5 Fakta Menarik Lencam Tompel, Dijual dalam Keadaan Segar

- Lencam tompel atau Lethrinus harak pertama kali dideskripsikan oleh Johan Christian Fabricius pada 1775 dan termasuk famili Lethrinidae dalam ordo Spariformes.
- Ikan ini berukuran rata-rata 30 cm, berwarna abu-abu keperakan dengan tompel hitam di tubuhnya, serta hidup soliter di perairan dangkal berpasir hingga area karang.
- Lencam tompel merupakan karnivor pemakan krustasea yang banyak ditangkap masyarakat lokal dan dijual segar, terutama populer di wilayah seperti Guam.
Di laut lepas terdapat satu spesies ikan berukuran sedang yang berenang bebas di area berpasir. Ia adalah Lethrinus harak atau lencam tompel. Ikan sepanjang 30 centimeter tersebut bukan spesies berukuran besar atau hewan yang punya warna mencolok. Lantas, mengapa lencam tompel sangat menarik untuk diulik?
Salah satu yang sangat menarik dari ikan ini adalah kebiasaan dan gaya hidupnya. Hubungannya dengan manusia juga menjadi aspek penting yang membuat lencam tompel menjadi ikan dengan pamor yang tinggi. Mau tahu lebih dalam terkait berbagai fakta menarik lencam tompel? Berikut pembahasannya.
1. Namanya diberikan oleh Johan Christian Fabricius

Laman iNaturalist menerangkan kalau lencam tompel dideskripsikan dan diberi nama oleh ahli biologi asal Denmark bernama Johan Christian Fabricius pada 1775. Pendeskripsian tersebut diterbitkan pada literatur berjudul Descriptiones animalium yang diedit oleh Carsten Niebuhr. Saat pertama dideskrispikan, ikan tidak memiliki lokalitas khusus, tapi dipercaya spesimen pertamanya ditemukan di Laut Merah.
Beberapa peneliti menempatkan genus Lethrinus di subfamili Lethrininae yang merupakan takson monotipik. Namun, buku Fishes of the World edisi kelima tidak mengakui eksistensi dari subfamili tersebut. Alhasil, genus Lethrinus (yang mencakul lencam tompel) diklasifikasikan ke dalam famili Lethrinidae dan ordo Spariformes.
2. Panjang rata-ratanya sekitar 30 centimeter

Dilansir Fishbase, panjang rata lencam tompel ada di angka 30 centimeter. Namun, panjang maksimalnya bisa mencapai 54 centimeter. Soal bobot, ikan ini mampu tumbuh hingga seberat 2,9 kilogram. Warnanya sendiri tidak terlalu mencolok, yaitu abu-abu, silver, dan putih yang menjadi warna dominan. Menariknya, individu muda memiliki warna yang lebih mencolok, yaitu cokelat, jingga, dan kehijauan. Seperti namanya, hewan ini punya "tombel" berukuran besar dan berwarna hitam di bagian tengah tubuhnya.
3. Penyebarannya dimulai dari pesisir Afrika

Data penyebaran dari laman GBIF mengungkap fakta bahwa lencam tompel memiliki penyebaran luas yang mencakup pesisir timur Pantai Afrika, Laut Merah, Samudra Hindia di India, Asia Tenggara (termasuk Indonesia), Australia, hingga wilayah Asia Timur seperti Jepang. Habitatnya adalah perairan dangkal dengan kedalaman sekitar 20 meter. Ia merupakan spesies penyendiri yang kerap ditemukan di dasar laut berpasir, area karang, daerah rumput laut, laguna, dan terkadang juga berenang hingga ke sungai payau.
4. Lencam tompel merupakan pemakan krustasea

Secara umum, lencam tompel merupakan karnivor atau pemakan daging. Dilansir Animalia, makanan utamanya mencakup invertebrata seperti krustasea, moluska, polychaetea, dan chinodermata. Namun, di beberapa kesempatan ia juga mampu memangsa ikan lain yang ukurannya lebih kecil. Ia memang cenderung menyendiri, tapi ikan ini juga akan membentuk kelompok kecil di beberapa kesempatan. Lencam tompel juga cukup teritorial dan memiliki satu wilayah kekuasaan yang kecil. Semakin besar ukuran individu, maka wilayah kekuasaannya makin luas.
5. Dijual dalam keadaan segar

Laman Atlas of Living Australia menerangkan kalau lencam tompel merupakan ikan yang sering ditangkap oleh masyarakat lokal. Metode penangkapannya beragam, mulai dari dijaring, dipancing, dijebak, hingga ditangkap menggunakan tangan kosong. Biasanya, lencam tompel akan dijual dalam keadaan segar. Umumnya, penjualan lencam tompel hanya terbatas pada area lokal. Menariknya, di daerah Guam ikan ini sangat populer. Ia menjadi salah satu komoditas laut utama dan sering ditangkap dengan jaring atau menggunakan tombak secara tradisional.
Demikian berbagai fakta menarik lencam tompel yang merupakan ikan kecil tapi punya sejarah panjang. Ikan ini mengingatkan kita semua kalau hewan dan manusia sejatinya serupa, yaitu sama-sama makhluk yang berhak hidup serta berkontribusi terhadap terbentuknya dunia. Manusia memiliki peran untuk membangun sementara ikan berkontribusi sebagai sumber makanan.


















