Meski tubuhnya sangat kecil, kisah bertahan hidup dan asal-usul burung ini cukup menarik untuk dikulik. Mulai dari gaya hidupnya yang unik hingga kondisi habitat yang mendukung keberlangsungannya, ada banyak hal yang membuat spesies ini begitu istimewa. Penasaran dengan keunikan burung mungil ini? Yuk, simak 5 fakta menariknya di bawah ini!
5 Fakta Mandar Pulau Inaccessible, Burung Terkecil yang Tak Bisa Terbang

- Mandar pulau Inaccessible (Laterallus rogersi) adalah burung tak bisa terbang terkecil yang masih hidup, dengan panjang 13–15,5 sentimeter dan berat 34–49 gram.
- Spesies ini hidup di Inaccessible Island, pulau vulkanik tak berpenghuni di Atlantik Selatan yang terisolasi, bertopografi tebing curam, dan memiliki akses sangat terbatas.
- Studi genetika mengaitkannya dengan mandar Amerika Selatan; leluhurnya diperkirakan tiba 1,5 juta tahun lalu, lalu kehilangan kemampuan terbang. Kelangsungannya didukung habitat bebas predator invasif.
Saat mendengar nama mandar pulau Inaccessible, mungkin belum banyak orang yang langsung mengenali burung yang satu ini. Spesies dengan nama ilmiah Laterallus rogersi tersebut memang hidup di pulau terpencil, sehingga belum begitu dikenal luas.
1. Burung terkecil yang tak bisa terbang

Jika membicarakan burung yang tidak bisa terbang, kita mungkin lebih dulu membayangkan spesies berukuran besar seperti burung unta, kasuari, atau penguin. Namun, kelompok burung tak bisa terbang ternyata juga memiliki anggota berukuran sangat mungil. Mandar pulau Inaccessible bahkan dinobatkan sebagai burung tak bisa terbang terkecil di dunia yang masih hidup hingga saat ini.
Ukuran tubuhnya benar-benar kecil untuk ukuran seekor burung. Spesies dewasa hanya memiliki panjang tubuh sekitar 13–15,5 sentimeter dengan berat berkisar 34–49 gram. Dibandingkan dengan burung gereja atau anak ayam yang baru menetas, ukurannya hampir serupa. Proporsi tubuh yang sangat kecil inilah yang menjadi ciri khas utama dari burung tersebut.
2. Habitatnya berada di salah satu pulau paling terisolasi di dunia

Rumah bagi mandar pulau Inaccessible adalah Inaccessible Island, sebuah pulau vulkanik tak berpenghuni yang berada di Kepulauan Tristan da Cunha, Samudra Atlantik Selatan. Pulau ini terletak di tengah lautan terbuka yang jauh dari daratan mana pun, sehingga ekosistemnya masih sangat alami dan terbebas dari sentuhan aktivitas manusia.
Nama “Inaccessible” sendiri dalam bahasa Inggris berarti “sulit diakses”, sebuah nama yang secara akurat menggambarkan kondisi geografisnya. Sebagian besar garis pantai pulau ini dikelilingi oleh dinding tebing batu curam yang menjulang langsung dari laut. Ombak dan kondisi cuaca di sekitarnya juga dapat menyulitkan perjalanan menuju pulau. Karena aksesnya terbatas dan tidak berpenghuni, mendarat di pulau ini menjadi tantangan yang berat.
3. Nenek moyangnya diduga berasal dari Amerika Selatan

Selama bertahun-tahun, asal-usul keberadaan burung mandar di pulau yang begitu terisolasi menjadi teka-teki bagi para ilmuwan. Misteri tersebut mulai terungkap melalui penelitian DNA dan genetika molekuler yang dipublikasikan pada 2018–2019. Hasil studi menunjukkan bahwa mandar pulau Inaccessible memiliki hubungan kekerabatan terdekat dengan kelompok burung mandar dari genus Laterallus yang banyak ditemukan di Amerika Selatan.
Penelitian tersebut memperkirakan bahwa nenek moyang burung ini terbang menyeberangi samudra dan mencapai Inaccessible Island sekitar 1,5 juta tahun lalu. Setelah menetap dalam waktu yang sangat panjang tanpa adanya ancaman predator darat, kemampuan terbang mereka perlahan menghilang melalui proses evolusi. Perubahan fungsi ini turut memengaruhi struktur fisiknya, seperti ukuran sayap dan otot dada yang menyusut serta struktur bulu yang berubah menjadi lebih lembut.
4. Aktif mencari makan di permukaan tanah

Sebagai burung yang tidak bisa terbang, mandar pulau Inaccessible lebih banyak menghabiskan aktivitasnya di permukaan tanah. Burung ini memanfaatkan vegetasi yang lebat, seperti rumput tussock dan pakis, untuk bergerak sekaligus mencari makanan. Sebagai hewan omnivora, makanannya cukup beragam, mulai dari cacing tanah, kumbang, ulat, hingga berbagai jenis serangga kecil lainnya. Selain itu, burung ini juga mengonsumsi buah beri dan biji-bijian dari tumbuhan.
Hal yang menarik dari aktivitas hariannya adalah cara burung ini bergerak saat mencari makan. Gerakannya cenderung lambat dan hati-hati ketika menyusuri celah-celah vegetasi, bebatuan, dan semak-semak. Gaya bergeraknya saat mencari makanan bahkan disebut mirip dengan tikus, terutama ketika menyusup di antara tumbuhan untuk menemukan mangsa.
5. Bertahan karena habitatnya bebas dari predator asing

Salah satu faktor utama yang membuat mandar pulau Inaccessible mampu bertahan hingga sekarang adalah habitatnya yang steril dari mamalia pemangsa seperti tikus dan kucing. Bagi burung yang hidup dan bersarang di permukaan tanah, ketiadaan predator invasif ini menjadi kunci utama keselamatan populasi mereka.
Ancaman tersebut bukan sekadar kemungkinan. Beberapa kerabat burung rail di pulau lain, seperti Ascension Crake dan St. Helena Rail, telah punah akibat masuknya manusia dan hewan invasif ke habitat mereka. Oleh karena itu, Inaccessible Island kini ditetapkan sebagai kawasan lindung dengan akses yang sangat dibatasi agar ekosistemnya tetap aman dari ancaman luar.
Mandar pulau Inaccessible mungkin berukuran kecil, tetapi kehidupan burung ini menyimpan banyak hal menarik. Dari asal-usulnya yang jauh hingga cara bertahan di habitat yang terisolasi, setiap sisi kehidupannya menunjukkan bagaimana satwa dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Selama habitatnya tetap terlindungi, burung mungil ini akan terus menjadi bagian unik dari kehidupan di Inaccessible Island.










![[QUIZ] Dari Jenis Gelombang, Ini Cara Terbaikmu Menyampaikan Perasaan](https://image.idntimes.com/post/20250213/img-20250213-wa0011-b20ae1cd0d79cdf4d97800cc779a3a6d-d493d2b6333f67fcc9e8ebf1b6b26f0b.jpg)









![[QUIZ] Apakah Kucingmu Bahagia? Cek dengan Jawab Kuis Berikut](https://image.idntimes.com/post/20250530/pexels-simonreza-8979559-49b55fb7e62e8698485c220fb59163fd-8088ddfa21a8ba14663e80bfba28f6c7.jpg)