Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta London Eye, Roda Observasi Kantilever Tertinggi di Dunia
London Eye, sebuah roda observasi raksasa ikonik yang terletak di tepi selatan Sungai Thames di London, Inggris. (unsplash.com/David Henderson)
  • London Eye awalnya dirancang sebagai struktur sementara untuk menyambut milenium baru, namun karena popularitasnya tinggi, akhirnya dijadikan ikon permanen kota London.
  • Roda observasi setinggi 135 meter ini memiliki desain kantilever unik dengan 32 kapsul kaca, tanpa nomor 13, dan satu kapsul merah khusus memperingati penobatan Ratu Elizabeth II.
  • Dengan kecepatan putaran hanya 0,9 km/jam dan durasi sekitar 30 menit per putaran, London Eye mampu menampung hingga 1.600 penumpang setiap jam tanpa perlu berhenti total.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sungai Thames dikenal luas sebagai aliran air yang membelah wilayah Inggris selatan, termasuk kota London. Tepat di tepinya, berdiri salah satu ikon paling terkenal di negara ini, yaitu London Eye.

Objek wisata yang awalnya bernama Millennium Wheel ini adalah tempat wisata berbayar paling populer di Inggris, yang sukses menarik lebih dari 3 juta pengunjung setiap tahunnya. Saking terkenalnya, roda raksasa ini juga sudah sering banget muncul di berbagai film dan budaya populer dunia.

Tapi, kamu penasaran enggak sih bagaimana awal mula cerita dan sejarah pembangunan London Eye sampai bisa seikonik sekarang? Yuk, cari tahu jawabannya dalam artikel ini!

1. Awalnya hanya direncanakan sementara

London Eye, sebuah roda observasi raksasa ikonik yang terletak di tepi selatan Sungai Thames di London, Inggris. (unsplash.com/carmen dominguez)

Ide pembangunan London Eye awalnya lahir dari kompetisi tahun 1993 untuk membuat bangunan ikonik demi menyambut milenium baru. Desain kincir raksasa ini dirancang oleh pasangan arsitek David Marks dan Julia Barfield. Meski perencanaannya sempat terhambat berbagai kendala, proyek ini akhirnya mendapat dukungan penuh dari masyarakat berkat bantuan liputan media, serta suntikan dana besar dari maskapai British Airways.

Setelah pembangunannya dimulai pada tahun 1998, London Eye mulai diresmikan oleh Perdana Menteri Tony Blair pada akhir tahun 1999. Namun, masyarakat umum baru bisa benar-benar naik dan menikmati wahana ini sebagai penumpang pada bulan Maret 2000.

Menariknya, kincir ini sebenarnya hanya direncanakan jadi struktur sementara yang akan dibongkar atau dipindahkan setelah beberapa tahun. Tapi karena semakin populer di kalangan warga lokal dan turis, London Eye akhirnya dipertahankan sebagai bangunan permanen. Sekarang, roda raksasa ini sukses menjelma jadi simbol modern kota London sekaligus pusat pesta kembang api setiap malam pergantian tahun.

2. Punya struktur yang khas

Struktur London Eye. (unsplash.com/Gábor Kárpáti)

Meski sering disebut bianglala biasa, para arsitek sebenarnya menyebut London Eye sebagai roda pengamatan kantilever. Keunikannya terletak pada strukturnya yang punya tinggi 135 meter dengan diameter 120 meter dan hanya ditopang oleh rangka berbentuk huruf "A" di satu sisi saja. Hebatnya lagi, roda raksasa ini berdiri condong ke arah Sungai Thames dengan sudut 65 derajat, lalu diperkuat oleh 6 kabel penahan besar di bagian belakang agar tetap kokoh dan seimbang.

Sama seperti roda sepeda, roda raksasa ini terhubung ke porosnya menggunakan 64 kabel jari-jari, lalu diputar menggunakan ban karet berukuran besar. Di sekeliling luar rodanya, terpasang 32 kapsul kaca berbentuk oval yang masing-masing bisa menampung hingga 25 orang penumpang sekaligus.

3. Ada misteri angka 13 pada kapsul

Pemandangan dari sudut tinggi sebuah kapsul penumpang kaca di London Eye. (unsplash.com/Bruno Souza)

Banyak orang mengira London Eye sengaja menghilangkan kapsul nomor 13 karena mitos angka sial. Faktanya, jumlah kapsulnya memang pas 32 unit, tapi penomorannya saja yang tidak berurutan dari angka 1 sampai 32. Jadi, pengelola menamai setiap kapsul berdasarkan urutan posisi putarannya. Trik cerdas ini sengaja dipakai supaya tidak ada satu pun kapsul yang kebagian label angka 13.

Ketakutan terhadap angka 13 sendiri dinamakan triskaidekaphobia. Takhayul ini punya sejarah yang panjang, mulai dari kisah mitologi Nordik tentang kelicikan Dewa Loki di sebuah jamuan, hingga kisah Yudas Iskariot sebagai orang ke-13 dalam Perjamuan Terakhir. Karena dianggap membawa sial, tidak heran kalau banyak hotel yang melompati lantai 13, maskapai yang menghapus baris kursi nomor 13, termasuk aturan penomoran di London Eye ini.

4. Satu kapsul berwarna merah sendiri

Kapsul penumpang London Eye, salah satunya berwarna merah untuk menandai peringatan 60 tahun penobatan Ratu Elizabeth II. (commons.wikimedia.org/Colin Smith)

Hampir semua dari 32 kapsul kaca di London Eye berwarna putih transparan. Namun, kalau kamu perhatikan lebih teliti, ada satu kapsul yang tampil beda sendiri karena dicat merah mencolok. Kapsul unik yang satu ini dikenal luas dengan sebutan Kapsul Penobatan (Coronation Capsule).

Kapsul penumpang ini resmi diberi nama dan dicat merah tepat pada tanggal 2 Juni 2013 lalu. Perubahan penampilannya sengaja dilakukan sebagai bentuk penghormatan khusus dari pengelola London Eye. Tujuannya adalah untuk memperingati hari ulang tahun penobatan Ratu Elizabeth II yang ke-60.

5. Berputar sangat lambat demi penumpang

Mesin berwarna oranye adalah mekanisme penggerak gesekan London Eye. Mekanisme ini bertanggung jawab untuk menggerakkan rotasi lambat dan terus menerus dari roda observasi raksasa tersebut. (commons.wikimedia.org/mattbuck)

Setiap kapsul di London Eye memiliki bobot yang luar biasa, yaitu mencapai 10 ton, dan masing-masing menjadi simbol dari wilayah-wilayah yang ada di London. Kecepatan putaran roda raksasa ini sangat lambat, hanya sekitar 0,9 km/jam, sehingga untuk menyelesaikan satu putaran penuh dibutuhkan waktu sekitar 30 menit. Dengan kapasitasnya yang besar, wahana ini diperkirakan bisa mengangkut hingga 1.600 penumpang setiap jamnya.

Karena pergerakannya yang super pelan, London Eye biasanya tidak perlu berhenti sama sekali saat menaikkan atau menurunkan penumpang di area bawah. Penumpang bisa langsung berjalan santai untuk masuk dan keluar dari kapsul yang sedang bergerak. Roda baru akan benar-benar dihentikan sejenak jika ada penumpang lansia atau penyandang disabilitas yang membutuhkan waktu lebih agar bisa naik dan turun dengan aman.

London Eye bukan sekadar kincir raksasa, melainkan simbol sejarah modern yang berhasil mengubah wajah kota London sejak pergantian milenium baru. Jadi, saat kamu naik dan berputar perlahan di atas Sungai Thames, kamu tidak hanya sedang menikmati pemandangan indah, tapi juga sedang merasakan bagian dari cerita sejarah Inggris yang luar biasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article