Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Masjid Quba, Masjid Pertama yang Didirikan Nabi Muhammad SAW

5 Fakta Masjid Quba, Masjid Pertama yang Didirikan Nabi Muhammad SAW
Masjid Quba, Kota Madinah, Arab Saudi (commons.wikimedia.org/Kaliper1)
Intinya Sih
  • Masjid Quba dibangun langsung oleh Nabi Muhammad SAW saat hijrah ke Madinah tahun 622 M, menjadi masjid pertama dan simbol awal terbentuknya komunitas Muslim di wilayah tersebut.
  • Pembangunannya berlandaskan ketakwaan sebagaimana disebut dalam Surah At-Tawbah ayat 108, menjadikannya tempat ibadah dengan nilai spiritual tinggi dan niat yang tulus semata karena Allah.
  • Kini Masjid Quba berdiri megah dengan arsitektur modern berisi puluhan kubah dan menara, mampu menampung lebih dari 20.000 jamaah serta tetap menjadi simbol persatuan umat Islam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Masjid Quba merupakan situs bersejarah di pinggiran kota Madinah yang memegang peranan penting dalam perjalanan awal peradaban Islam. Bangunan ini didirikan langsung oleh Nabi Muhammad SAW saat beliau sedang melakukan perjalanan hijrah dari Mekkah menuju Madinah pada tahun 622 Masehi. Secara geografis, masjid ini menjadi titik singgah pertama bagi rombongan Rasulullah sebelum akhirnya memasuki pusat kota Madinah untuk menetap.

Sebagai struktur masjid tertua yang dibangun secara kolektif, Masjid Quba menjadi simbol persatuan masyarakat Muslim di masa awal kenabian. Meskipun awalnya memiliki arsitektur yang sangat sederhana, bangunan ini terus mengalami renovasi besar-besaran guna menampung jumlah jamaah yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Penasaran? Berikut adalah rincian mengenai nilai sejarah dan perkembangan fisik Masjid Quba yang perlu diketahui.

Table of Content

1. Sejarah pendirian di pemukiman Quba

1. Sejarah pendirian di pemukiman Quba

fakta masjid Quba
Masjid Quba, Kota Madinah, Arab Saudi (commons.wikimedia.org/Kaliper1)

Masjid Quba didirikan saat Nabi Muhammad SAW berhenti di sebuah pemukiman kecil bernama Quba dalam rangkaian perjalanan hijrah menuju Madinah. Dilansir laman Deenin, Rasulullah menetap di wilayah tersebut selama beberapa hari dan membangun fondasi masjid bersama para sahabatnya. Bangunan awal ini dibuat dengan material yang sangat sederhana, yaitu menggunakan batu bata mentah dan batang pohon kurma sebagai tiang penyangganya.

Kesederhanaan material bangunan tersebut menggambarkan pola hidup masyarakat Muslim awal yang sangat bersahaja namun memiliki dedikasi tinggi. Meskipun dibangun dengan cara yang simpel, Masjid Quba menandai dimulainya fase baru yang sangat signifikan bagi umat Islam di wilayah Madinah. Pendirian tempat ibadah ini menjadi titik awal pengorganisasian komunitas Muslim secara permanen setelah periode tekanan yang dialami di kota Mekkah.

2. Landasan ketakwaan dalam pembangunannya

fakta masjid Quba dan landasan ketakwaan dalam pembangunannya
Masjid Quba, Kota Madinah, Arab Saudi (commons.wikimedia.org/Kaliper1)

Keutamaan Masjid Quba ditegaskan secara eksplisit melalui wahyu dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surah At-Tawbah ayat 108. Masih dari laman Deenin, ayat tersebut menjelaskan bahwa masjid ini adalah bangunan yang didirikan di atas landasan ketakwaan sejak hari pertama. Artinya, niat pembangunan Masjid Quba sepenuhnya ditujukan untuk ibadah kepada Allah tanpa ada tujuan duniawi lainnya.

Ayat tersebut juga menyebutkan bahwa di dalam masjid ini terdapat orang-orang yang gemar menyucikan diri, sehingga Allah memberikan kecintaan kepada mereka. Kesucian niat inilah yang membuat Masjid Quba memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi dibandingkan bangunan lainnya pada masa itu. Nilai-nilai ketulusan yang menjadi fondasi awal pembangunan tersebut tetap menjadi prinsip utama bagi umat Islam dalam mengelola institusi masjid hingga saat ini.

3. Partisipasi Nabi Muhammad dalam pembangunan fisik

Masjid Quba di Madinah
Masjid Quba, Kota Madinah, Arab Saudi (commons.wikimedia.org/ولاء)

Masjid Quba memiliki nilai sejarah yang sangat mendalam karena Nabi Muhammad SAW terlibat langsung secara fisik dalam proses konstruksinya. Dilansir laman The Pilgrim, Rasulullah membangun masjid ini bersama para sahabat dari golongan Muhajirin dan penduduk asli Madinah atau kaum Ansar. Kerja sama lintas kelompok ini membuat Masjid Quba sebagai tempat pertama di mana salat Jumat berjemaah diselenggarakan dalam sejarah Islam.

Selain menjadi bagian dari awal mula ibadah berjemaah, masjid ini juga memiliki keutamaan spiritual yang setara dengan ibadah Umrah bagi siapa saja yang salat di dalamnya. Rasulullah menyebutkan bahwa seseorang yang bersuci dari rumah lalu melaksanakan salat di Masjid Quba akan mendapatkan pahala yang besar. Faktor sejarah dan keberkahan inilah yang membuat jutaan umat Islam dari seluruh dunia merasa terikat secara batin dengan masjid tersebut.

4. Detail arsitektur bangunan modern

fakta masjid Quba dan detail bangunannya yang modern
Masjid Quba, Kota Madinah, Arab Saudi (commons.wikimedia.org/علاء)

Meskipun telah mengalami banyak renovasi, Masjid Quba tetap mempertahankan kemegahannya melalui pembaruan fasilitas yang modern. Masih dari laman The Pilgrim, renovasi besar telah mengubah struktur masjid menjadi bangunan yang dilengkapi dengan 56 kubah kecil dan 4 menara paralel. Bagian dalam masjid kini memiliki lantai marmer berwarna putih, merah, dan hitam, serta mimbar yang terbuat dari marmer putih murni.

Secara teknis, masjid ini memiliki 7 pintu masuk utama dan 12 pintu tambahan untuk mengatur alur keluar masuk jamaah secara efektif. Ruang ibadah dibagi secara sistematis untuk jamaah laki-laki dan perempuan dengan batas area yang membentang dari timur ke barat. Dengan fasilitas pendingin udara pusat dan ruang aula yang luas, Masjid Quba saat ini mampu menampung lebih dari 20.000 jemaah dalam satu waktu sekaligus.

5. Simbol persatuan umat di Madinah

fakta masjid Quba yang merupakan simbol persatuan umat di Madinah
Masjid Quba, Kota Madinah, Arab Saudi (commons.wikimedia.org/M sh شراونة محمد)

Di balik kemegahan arsitekturnya, Masjid Quba juga berfungsi sebagai ruang sosial yang mempertemukan penduduk asli Madinah dan pendatang dari Mekkah. Sejak awal berdiri, masjid ini digunakan untuk membahas berbagai urusan masyarakat. Pola interaksi tersebut ikut membentuk komunitas Muslim yang lebih terorganisir pada masa berikutnya.

Hingga kini, Masjid Quba tetap dikenal sebagai bagian dari fase awal pembentukan masyarakat Islam di Madinah. Nilai sejarahnya berkaitan dengan langkah Nabi Muhammad SAW dalam menyusun tatanan sosial yang tertib. Sebagai masjid pertama yang dibangun, keberadaannya tercatat dalam perkembangan arsitektur dan fungsi masjid di berbagai wilayah.

Masjid Quba berdiri sebagai bagian dari sejarah yang menghubungkan periode awal kenabian dengan perkembangan Islam di era modern. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus mencatat fase penting perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam membangun masyarakat yang beradab.

FAQ seputar fakta Masjid Quba

Mengapa Masjid Quba sangat istimewa dalam sejarah Islam?

Karena Masjid Quba adalah masjid pertama yang didirikan oleh Nabi Muhammad SAW. Masjid ini dibangun saat beliau melakukan perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

Siapa saja yang terlibat dalam pembangunan awal masjid ini?

Nabi Muhammad SAW meletakkan batu pertama pembangunannya, yang kemudian dilanjutkan oleh para sahabat seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, serta kaum Muhajirin dan Anshar yang membantu dengan gotong royong.

Apakah bangunan Masjid Quba yang sekarang masih asli seperti zaman Nabi?

Tidak. Bangunan aslinya sangat sederhana dengan pelepah kurma. Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi dan perluasan besar-besaran, terutama pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan, Umar bin Abdul Aziz, hingga perluasan modern oleh Pemerintah Arab Saudi untuk menampung puluhan ribu jemaah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
Retno Rahayu
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More