Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Unik Burung Desert Finch, Maestro Kicau Penakluk Padang Pasir

5 Fakta Unik Burung Desert Finch, Maestro Kicau Penakluk Padang Pasir
Burung Desert Finch (commons.wikimedia.org/Kudaibergen Amirekul)
Intinya Sih
  • Desert Finch adalah burung kecil tangguh penghuni gurun Eurasia dan Afrika Utara, dikenal dengan warna cokelat kusam berpadu corak merah muda serta paruh hitam kuat untuk mencari makan.
  • Burung ini hidup di area gersang dekat sumber air, sering membentuk kelompok besar demi bertahan dari predator dan tidak bermigrasi jauh dari habitat aslinya.
  • Kicauannya yang khas menjadikannya maestro padang pasir, sementara pola makan biji dan serangga serta sarang di pohon buah membantu kelangsungan hidupnya di lingkungan ekstrem.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Gurun sering dianggap sebagai tempat yang sulit untuk bertahan hidup, namun Desert Finch (Rhodospiza obsoleta) justru menjadikan wilayah gersang ini sebagai rumah utamanya. Burung berukuran kecil ini punya daya tahan luar biasa untuk hidup di suhu ekstrem yang membakar. Ukuran tubuhnya yang ringkas mempermudah geraknya saat harus mencari sumber air yang letaknya sangat berjauhan di tengah hamparan pasir.

Burung mungil ini menguasai padang pasir dengan kemampuan vokal yang mengagumkan. Suaranya yang merdu terdengar sangat kontras dengan lingkungan sekitarnya yang keras dan sunyi, sehingga banyak orang menjulukinya sebagai maestro kicau dari wilayah gersang. Penasaran? Berikut lima fakta uniknya!

1. Burung gurun dengan ciri fisik yang khas

Burung Desert Finch
Burung Desert Finch (commons.wikimedia.org/Abolfazl Fallahzadeh)

Desert Finch merupakan jenis burung Finch cokelat berukuran besar yang banyak menghuni wilayah Eurasia bagian selatan. Dilansir laman Animalia, burung ini memiliki bentang sayap rata-rata mencapai 26 sentimeter dengan paruh hitam yang kuat. Meski warna tubuhnya didominasi cokelat kusam sebagai penyamaran, terdapat corak merah muda yang mencolok pada bagian sayap serta kombinasi hitam-putih pada bulu terbangnya.

Perbedaan warna antara jantan dan betina terlihat dari tingkat kecerahannya, di mana sang betina memiliki warna yang cenderung lebih kusam. Burung ini juga memiliki garis hitam di sekitar mata yang menjadi ciri khas uniknya. Fisik yang kokoh mendukung aktivitas mereka saat mencari biji-bijian atau serangga kecil di habitat yang terbuka.

2. Habitat di area gersang yang dekat dengan sumber air

Burung Desert Finch
Burung Desert Finch (commons.wikimedia.org/Ron Knight)

Burung ini menetap secara permanen di kawasan gurun asalkan akses terhadap air bersih tersedia dengan mudah. Masih dari laman Animalia, mereka juga sering ditemukan di pegunungan rendah, lembah pertanian, hingga perkebunan buah yang subur di tengah lahan gersang. Desert Finch lebih menyukai lingkungan yang dekat dengan pemukiman manusia terpencil karena biasanya terdapat sistem pengairan yang mendukung kehidupan mereka.

Mereka bukan tipe burung migran dan lebih memilih menetap di lokasi yang sama atau hanya berpindah secara lokal. Saat mencari makan, burung ini sering terlihat dalam kelompok besar, baik sesama spesiesnya maupun bergabung dengan kawanan burung Finch lainnya. Kebiasaan berkumpul ini memudahkan mereka untuk bertahan hidup dan mengawasi keberadaan predator di lingkungan yang minim pepohonan.

3. Punya alunan vokal yang unik

Burung Desert Finch
Burung Desert Finch (commons.wikimedia.org/Imran Shah)

Kemampuan vokal yang membuatnya dijuluki maestro berasal dari rangkaian nada yang terdengar dinamis dan silih berganti. Dilansir laman eBird, kicauan burung ini memiliki kualitas suara yang agak serak dengan tekstur berdengung yang khas.

Bunyi panggilannya sering kali terdengar seperti nada "chip" dan "chink" yang pendek, serta sesekali disertai suara desis napas yang unik. Meski lingkungan gurun cenderung sunyi, Desert Finch mengisi ruang tersebut dengan kicauan yang terdengar sibuk dan berenergi. Nada-nada yang dikeluarkan menjadi alat komunikasi vital untuk menjaga koordinasi kelompok di area terbuka yang luas.

4. Pola makan biji-bijian yang diselingi serangga

Burung Desert Finch
Burung Desert Finch (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)

Kebutuhan nutrisi burung ini di tengah lingkungan padang pasir yang keras dipenuhi melalui pola makan yang cukup variatif. Dilansir laman Birda, diet utama Desert Finch adalah biji-bijian, namun mereka juga mengonsumsi serangga pada waktu-waktu tertentu. Kombinasi makanan ini sangat penting untuk mendukung stamina mereka agar tetap bugar meski hidup di habitat yang kekurangan sumber nutrisi.

Paruhnya yang kuat memungkinkan mereka mengolah berbagai jenis benih tanaman gurun dengan efisien. Kemampuan untuk beralih mengonsumsi serangga kecil memberikan tambahan protein yang dibutuhkan, terutama saat kondisi lingkungan sedang sangat ekstrem.

5. Pemilihan pohon buah sebagai tempat bersarang

Burung Desert Finch
Burung Desert Finch (commons.wikimedia.org/Mehrdad Sarhangi)

Saat musim semi tiba, Desert Finch mulai memasuki masa produktif untuk melanjutkan keturunannya. Masih dari laman Birda, burung ini biasanya memilih pepohonan sebagai tempat bersarang, dengan preferensi khusus pada pohon buah-buahan yang ada di dalam perkebunan. Di sana, burung betina akan mengeluarkan antara 4 hingga 6 butir telur berwarna hijau pucat dengan bintik-bintik halus di permukaannya.

Setelah telur dikeluarkan, burung betina akan mengeraminya dengan penuh ketelitian hingga menetas. Pemilihan area perkebunan buah memberikan perlindungan tambahan serta akses makanan yang lebih mudah bagi induk dan anak-anaknya. Proses perkembangbiakan yang terjadwal guna memastikan generasi baru Desert Finch siap menghadapi tantangan alam begitu mereka mulai belajar terbang.

Itu tadi lima fakta seputar Desert Finch, burung tangguh yang menghuni kawasan gersang dari Eurasia hingga Afrika Utara. Cara hidupnya yang menetap di sekitar sumber air dan keterampilannya dalam mencari makan menunjukkan adaptasi yang sangat spesifik di lingkungan padang pasir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More