5 Fakta Limoges Bénédictins, Stasiun Kereta Api Utama Limoges

- Stasiun Limoges-Bénédictins, stasiun utama Limoges di jalur Orléans–Montauban, berdiri di bekas biara Benediktin yang ditutup saat Revolusi Prancis.
- Dibangun 1924–1929 oleh Roger Gonthier untuk menggantikan stasiun lama, bangunan ini memadukan art nouveau, art deco, dan neoklasikisme serta dihiasi karya Henri Frédéric Varennes.
- Stasiun memiliki kubah 31 meter dan menara jam 67 meter; setelah kebakaran 1998, bangunan yang terdaftar sebagai monumen bersejarah sejak 1975 dipulihkan pada 1999.
Di Prancis, ada sebuah kota bernama Limoges yang memiliki stasiun kereta api bernama Stasiun Limoges-Bénédictins. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api utama di Limoges.
Namun, tahukah kamu bagaimana stasiun ini dibangun dan bertahan hingga sekarang? Mari kita telusuri sejarahnya di artikel ini!
1. Namanya berasal dari biara kuno

Patung batu kapur yang membingkai kanopi pintu masuk utama Stasiun Limoges-Bénédictins. (commons.wikimedia.org/Xfigpower) Stasiun Limoges-Bénédictins berada tepat di jalur kereta api Orléans–Montauban. Penamaan stasiun ini ternyata memiliki latar belakang sejarah yang cukup unik. Nama Bénédictins sendiri diambil dari keberadaan sebuah biara Benediktin yang pernah berdiri di lokasi tersebut.
Namun, bangunan tersebut terpaksa ditutup dan berhenti beroperasi saat terjadi Revolusi Prancis. Setelah area tersebut kosong, tempat ini akhirnya dibangun kembali menjadi stasiun kereta api utama yang kita kenal sekarang.
2. Menggabungkan gaya art nouveau, art deco, dan neoklasikisme

Ukiran di atas pintu masuk keberangkatan Stasiun Limoges-Bénédictins. (commons.wikimedia.org/Xfigpower) Dilansir Destination Limoges, Stasiun Limoges-Bénédictins dibangun antara tahun 1924 dan 1929 dengan menggabungkan gaya art nouveau, art deco, dan neoklasikisme. Bangunannya dirancang oleh arsitek Roger Gonthier untuk menggantikan stasiun lama buatan tahun 1860 yang sudah terlalu sempit. Menggunakan bahan beton bertulang, stasiun baru ini berdiri sangat tinggi dan tampak gagah dari kejauhan.
Hiasan ukiran batu kapur di bagian luar dan dalam bangunan merupakan karya dari pematung Henri Frédéric Varennes. Di antara dekorasi tersebut, terdapat dua patung yang melambangkan porselen serta enamel. Kehadiran patung ini makin mempertegas julukan kota Limoges sebagai pusat industri seni pengolahan keramik dan kaca.
3. Bangunan utama dihiasi kubah besar

Jendela kaca patri Stasiun Limoges-Bénédictins. (commons.wikimedia.org/Paul Hermans) Bangunan utama Stasiun Limoges-Bénédictins dihiasi kubah besar yang sangat mewah. Kubah setinggi 31 meter ini bertugas menutupi seluruh area ruang tunggu para penumpang. Untuk memperkokoh struktur, kubah ini dirancang menggunakan kerangka logam kuat yang dilapisi tembaga.
Bagian dalam stasiun makin cantik berkat hiasan jendela kaca patri. Kaca hias ini dibuat langsung oleh seniman kaca terkenal dari Prancis bernama Francis Chigot. Melalui karyanya, jendela tersebut menampilkan berbagai simbol khas yang mewakili wilayah Limousin.
4. Ada menara jam setinggi 67 meter

Menara jam Stasiun Limoges-Bénédictins. (commons.wikimedia.org/Patrick Nouhailler's…) Di sudut barat daya Stasiun Limoges-Bénédictins, berdiri menara jam setinggi 67 meter. Menara ini terdiri dari 13 tingkat dan menjadi penanda khas bangunan stasiun. Kehadiran menara ini membuat tampilan stasiun terlihat semakin menawan.
Struktur menara ini ditopang oleh sebuah kubah yang bagian atasnya dihiasi vas raksasa setinggi 5 meter. Tepat di bawah kubah tersebut, dipasang 4 jam besar dengan lebar masing-masing mencapai 4 meter. Jam-jam berukuran besar ini memudahkan semua orang untuk melihat waktu dari berbagai arah.
5. Pernah dilanda kebakaran

Interior kubah Stasiun Limoges-Bénédictins. (commons.wikimedia.org/Poudou99) Dilansir Château de Lasfonds, Stasiun Limoges-Bénédictins memiliki catatan sejarah penting, termasuk sempat menjadi tempat perlindungan militer Jerman selama Perang Dunia II. Atas nilai sejarah dan keindahannya, stasiun ini resmi terdaftar sebagai monumen bersejarah pada tanggal 15 Januari 1975. Namun, musibah sempat melanda ketika kebakaran hebat terjadi di bawah kubah stasiun pada 5 Februari 1998.
Proses restorasi yang sangat cermat kemudian dilakukan pada tahun 1999 untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Upaya pemugaran ini berhasil mengembalikan keindahan stasiun persis seperti kejayaannya di masa lalu. Kini, stasiun tersebut kembali berdiri megah dan makin memperkuat reputasinya sebagai salah satu tempat bersejarah yang paling membanggakan.
Stasiun Limoges-Bénédictins adalah bukti nyata bahwa sebuah tempat transit bisa menjadi karya seni yang abadi. Kalau kamu berlibur ke Prancis, melangkah ke dalam stasiun ini pasti akan memberi pengalaman berkesan yang tak mudah dilupakan.













![[QUIZ] Dari Jenis Gelombang, Ini Cara Terbaikmu Menyampaikan Perasaan](https://image.idntimes.com/post/20250213/img-20250213-wa0011-b20ae1cd0d79cdf4d97800cc779a3a6d-d493d2b6333f67fcc9e8ebf1b6b26f0b.jpg)







