India, dari tahun 1910 hingga kematiannya pada tahun 1936. (commons.wikimedia.org/Bassano Ltd (fl. 1901–1962)/United States Library of Congress)

Desain tipe K6 pertama kali diluncurkan pada tahun 1935 khusus untuk merayakan Silver Jubilee alias 25 tahun bertakhtanya Raja George V. Karena momennya yang sangat spesial, bilik telepon ini langsung diproduksi secara massal dan menjadi tipe kotak telepon merah pertama yang disebar secara besar-besaran di luar kota London.

Kehadiran tipe K6 ini benar-benar membawa perubahan besar karena ribuan bilik baru langsung dibangun di berbagai wilayah, mulai dari pusat kota yang ramai sampai ke desa-desa terpencil. Hebatnya lagi, desain K6 ini sukses menggantikan sebagian besar model kotak telepon lama yang sudah ada sebelumnya.

4. Ada mahkota kerajaan di bagian atas

Motif Mahkota yang dibentuk secara khusus ditampilkan secara mencolok pada fasad kotak telepon merah, melambangkan pemerintah Inggris dan hubungan dengan kerajaan. (unsplash.com/Ilinca Roman)

Kalau kamu perhatikan bagian kubah di atas kotak telepon K6, ada hiasan lambang Mahkota Kerajaan yang ikonik. Lambang ini bukan sekadar pajangan, tapi merupakan simbol dari pemerintah Inggris karena jaringan telepon saat itu dikelola oleh Kantor Pos milik negara. Uniknya, desain mahkota ini dicor langsung pada atap dan bentuknya berubah-ubah tergantung siapa yang sedang memimpin saat kotak itu dibuat. Makanya, lewat model mahkota ini, kita bisa menebak perkiraan usia dari kotak telepon tersebut.

Sejak pertama kali muncul pada tahun 1935, lambang yang dipakai adalah Mahkota Tudor. Namun, begitu Ratu Elizabeth II naik takhta pada tahun 1953, desainnya diganti menjadi Mahkota St. Edward. Cerita menarik datang dari Skotlandia, karena sempat ada protes dari warga setempat yang menolak simbol Inggris, akhirnya sejak tahun 1955 kotak telepon di wilayah Skotlandia menggunakan desain khusus berbentuk Mahkota Skotlandia yang asli.

5. Mengalami alih fungsi kreatif

Kotak telepon merah yang telah diubah fungsinya secara kreatif menjadi perpustakaan yang menawan. (commons.wikimedia.org/Neil Owen)

Seiring dengan populernya ponsel pintar, penggunaan telepon umum jelas langsung merosot tajam. Alih-alih dihancurkan karena sudah sepi peminat, perusahaan British Telecom (BT) punya ide super kreatif dengan membuat program bernama "Adopt a Kiosk". Lewat program ini, komunitas lokal bisa membeli kotak telepon merah tersebut hanya dengan harga £1—sekitar 20 ribuan rupiah saja! —untuk diubah fungsinya jadi sesuatu yang jauh lebih bermanfaat.

Kini, bilik-bilik telepon jadul itu sukses disulap menjadi perpustakaan mini, galeri seni estetik, tempat isi daya ponsel, bahkan tempat menyimpan defibrillator (alat pacu jantung darurat medis). Kerennya lagi, meskipun fungsinya sudah berubah, kotak telepon merah ini tetap dipertahankan kecantikannya dan selalu sukses jadi magnet bagi para wisatawan yang antre buat foto-foto saat liburan ke Inggris.

Sekarang kamu sudah tahu, kan, sejarah dan berbagai fakta seru di balik si merah yang legendaris ini? Menariknya lagi, Kotak Telepon Merah kini juga sudah menyandang status sebagai warisan budaya yang dilindungi. Karena dilindungi oleh hukum, bilik-bilik ikonik ini gak boleh dipindahkan atau dihancurkan sembarangan supaya nilai sejarah dan keindahan khas jalanan Inggris tetap terjaga sampai kapan pun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article