Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Hewan yang Dapat Tumbuhkan Ekor Baru Selain Cecak

5 Hewan yang Dapat Tumbuhkan Ekor Baru Selain Cecak
Gecko tokay (commons.wikimedia.org/Christian Ferrer)
  • Selain cecak, gecko tokay mampu menumbuhkan ekor melalui sel punca pluripoten di pangkal ekor yang dapat membentuk tulang, pembuluh darah, kulit, dan jaringan lain.
  • Kadal skink, axolotl, dan aligator muda meregenerasi ekor dengan mekanisme berbeda; proses ini melibatkan tulang rawan, sel punca otot, jaringan ikat, serta kebutuhan energi besar.
  • Cacing pipih planaria dapat membangun kembali bagian tubuh yang terputus, termasuk ekor, berkat sel punca dan protein yang menjaga kumpulan sel tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semua orang tahu bahwa cecak memiliki kemampuan disebut autotomi yakni dapat melepaskan bagian tubuhnya, ekor ketika ada sinyal yang membahayakan baginya.

Ketika ekor dicengkram predator, cecak dengan mudahnya melepas ekornya. Ini sebagai cara untuk mengalihkan perhatian, kemudian cecak melarikan diri. Tak sekadar melepaskan ekor, cecak juga dapat menumbuhkan kembali ekor yang baru.

Dunia hewan seseru dan seunik itu karena tak hanya cecak. Sebab sebagian reptil, amfibi bahkan invertebrata juga bisa regenerasi ekornya, lho. Cecak dihapus dari list pembahasan. Jadi kita akan berfokus pada kelima hewan berikut.

  1. 1. Gecko tokay

    Gecko tokay
    Gecko tokay (commons.wikimedia.org/Robert Michniewicz)

    Nurhidayat seorang peneliti dari Indonesia mempelajari regenerasi ekor dari gecko tokay. Nurhidayat mengambil sampel beberapa ekor gecko yang beregenerasi pada tujuh tahap pertumbuhan.

    Sesampai di Leiden, Belanda, Nurhidayat menganalisis sampel tersebut dan menemukan bahwa sel punca berada di ujung pangkal ekor yang bisa menumbuhkan ekor baru.

    Sel punca mampu meregenerasi bagian tubuh seperti tulang, pembuluh darah, kulit dan ekor. Ekornya berasal dari zona pertumbuhan yang disebut sel punca pluripoten di mana sel ini dapat berdiferensiasi menjadi beberapa jenis jaringan pada ekor, dilansir laman universiteitleiden.

  2. 2. Kadal skink

    Kadal skink
    Kadal skink (commons.wikimedia.org/Matt)

    Curtin University menyebut, para peneliti dari Universitas Curtin seperti James Barr dan Madya Bill Bateman menganalisis tiga populasi kadal skink dari wilayah barat daya Australia.

    Peneliti mengungkap bahwa kadal skink mampu menumbuhkan kembali ekornya diregenerasi dengan batang tulang rawan akibat gigitan predator. Kadal skink juga dapat menghemat waktu dan energi untuk mereproduksi ekor yang baru dalam bentuk utuh.

    Skink pun tidak perlu harus menumbuhkan ekornya melainkan hanya bagian yang diperlukan. Peneliti mengkategorikan: spesies yang berumur pendek lebih mungkin memprioritaskan reproduksi daripada menumbuhan ekor baru. Sebaliknya kadal berumur panjang memilih meregenerasi ekornya.

  3. 3. Axolotl

    Axolotl
    Axolotl (commons.wikimedia.org/Timothy Hsu)

    Dilansir oeaw, sejumlah peneliti: Ji-Feng Fei, Elly Tanaka, Hanbo Li dan Yanmei Liu menemukan kompleksitas sel punca otot untuk pertumbuhan ekor baru axolotl.

    Mereka melakukan amputasi ekor dan menunjukkan sel punca otot ternyata lebih serbaguna karena dapat menghasilkan beberapa jenis jaringan untuk menghasilkan ekor baru. Hal ini juga didukung oleh jaringan ikat yang mendukung otot dan struktur kerangka.

    Peneliti menemukan sistem komunikasi sel disebut pensinyalan TGF-β. Jalur pensinyalan adalah cara sel 9 instruksi satu sama lain menggunakan molekul sebagai pesan. Pensinyalan ini mengirimkanmenghubungkan sel punca yang kompleks.

  4. 4. Aligator

    Aligator muda
    Aligator muda (commons.wikimedia.org/Anefo)

    Penemuan baru dari hasil kesepakatan para ilmuwan terhadap regenerasi ekor pada aligator muda. Bermula dari kiriman paket untuk Kenro Kusumi seorang ahli biologi berisi ekor aligator kecil dengan ujung ekor bergerigi dan sisiknya lebih kecil dari biasanya.

    Terungkap bahwa ekor tersebut tumbuh kembali setelah terputus. Peneliti menyatakan bahwa ekor aligator juga dapat menumbuhkan kembali tulang rawan, jaringan ikat dan kulit.

    Pertumbuhan kembali jaringan pada ekor membutuhkan energi sangat besar. Kelebihan regenerasi ini dimanfaatkan oleh aligator muda sebagai tameng dari serangan predator. Sebab, aligator muda sangat rentan diincar oleh para predator, jelas smithsonianmag.

  5. 5. Cacing pipih

    Cacing pipih
    Cacing pipih (commons.wikimedia.org/Maximilian Paradiz)

    Sel punca planaria adalah kunci melakukan regenerasi pada tubuh cacing pipih. Planaria dapat membangun kembali bagian tubuh manapun setelah terpotong atau terputus termasuk ekor. Sel ini terdiri dari berbagai warna: biru, merah, hijau dan putih.

    Peneliti telah menetapkan mode untuk menganalisis komposisi sel punca planaria dan pergantian proteinnya. Protein dibutuhkan untuk pemeliharaan kumpulan sel punca pada planaria yang nantinya dapat meregenerasi tubuh, dilansir mpg.de.

    Terkuak bahwa sel punca adalah faktor kunci alasan adanya penumbuhan ekor baru bahkan ada hewan yang bisa regenerasi bagian tubuh lainnya. Nah bagaimana? Seru kan topik artikel kali ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More