Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Cueva De Las Manos, Lukisan Tangan Tertua di Argentina

5 Fakta Cueva De Las Manos, Lukisan Tangan Tertua di Argentina
Cueva de las Manos (pexels.com/Jose Luis Vanasco)
Intinya Sih
  • Cueva de las Manos di Patagonia menyimpan lukisan cadas berusia hingga 9300 tahun yang menggambarkan kehidupan masyarakat pemburu dan peramu prasejarah.
  • Lukisan di gua ini dibuat dengan pigmen mineral alami seperti oksida besi dan mangan, serta tetap terjaga berkat kondisi gua yang kering dan stabil.
  • Situs ini diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia sejak 1999 karena nilai budayanya yang luar biasa dalam merekam sejarah awal manusia di Amerika Selatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Di tengah ngarai Sungai Pinturas di Patagonia, Argentina, terdapat sebuah situs arkeologi yang menyimpan lukisan-lukisan batu prasejarah. Tempat ini dikenal sebagai Cueva de las Manos atau Gua Tangan karena dipenuhi cetakan tangan manusia yang menghiasi dinding batu. Menurut UNESCO, situs tersebut menjadi salah satu kumpulan seni cadas paling penting di Amerika Selatan.

Keberadaan lukisan tangan yang bertahan selama ribuan tahun membuat Cueva de las Manos menjadi bukti berharga tentang kehidupan masyarakat pemburu dan peramu pada masa prasejarah. Selain cetakan tangan, dinding gua juga menampilkan gambar hewan, adegan , dan berbagai motif lainnya yang membantu para arkeolog memahami kehidupan masa lalu. Berikut lima fakta menarik mengenai Cueva de las Manos yang menjadikannya terkenal di dunia.

1. Memiliki lukisan cadas yang berusia ribuan tahun

Cueva de las Manos
Cueva de las Manos (commons.wikimedia.org/LuigiStudio)

Menurut UNESCO, seni cadas di Cueva de las Manos dibuat dalam rentang waktu yang sangat panjang. Beberapa lukisan tertuanya berasal dari sekitar 9300 tahun yang lalu, sementara karya terbaru diperkirakan dibuat sekitar 1300 tahun yang lalu. Rentang waktu tersebut menunjukkan bahwa lokasi ini digunakan oleh banyak generasi.

Urutan gaya lukisan yang panjang memberikan gambaran mengenai perkembangan budaya masyarakat pemburu dan peramu di Patagonia. Penelitian arkeologi juga menunjukkan bahwa kawasan ini masih dihuni hingga sekitar tahun 700 Masehi oleh kelompok yang diduga menjadi leluhur masyarakat Tehuelche.

2. Tidak hanya berisi cetakan tangan

Cueva de las Manos
Cueva de las Manos (commons.wikimedia.org/Joanbanjo)

Cueva de las Manos memang terkenal karena cetakan tangan yang memenuhi dinding batu, tetapi koleksi seninya jauh lebih beragam. Menurut UNESCO, situs ini juga menampilkan gambar guanako, adegan berburu, sosok manusia, serta berbagai motif geometris yang dibuat pada periode berbeda.

Uniknya, beberapa lukisan saling bertumpuk karena dibuat pada masa yang berbeda. Adegan berburu yang memperlihatkan interaksi manusia dan hewan secara dinamis menjadi salah satu bukti penting untuk memahami cara hidup masyarakat pemburu pada masa Holosen awal.

3. Menggunakan pigmen alami sebagai bahan pewarna

Cueva de las Manos
Cueva de las Manos (pexels.com/Jose Luis Vanasco)

Menurut UNESCO, seluruh lukisan dibuat menggunakan pigmen mineral alami yang diperoleh dari lingkungan sekitar. Warna merah dan ungu berasal dari oksida besi, warna putih berasal dari kaolin, warna kuning menggunakan natrojarosit, sedangkan warna hitam dibuat dari oksida mangan.

Dilansir dari UNESCO, berbagai mineral tersebut digiling lalu dicampur dengan bahan pengikat sebelum digunakan sebagai cat. Kondisi gua yang memiliki kelembapan rendah, minim rembesan air, serta lapisan batu yang stabil membantu sebagian besar lukisan tetap terjaga hingga sekarang.

4. Menjadi bukti penting kehidupan pemburu Patagonia

Cueva de las Manos
Cueva de las Manos (pexels.com/Jose Luis Vanasco)

Cueva de las Manos dianggap sebagai salah satu situs terpenting untuk mempelajari kelompok pemburu dan peramu paling awal di Amerika Selatan. Lukisan yang tersimpan di sana memberikan gambaran mengenai perilaku berburu dan hubungan manusia dengan lingkungan pada masa itu.

Dilansir dari halaman Tentative List UNESCO, berbagai adegan berburu memperlihatkan beberapa strategi yang digunakan untuk mengepung, menjebak, dan menyergap hewan buruan. Gambar tersebut menjadi kesaksian yang sangat berharga mengenai teknik berburu masyarakat Patagonia pada masa prasejarah.

5. Diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Cueva de las Manos
Cueva de las Manos (pexels.com/Jose Luis Vanasco)

Menurut UNESCO, Cueva de las Manos resmi masuk dalam Daftar Warisan Dunia pada tahun 1999 berdasarkan nilai budayanya yang luar biasa. Situs ini dinilai memiliki kumpulan seni cadas prasejarah yang menjadi saksi penting perkembangan masyarakat awal di Amerika Selatan.

Kawasan yang dilindungi tidak hanya mencakup gua utama, tetapi juga lingkungan sekitarnya yang masih mempertahankan karakter alam seperti ribuan tahun lalu. Habitat tersebut bahkan masih dihuni sejumlah spesies hewan dan tumbuhan yang juga muncul dalam lukisan cadas sehingga memperkuat nilai sejarah sekaligus ilmiah dari situs tersebut.

Cueva de las Manos bukan sekadar gua dengan ribuan cetakan tangan, melainkan arsip visual yang merekam kehidupan masyarakat prasejarah selama ribuan tahun. Lukisan, lingkungan alam, dan hasil penelitian arkeologi menjadikan situs ini sebagai sumber penting untuk memahami sejarah awal manusia di Patagonia. Tidak mengherankan apabila Cueva de las Manos terus dipelajari dan dilindungi sebagai salah satu warisan budaya paling berharga di dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More