Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Manusia Bisa Hidup Tanpa Serangga?

Apakah Manusia Bisa Hidup Tanpa Serangga?
Belalang (pexels.com/Hartono)
Intinya Sih
  • Serangga merupakan kelompok organisme paling beragam di bumi dengan lebih dari 10 kuintiliun individu dan sekitar 900 ribu spesies yang telah diketahui, berperan penting dalam keseimbangan ekosistem.
  • Peran vital serangga mencakup penyerbukan tanaman, pengendalian hama alami, produksi madu dan sutra, serta daur ulang nutrisi yang menjaga kesuburan tanah dan keberlangsungan rantai makanan.
  • Populasi serangga menurun akibat hilangnya habitat, polusi, pestisida, dan cahaya buatan; pelestarian dapat dilakukan dengan menanam tanaman asli, mengurangi pestisida, serta menciptakan habitat alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Meremehkan keberadaan serangga hanya karena ukurannya kecil adalah sebuah kesalahan. Bayangkan saja bagaimana jika kupu-kupu tak lagi melintasi halaman rumah, suara jangkrik yang ramai tak lagi terdengar sepanjang malam, lebah yang biasanya hinggap pada bunga kini tak tertarik lagi. Jadi, bisa dibilang serangga-serangga ini adalah pekerja yang tidak dibayar demi menjaga kesuburan tanah dan menjaga keseimbangan alam.

Tidak perlu berukuran besar untuk bisa dianggap pahlawan. Nyatanya, manusia lah yang sebenarnya membutuhkan keberadaan serangga, bukan serangga yang butuh manusia. Serangga akan tetap baik-baik saja tanpa manusia, lalu apakah manusia tetap hidup jika seluruh serangga punah? Mari kita telusuri bersama, seberapa besar manusia bergantung pada makhluk kecil ini dan bisakah kita hidup tanpa mereka?

1. Ada berapa banyak serangga di bumi?

ilustrasi kupu-kupu (unsplash.com/william warby)
ilustrasi kupu-kupu (unsplash.com/william warby)

Secara ilmiah, istilah 'serangga' merujuk pada anggota kelas Incesta. Entah itu sekumpulan lebah yang berterbangan, sekelompok kupu-kupu yang menghisap nektar, atau sarang kecoa yang tersembunyi di sudut rumah, jumlah serangga sangatlah banyak.

Dilansir howstuffworks, menurut David Hogg, seorang profesor Entomologi di Univeritas Wisconsin-Madison yang mengkhususkan diri dalam ekologi populasi dan pengelolaan hama, menurutnya untuk menjawab seberapa banyak serangga di bumi cukup sulit. Kita bahkan tidak tahu berapa banyak spesies serangga yang berbeda, sehingga sulit untuk melakukan sensus serangga menyeluruh di seluruh dunia. Ditambah masa hidup serangga berbeda-beda, misalnya pada lalat capung dewasa yang masa hidupnya hanya 24 jam, yang mana akan menjadi kesulitan serius untuk menghitung secara fisik semua serangga yang memenuhi udara planet ini pada saat tertentu.

Adanya kesulitan ini justru menjadi tantangan bagi para ahli Entomogi. Di mana mereka merancang cara otomatis dan tradisional untuk mensurvei, menghitung, dan mengklasifikasikan serangga yang ada di area tertentu.

Sekelompok ilmuwan berupaya mencari tahu berapa banyak spesies serangga yang berbeda yang mendiami dua wilayah yang berbeda. Untuk mengumpulkan data mentah, mereka menggunakan bemper depan kendaraan yang bergerak dan jalan terbuka. Adanya percikan serangga yang dihasilkan pada bemper tersebut mengandung banyak bukti genetik dari berbagai serangga yang menabraknya.

Para ilmuwan kemudian mengurutkan sampel DNA dari percikan tersebut dan membandingkannya dengan basis data urutan yang ada untuk serangga. Metode tersebut memang tidak sempurna, namun dengan adanya bumper itu mampu menghasilkan sampel dari 711 dan 1.516 anggota kelas Incesta di dua wilayah yang di uji.

Untuk lebih jelasnya, melansir A-Z Animals, menurut Entomological Society of America (ESA), jumlah seragga di bumi pada waktu tertentu lebih dari 10 kuintiliun. Diketahui, sejarah seragga sendiri membentang lebih dari 350 juta tahun, jauh lebih lama daripada sejarah dinosaurus. Akibatnya, serangga telah lama diakui sebagai kelompok organisme paling beragam di planet ini. Itulah mengapa serangga memiliki spesies terbanyak dibandingkan kelompok organisme lainnya.

Masih melansir A-Z Animals, di dunia, saat ini terdapat sekitar 900 ribus jenis serangga hidup yang kita ketahui. Hampir 80% dari semua spesies di planet ini terwakili dalam jumlah ini. Saking meledaknya keberadaan serangga, sebagian besar ahli pun sepakat bahwa lebih banyak spesies serangga yang belum dideskripsikan daripada yang telah dideskripsikan. Misalnya, sekitar 91.000 spesies serangga telah dideskripsikan di Amerika Serikat saja. Namun, menurut perkirakan lebih dari 73.000 spesies serangga belum dideskripsikan di Amerika Serikat.

2. Peran serangga dalam kehidupan manusia

Kupu-kupu (pexels.com/Jojo T)
Kupu-kupu (pexels.com/Jojo T)

Dengan jumlah yang sangat besar, tidak heran jika serangga punya peran vital bagi kehidupan bumi. Salah satu kontribusi terbesarnya adalah membantu penyerbukan tanaman dan menjaga ekosistem. Berkat adanya serangga, kita memiliki bunga, buah, dan sayuran dalam kehidupan. Melansir Smithsonian Institution, manfaat serangga bagi manusia, antara lain:

  • Penyerbukan

Nilai penyerbukan tanaman oleh serangga hampir tak terhitung. Lebah madu jelas termasuk di antara penyerbuk terpenting, dan upaya mereka menghasilkan sekitar 80% dari seluruh penyerbukan di Amerika Serikat. Penyerbukan lebah madu yang terjadi di Amerika Serikat sangat berdampak postifi pada sekitar 20 miliar dolar AS dalan hasil panen per tahun, termasuk buah-buahan, sayuran, dan banyak jenis kacang-kacangan.

  • Makanan

Madu termasuk dalam daftar produk yang dibuat oleh serangga yang dapat dikonsumsi oleh manusia. Beberapa serangga dimakan sebagai makanan unik di Amerika Serikat, tetapi beberapa masyarakat lain memanfaatkan larva kumbang dan serangga sebagai makanan sehari-hari.

  • Sutra

Pengakuan sutra sebagai produk berharga berawal dari Tiongkok. Diketahui, Tiongkok berhasil memproduksi sekitar 30.000 ton sutra mentah setiap tahunnya, yang mencakup 80% pasokan dunia. Sebagian besar sutra diproduksi dari kepompong ulat surta.

  • Pengendalian alami dan biologis

Keseimbangan alam bergantung pada aktivitas parasit dan predator, yang sebagian besar merupakan spesies serangga. Para peneliti menggunakan konsep ini dalam pengendalian biologis dan telah sukses dalam banyak program.

  • Membersihkan keranga

Kumbang karpet adalah serangga kecil yang memakan hampir semua bahan organik, termasuk sereal, karpet, dan serangga kering. Teknisi museum memanfaatkan keberadaan koloni kumbang dermestid yang sudah ada untuk membersihkan kerangka mamalia.

  • Produk

Serangga telah banyak memberikan manfaat kepada umat manusia termasuk dalam hal produk. Misalnya, di Inggris berhasil mengimpor 1 juta pon lilin lebah, yang dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk salep, pengkilap, dan pembuatan lilin. Kemudian ada lak, yang merupakan produk dari serangga sisik lak dan sebagian besar diproduksi di India. Lak merupakan bahan penting dari banyak barang, termasuk semir lantai, semir sepatu, isolator, dan berbagai bahan perekat.

3. Bisakah manusia hidup tanpa serangga?

Belalang
Belalang (pexels.com/🇻🇳🇻🇳Nguyễn)

Keberadaan serangga sangat dibutuhkan bagi pertanian, kesehatan manusia, dan sumber daya hayati karena mereka memainkan peran penting dalam semua ekosistem darat. Serangga mendaur ulang nutrisi, menyebar benih, menyerbuki tanaman, menjaga struktur tanah, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengendalikan populasi organisme lain. Serangga berada di dasar rantai makanan, oleh karena itu pemulihan mereka merupakan prasyarat untuk pemulihan spesies lain.

Serangga predator berperan memakan hama yang menyerang tanaman, sehingga berperan sebagai pestisida alami. Hal ini tentu mengurangi biaya pengendalian hama dan meningkatkan hasil panen, sekaligus mengurangi residu pestisida.

Serangga juga berkontribusi pada penguraian bahan organik seperti serasah yang jatuh, bangkai, dan kotoran hewan. Hal ini penting karena serangga mendaur ulang nutrisi, sehingga nutrisi tersebut tersedia untuk aeresi tanah.

Beberapa tumbuhan mampu menghasilkan buah dan biji yang dimakan dan dikumpulkan oleh semut. Semut membawa biji-bijian ke sarangnya untuk dimakan, dan kemungkinan di sepanjang jalan ada beberapa biji yang tejatuh dan mungkin tersimpan di dalam tanah. Biji-bijian ini dapat berkecambah dan menumbuhkan tanaman di lokasi baru. Oleh karena itu, semut memainkan peran penting dalam penyebaran buah dan biji dari tumbuhan. Diketahui terdapat lebih dari 150 spesies tumbuhan yang bergantung pada serangga untuk penyebarannya.

Begitupun dengan lebah madu yang turut berkontribusi melakukan penyerbukan dan membantu tanaman tumbuh, berkembang biak, serta menghasilkan makanan. Demi menjaga siklus hidup tetap berjalan, lebah madu memindahkan serbuk sari antar tanaman berbunga. Sebagian besar makanan yang kita konsumsi bergantung pada penyerbukan lebah madu. Lebih dari itu, manusia juga bergantung pada serangga yang mampu menghasilkan sutra, pewarna, madu, lilin, serta penelitian medis dan genetika.

Peran serangga bagi kehidupan manusia juga didukung dengan adanya studi yang dipimpin oleh para ahli, di mana pada studi tersebut mengungkap bahwa larva kumbang gelap yang berasal dari Asia Timur termasuk Semenanjung Korea mampu menguraikan komponen plastik dengan memecahnya pada tingkat molekuler. Para peneliti menemukan bahwa larva kumbang dapat menguraikan polistirena, yang sebelumnya sulit diuraikan karena struktur molekulnya yang unik.

Dalam hal ini, serangga merupakan bagian penting dari ekosistem kita, tetapi jumlah dan keanekaragaman serangga menurun akibat hilangnya habitat, polusi, dan perubahan iklim. Pelestarian dan restorasi habitat yang mendukung keanekaragaman serangga sangat penting untuk konservasi mereka, jika tidak, banyak spesies ini akan punah.

4. Bagaimana cara kita menjaga serangga dari kepunahan?

Kumbang
Kumbang (pexels.com/Erik)

Tahukah kamu kalau keberadaan serangga mulai menurun? Capung dan kupu-kupu yang biasanya terbang di sekitar rumah kini entah kemana. Menurunnya populasi serangga tentu menjadi ancaman bagi manusia, sebagaimana kita ketahui bahwa keberadaan mereka sangat bermanfaat bagi manusia. Nah, sebelum serangga benar-benar musnah, cobalah ikuti tips di bawah ini demi menjaga keberlangsungan hidup mereka.

  • Ubah halaman rumput menjadi habitat alami yang beragam

Dengan meningkatnya fragmentasi lingkungan alami secara global, serangga akan membutuhkan habitat berkualitas untuk dilestarikan dan dipulihkan, termasuk koridor perjalanan dan batu pijakan untuk memungkinkan pergerakan melintasi lanskap. Karena banyak serangga hanya membutuhkan sedikit ruang untuk bertahan hidup, bahkan konversi sebagian halaman rumput menjadi vegetasi alami yang minim gangguan, misalnya 10% dapat secara signifikan membantu konservasi serangga, sekaligus menurunkan biasa perawatan halaman rumput melalui pengurangan penyiraman.

  • Tanam tanaman asli

Adanya tanaman asli memberikan lebih banyak manfaat bagi serangga asli, daripada menanam sepesies hias non-asli. Serangga asli memiliki hubungan ekologis yang erat dengan tanaman asli yang telah terjalin selama jutaan tahun. Banyak jenis serangga bergantung pada tanaman asli sebagai sumber makanan atau tempat bersarang.

  • Kurangi penggunaan pestisida dan herbisida

Pestisida seringkali membahayakan populasi serangga alami yang bukan targetnya, sedangkan pengurangan penggunannya mendorong pertumbuhan arthropoda yang bermanfaat.

  • Batasi penggunaan lampu luar ruangan

Mayoritas serangga nokturnal tertarik pada cahaya buatan, dan cahaya ini merupakan perangkap sensorik yang kuat yang dapat secara tidak langsung membunuh serangga melalui kelelahan atau mengakibatkan predasi sebelum matahari terbit. Di Eropa, ngengat nokturnal menurun lebih cepat daripada ngengat dan kupu-kupu yang terbang di siang hari, dan tren ini kemungkinan disebabkan oleh polusi cahaya.

Adanya cahaya buatan juga telah terbukti mengurangi keberhasilan reproduksinya kunang-kunang karena serangga ini menggunakan cahaya untuk menarik pasangan. Untuk mengurangi bahaya bagi serangga, orang-orang harus mematikan lampu yang tidak dibutuhkan, meredupkan sumber cahaya yang diperlukan, menggunakan penerangan yang diaktifkan oleh gerakan, melindungi bohlam, dan beralih ke bohlam yang menghasilkan cahaya warna kuning atau merah.

Sebagai penutup, sejatinya manusia membutuhkan keberadaan serangga. Meskipun ukurannya kecil, namun serangga adalah fondasi di balik kehidupan manusia mulai dari makanan yang kita makan hingga menjaga keseimbangan alam yang kita tempati. Dengan menjaga populasi serangga, artinya kita sedang menjaga masa depan bumi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More