5 Fakta Akuaduk Maglova, Jembatan Air Kuno Karya Mimar Sinan

- Akuaduk Mağlova dibangun oleh Mimar Sinan atas perintah Sultan Suleiman antara 1555–1562 untuk menyalurkan air dari Hutan Beograd ke Istanbul, menjadi bagian penting sistem Kırkçeşme.
- Setelah hancur akibat banjir tahun 1563, Mimar Sinan mendesain ulang struktur dengan fondasi lebih kuat dan lengkungan lebar, membuatnya tetap kokoh dan berfungsi hingga kini.
- Desain dua lantai setinggi 35 meter ini memiliki pilar berbentuk piramida yang menjaga kestabilan, kini sebagian terendam Waduk Alibey namun tetap jadi ikon arsitektur bersejarah Turki.
Ketika mendengar nama Mimar Sinan, ingatan kita pasti langsung tertuju pada deretan masjid megah berarsitektur Klasik Ottoman dengan kubah-kubah raksasa dan menara tinggi yang menghiasi langit Turki. Namun, sang arsitek legendaris ini ternyata gak cuma andal dalam merancang tempat ibadah. Jauh di dalam lembah Sungai Alibey, Istanbul—atau yang sekarang masuk dalam wilayah dekat Desa Cebeci di distrik Sultangazi—berdiri sebuah mahakarya lain yang gak kalah genius, yaitu Akuaduk atau Saluran Air Mağlova.
Lantas, bagaimana bisa sebuah saluran air abad ke-16 tetap berdiri kokoh hingga hari ini? Yuk, kita bedah sejarah dan keunikan arsitektur luar biasa dari Akuaduk Mağlova dalam artikel ini!
1. Karya agung mimar sinan

Akuaduk Mağlova, atau yang sering disebut Muallakkemer, adalah saluran air kuno yang dibangun oleh arsitek paling terkenal di zaman Kekaisaran Ottoman, yaitu Mimar Sinan. Atas perintah langsung dari Sultan Suleiman yang Agung, proyek ini dikerjakan antara tahun 1555 sampai 1562. Saluran ini dibuat khusus untuk mengalirkan air bersih dari kawasan Hutan Beograd dan Kemerburgaz menuju pusat distribusi kota di Eğrikapı, Istanbul.
Bukan sekadar saluran air biasa, struktur ini sudah diakui dunia sebagai salah satu warisan arsitektur air yang paling unik dan penting dalam sejarah. Banyak orang memuji Akuaduk Mağlova sebagai mahakarya terbaik sekaligus bagian paling indah dari seluruh sistem pengairan Kırkçeşme karena berhasil menggabungkan fungsi penting dengan keindahan bangunan yang luar biasa.
2. Pernah hancur akibat banjir bandang

Baru saja selesai dibangun, Akuaduk Mağlova langsung hancur dihantam banjir bandang besar pada tahun 1563. Namun, Mimar Sinan gak menyerah, ia langsung mendesain ulang bangunan tersebut dengan memperkuat fondasi serta memperlebar lengkungan bawahnya, hingga akhirnya selesai total pada tahun 1564. Sejak saat itu, bangunan ini terus dirawat lewat berbagai proses restorasi agar tetap berdiri kokoh.
Meski sekarang sebagian strukturnya terendam oleh air, akuaduk ini hebatnya masih aktif mengalirkan air bersih ke Istanbul sampai sekarang. Selain fungsional, area di sekitar saluran air bersejarah ini juga jadi tempat nongkrong akhir pekan yang seru buat warga sekitar, terutama anak-anak dan para nelayan yang ingin memancing.
3. Punya karakteristik arsitektur yang unik

Akuaduk setinggi 35 meter dan panjang 257 meter ini memiliki desain 2 lantai yang unik. Di lantai bawah terdapat 8 lubang besar, dengan 4 lubang di antaranya dibuat ekstra lebar mencapai 18,4 meter. Sementara di lantai atas, ada 8 lubang kecil dengan lebar lubang tengahnya sekitar 13,4 meter dan ketebalan dinding 3,05 meter. Menariknya, arsitek juga menambahkan tangga di kedua sisi bangunan sebagai jalan menuju lorong atas.
Desain dinding lantai atas yang ramping sebenarnya sangat rawan roboh akibat gempa bumi atau angin kencang. Untuk mengatasinya, Mimar Sinan membuat inovasi jenius dengan memperlebar pilar-pilar penyangga ke arah bawah hingga berbentuk menyerupai piramida. Alhasil, bangunan ini menjadi sangat kokoh sekaligus terlihat estetik.
4. Bagian dari kompleks kırkçeşme

Akuaduk Mağlova ini membentang tepat di atas Sungai Alibey. Bersama dengan beberapa saluran air lainnya di kawasan Hutan Beograd dan Kemerburgaz, bangunan ini merupakan bagian penting dari Sistem Penyediaan Air Kırkçeşme. Saluran besar ini sengaja dirancang untuk mengumpulkan dan mengalirkan air bersih menuju pusat distribusi kota di Eğrikapı, Istanbul.
Melalui sistem pengairan yang canggih ini, ribuan kubik air bersih berhasil dialirkan setiap harinya ke berbagai sudut kota Istanbul pada abad ke-16. Air bersih tersebut gak cuma dinikmati oleh lingkungan istana saja, tetapi juga disalurkan ke fasilitas pemandian umum serta jaringan air mancur yang tersebar luas untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-hari.
5. Berada di dalam kawasan waduk alibey

Saat ini, Akuaduk Mağlova berada di dalam kawasan waduk Alibey, di mana air danau biasanya merendam sekitar seperempat bagian bangunannya. Uniknya, pemandangan di sini bisa berubah drastis tergantung musim. Ketika air waduk sedang tinggi, bagian bawah pilar jembatan yang terendam akan menciptakan pantulan bayangan yang sangat indah di permukaan air.
Sebaliknya, saat musim kering atau ketika volume air waduk menyusut drastis, seluruh bagian kaki jembatan hingga detail arsitektur bawahnya akan terlihat jelas di atas tanah yang retak-retak. Bahkan pada masa kekeringan parah seperti yang pernah terjadi di Turki pada tahun 2007, kemegahan struktur batu kuno ini terbukti tetap berdiri tegak dan kokoh meski air di sekelilingnya habis mengering.
Gak heran kalau Akuaduk Mağlova jadi salah satu peninggalan bersejarah yang sangat dihargai di Turki karena arsitekturnya yang super genius. Saking istimewanya, pemerintah sana bahkan sampai mencetak 1.250 koin khusus bergambar Akuaduk Mağlova senilai 20 TL pada tahun 2005 lalu sebagai bentuk penghargaan. Melihat atau membaca kisah saluran air ini bikin kita sadar kalau bangunan yang dibuat dengan serius dan perhitungan matang memang bakal tetap kokoh berdiri, gak peduli seberapa tua umurnya.

















