Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta La Rinconada, Kota Tertinggi di Dunia di Pegunungan Andes
Pegunungan Andes (unsplash.com/Flor Saurina)
  • La Rinconada di Peru adalah permukiman tetap tertinggi di dunia, berada sekitar 5.100 meter di atas permukaan laut dengan udara tipis dan suhu dingin ekstrem.
  • Kota ini berkembang pesat berkat aktivitas pertambangan emas yang menjadi sumber utama ekonomi meski menghadapi keterbatasan fasilitas dasar seperti air bersih dan pengelolaan limbah.
  • Udara berkadar oksigen rendah memengaruhi kesehatan warga, sementara citra satelit digunakan untuk memantau perkembangan kota dan perubahan lingkungan sekitarnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

La Rinconada merupakan permukiman tetap tertinggi di dunia yang berada di Pegunungan Andes, Peru. Kota ini berdiri sekitar 5.100 meter di atas permukaan laut dan berkembang di lereng Gunung Ananea. Letaknya yang sangat tinggi membuat lingkungan di sekitarnya memiliki kondisi alam yang jauh berbeda dibandingkan sebagian besar kota lain di dunia.

Keberadaan La Rinconada menarik perhatian karena ribuan orang tetap tinggal di kawasan yang memiliki udara sangat tipis dan fasilitas umum yang terbatas. Meski menghadapi berbagai tantangan, kota ini terus berkembang berkat aktivitas pertambangan emas yang menjadi penopang utama kehidupan masyarakat. Beragam fakta tersebut menjadikan La Rinconada sebagai salah satu kota paling unik untuk dipelajari.

1. Menjadi permukiman tertinggi di dunia

La Rinconada (commons.wikimedia.org/yo)

La Rinconada berada pada ketinggian antara 5.000 meter hingga 5.300 meter di atas permukaan laut sehingga dikenal sebagai permukiman tetap tertinggi di dunia. Kota ini terletak di wilayah tenggara Peru sekitar 650 kilometer dari perbatasan Bolivia. Lokasinya berada tepat di bawah gletser besar yang dikenal sebagai La Bella Durmiente.

Dilansir dari Copernicus, ketinggian tersebut membuat kadar oksigen sangat rendah, sekitar 50% lebih rendah dibandingkan wilayah di permukaan laut. Kondisi itu menyebabkan setiap aktivitas fisik memerlukan usaha yang lebih besar. Lingkungan pegunungan juga menghadirkan suhu dingin hampir sepanjang tahun.

2. Berkembang pesat karena tambang emas

Ilustrasi pertambangan emas (unsplash.com/MiningWatch Portugal)

Menurut NASA Earth Observatory, La Rinconada awalnya merupakan permukiman sementara bagi para penambang emas yang mulai berkembang lebih dari empat dekade lalu. Seiring meningkatnya harga emas pada awal tahun 2000 an, jumlah penduduk bertambah sangat cepat. Pertumbuhan itu terjadi meskipun kondisi hidup di kota tersebut tergolong berat.

Dilansir dari Copernicus, cadangan emas yang melimpah menjadi alasan utama banyak orang datang ke La Rinconada. Aktivitas pertambangan masih menjadi penggerak utama ekonomi setempat hingga sekarang. Perkembangan kota pun sangat dipengaruhi oleh dinamika industri emas.

3. Kekurangan infrastruktur dasar

Ilustrasi jalanan di Pegunungan Andes (unsplash.com/Akshay Chauhan)

Menurut NASA Earth Observatory, La Rinconada tidak memiliki jaringan air bersih, sistem pembuangan limbah, maupun layanan pengelolaan sampah yang memadai. Kota ini tumbuh dari kawasan pertambangan sehingga berbagai layanan perkotaan tidak dibangun sejak awal. Listrik baru mulai tersedia pada dekade 2000 an.

Berdasarkan penjelasan NASA Earth Observatory, banyak limbah dibakar atau dikubur di luar kawasan permukiman karena tidak tersedia sistem pengelolaan sampah resmi. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan utama bagi masyarakat setempat. Pertumbuhan penduduk yang cepat semakin memperbesar kebutuhan akan infrastruktur dasar.

4. Udara tipis berdampak pada kesehatan

La Rinconada (wikipedia.org/Hildegard Willer)

Menurut NASA Earth Observatory, udara di La Rinconada mengandung oksigen jauh lebih sedikit dibandingkan daerah dataran rendah. Setiap tarikan napas hanya memberikan sekitar setengah jumlah oksigen yang biasa diperoleh di permukaan laut. Keadaan ini membuat tubuh harus beradaptasi agar tetap dapat berfungsi.

Para peneliti memanfaatkan La Rinconada untuk mempelajari dampak jangka pendek maupun jangka panjang dari lingkungan berkadar oksigen rendah terhadap manusia. Salah satu kondisi yang dipelajari adalah chronic mountain sickness atau penyakit gunung kronis. Penelitian memperkirakan sekitar satu dari empat penduduk mengalami kondisi tersebut.

5. Menjadi perhatian melalui pengamatan satelit

Citra satelit La Rinconada (commons.wikimedia.org/Copernicus Sentinel-2)

Menurut NASA Earth Observatory, citra satelit Landsat 8 memperlihatkan perkembangan La Rinconada dari atas serta hubungannya dengan kawasan pegunungan dan gletser di sekitarnya. Pengamatan satelit membantu menunjukkan bagaimana permukiman berkembang di lingkungan yang sangat ekstrem. Citra tersebut juga memberikan gambaran mengenai bentang alam yang mengelilingi kota.

Dilansir dari Copernicus, satelit Sentinel 2 juga merekam kondisi La Rinconada sebagai bagian dari pemantauan kawasan perkotaan. Data penginderaan jauh digunakan untuk mendukung pemantauan perubahan wilayah dan penyusunan kebijakan perkotaan yang lebih berkelanjutan. Teknologi satelit membuat kawasan terpencil seperti La Rinconada dapat diamati secara rutin dari luar angkasa.

La Rinconada menunjukkan bahwa manusia mampu membangun permukiman bahkan di lingkungan dengan ketinggian yang sangat ekstrem. Kota ini dikenal bukan hanya karena posisinya sebagai permukiman permanen tertinggi di dunia, tetapi juga karena ketergantungannya pada pertambangan emas, keterbatasan infrastruktur, tantangan kesehatan akibat udara tipis, serta pentingnya pengamatan satelit dalam memantau perkembangannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article