Alocasia Dragon Scale (unsplash.com/feey)
Meski tampil cantik, Alocasia tetap perlu diperlakukan hati hati. ASPCA mencatat Alocasia spp. beracun bagi anjing, kucing, dan kuda karena mengandung kalsium oksalat yang tidak larut. Gejala yang dapat muncul antara lain iritasi mulut, nyeri, pembengkakan bibir dan lidah, air liur berlebih, muntah, serta sulit menelan.
MSD Veterinary Manual menjelaskan bahwa banyak tanaman hias mengandung kristal oksalat tidak larut berbentuk jarum kecil yang disebut raphides. Saat jaringan tanaman dikunyah atau rusak, kristal ini dapat lepas dan mengiritasi jaringan yang tersentuh. Mekanisme tersebut menjelaskan mengapa Alocasia lebih aman ditempatkan jauh dari jangkauan hewan peliharaan dan anak kecil.
Alocasia Dragon Scale menunjukkan bahwa tanaman hias bisa menjadi objek sains yang menarik. Tekstur daunnya yang mirip sisik naga bukan hanya cantik secara visual, tetapi juga berkaitan dengan identitas botani, habitat tropis, pola pertumbuhan, dan kandungan kimia khas keluarga Araceae. Keindahannya terasa semakin menarik ketika dipahami bersama fakta ilmiah di baliknya.