Pintu masuk Masjid Huaisheng di Guangzhou, Tiongkok. Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di negara tersebut dan diakui sebagai situs sejarah dan budaya utama yang dilindungi di tingkat nasional. (commons.wikimedia.org/Skywalk1722)
Saat ini, Masjid Huaisheng bukan sekadar museum sejarah, melainkan pusat ibadah yang sangat aktif di tengah modernitas kota Guangzhou. Setiap harinya, ratusan jamaah datang untuk melaksanakan salat lima waktu, dan suasana akan semakin ramai pada hari Jumat serta hari raya besar seperti Idulfitri dan Iduladha. Sebagai kota perdagangan global, masjid ini menjadi tempat bertemunya keberagaman internasional, di mana Muslim lokal Tionghoa berbaur dengan para pedagang dan ekspatriat dari berbagai belahan dunia, mulai dari Timur Tengah hingga Asia Tenggara.
Selain menjadi jantung komunitas Muslim, masjid ini juga dirawat dengan sangat baik sebagai situs sejarah dan budaya yang dilindungi oleh pemerintah. Meskipun bangunannya telah berusia ribuan tahun, fasilitas pendukung seperti tempat wudu dan pencahayaan telah diperbarui agar jamaah tetap merasa nyaman. Para wisatawan pun diperbolehkan mengunjungi area halaman untuk mengagumi keaslian arsitektur dan Menara Guangta yang ikonik, menjadikan masjid ini sebagai simbol toleransi dan harmoni di tengah hiruk-pikuk salah satu kota tersibuk di Tiongkok.
Melihat bagaimana Masjid Huaisheng tetap berdiri tegak di tengah gedung-gedung pencakar langit Guangzhou memberikan kita sudut pandang baru tentang sejarah. Dengan segala kemegahan Menara Cahayanya, kini Masjid Huaisheng menanti siapa pun yang ingin datang dan membuktikan sendiri keajaiban sejarah tersebut.