5 Ikan yang Bisa Dijumpai di Selokan, Ada Ikan Cere sampai Ikan Gabus!

- Selokan ternyata bisa dihuni berbagai ikan tangguh seperti cere, lele, sepat, sapu-sapu, dan gabus yang mampu bertahan di air kotor dan minim oksigen.
- Beberapa ikan seperti cere dan lele dumbo merupakan spesies introduksi yang berpotensi invasif, sedangkan lainnya seperti lele jawa dan sepat adalah spesies asli Indonesia.
- Ikan-ikan selokan memiliki adaptasi unik mulai dari kulit keras hingga kemampuan bernapas udara langsung, membuat mereka tetap hidup meski lingkungan tercemar.
Ikan tak melulu hidup di sungai, kolam, rawa, danau, waduk, atau area payau. Nyatanya, wilayah yang kotor seperti selokan juga bisa dihuni oleh mereka. Spesies ikan yang menghuni selokan juga ada banyak, beberapa diantaranya adalah ikan cere, ikan lele, ikan sepat, ikan sapu-sapu, dan ikan gabus.
Tiap spesies juga memiliki adaptasi tersendiri agar bisa hidup di selokan yang kotor dan sering dilewati manusia. Nah, kali ini kita akan membahas ikan-ikan tersebut secara mendalam, mulai dari ukuran, habitat, penyebaran, makanan, kebiasaan, sampai adaptasinya!
1. Ikan cere

Gambusia affinis atau ikan cere merupakan ikan yang paling umum di selokan. Tercatat, hewan ini bisa ditemukan di berbagai tempat, mau itu desa sampai kota yang kotor dan ramai. Ukurannya juga mungil dengan panjang maksimal yang hanya sekitar 7 centimeter, jelas FishBase. Di selokan yang kotor, biasanya ikan ini memakan hewan kecil, seperti jentik nyamuk dan invertebrata kecil lain. Umumya, ikan cere akan hidup dalam satu koloni, namun koloni tersebut tak punya hierarki atau struktur sosial.
Tapi walau sangat umum dijumpai sebenarnya ia bukan termasuk ikan asli Indonesia. Sebaliknya, wilayah penyebaran alami ikan cere mencakup daerah Amerika Utara dan tengah. Oleh karena itu, statusnya di Indonesia adalah sebagai spesies introduksi dan kemungkinan berpotensi menjadi spesies invasif. Terakhir, ikan cere sangat terkenal dan kerap diburu oleh anak-anak.
2. Ikan sapu-sapu

Ikan sapu-sapu dicirikan dengan badan ramping, sirip yang tajam, dan kulit yang sangat kuat. Ketahanan tubuhnya juga sangat hebat karena ikan ini bisa hidup di sungai, danau, rawa, sampai selokan yang kotor dan tercemar. Tak cuma itu, kulitnya yang keras dan kuat juga membuat predator kesulitan memakannya, alhasil populasi ikan sapu-sapu sering membludak dan jadi masalah tersendiri.
Spesifiknya, ikan sapu-sapu adalah spesies invasif yang berbahaya, jelas Texas Invasives. Ia bisa merusak lingkungan, membunuh satwa lokal, menyebarkan penyakit, dan merugikan manusia. Karenanya, ikan ini tak boleh dibiarkan berkeliaran di perairan Indonesia, bahkan di selokan sekalipun. Tapi tak semua sapu-sapu merupakan spesies invasif. Tercatat, ada beberapa spesies sapu-sapu asli Indonesia yang populasinya malah menurun. Namun mereka tak bisa ditemukan di selokan dan justru hidup di hutan dan sungai tersembunyi.
3. Ikan gabus

Channa striata atau ikan gabus mudah dikenali dari badannya yang memanjang, tubuhnya yang licin, dan kepalanya yang datar. Ikan gabus sendiri merupakan predator ganas yang bisa memakan apapun, mulai dari ikan, serangga, cacing, ular, katak, kodok, krustasaea, mamalia kecil, sampai burung, jelas Animal Diversity Web. Ketahanan tubuhnya yang kuat membuat ikan ii bisa hidup di air tawar, perairan payau, sampai selokan yang keruh. Ikan gabus juga sangat terkenal dan sering dipancing entah untuk dipelihara atau dimakan.
Biasanya orang-orang hanya bisa menjumpai individu berukuran 20 sampai 60 centimeter. Tapi jangan salah, ikan bergigi tajam ini nyatanya bisa tumbuh hingga 1 meter, lho. Ia juga termasuk ikan pemalas yang hanya berdiam diri di dasar air atau sela-sela batu. Di sana, ikan gabus hanya akan diam dan menunggu mangsa lewat. Sayangnya, populasi ikan gabus mulai menurun karena perburuan liar, kerusakan habitat, dan mulai mengeringnya wilayah perairan di Indonesia.
4. Ikan lele

Ikan berkumis ini juga memiliki ketahanan tubuh yang tinggi yang mana membuatnya bisa hidup di selokan yang keruh dan kotor. Tercatat, ikan lele bisa langsung bernafas dari udara, bisa hidup di daerah minim oksigen, bisa bertahan di perairan yang hampir kering, dan mampu berjalan di daratan. Ia juga tak pilih-pilih makanan, mau itu ikan kecil, serangga, moluska, alga, tanaman air, sampai krustasea bisa dimakan oleh hewan ini, jelas Animalia.
Lele yang ada di selokan juga beragam dan tiap spesies punya preferensi habitatnya masing-masing. Umumnya, Clarias gariepinus atau lele dumbo bisa ditemukan di habitat yang lebih beragam, seperti desa atau daerah kota kecil. Di sisi lain, Clarias batrachus atau lele jawa lebih umum ditemukan di sungai, pedesaan, atau selokan berair jernih. Lebih lanjut, lele jawa merupakan hewan asli Indonesia sementara lele dumbo merupakan spesies introduksi yang tak boleh berkeliaran bebas di perairan lokal.
5. Ikan sepat

Secara umum, ikan sepat lebih sering ditemukan di area pedesaan atau di selokan berair bersih. Namun dalam beberapa kesempatan ikan dari genus Trichopodus ini juga bisa dijumpai di selokan keruh atau daerah perkotaan. Lebih lanjut, ikan sepat merupakan ikan berukuran kecil dengan panjang maksimal yang hanya sekitar 20 centimeter, jelas iNaturalist. Ia juga mudah dikenali dari badannya yang datar dan kehadiran dua "rambut" panjang di bawah tubuhnya.
Ikan sepat sendiri merupakan ikan asli Asia Tenggara dan bisa ditemukan di Indonesia, Kamboja, Malaysia, Vietnam, sampai Thailand. Tercatat, ikan ini cukup terkenal dan sering dimakan, dipacing, dan dipelihara di akuarium. Sebagai spesies yang cukup sukses dan berlimpah, ikan sepat memiliki ketahanan tubuh yang tinggi. Selain itu, makanan ikan sepat juga beragam, mulai dari alga, cacing, sampai udang berukuran kecil.
Walau kotor, penuh limbah, dan keruh nyatanya selokan bisa jadi habitat bagi berbagai ikan. Lebih lanjut, ikan-ikan tersebut punya ketahanan tubuh yang kuat, tubuh yang keras, dan makanan yang beragam sehingga mampu hidup di selokan. Umumnya selokan juga dekat dengan area pemukiman, alhasil ikan-ikan tersebut sering dipancing, dimakan, dan dipelihara di akuarium. Terakhir, kamu harus hati-hati karena beberapa spesies bukanlah ikan asli Indonesia.
FAQ seputar ikan yang bisa dijumpai di selokan
| Apa jenis ikan yang paling umum ditemukan di parit atau selokan perumahan? | Ikan Gupi (Poecilia reticulata). Ikan kecil ini sangat tangguh dan cepat berkembang biak. Mereka sering dilepaskan ke selokan untuk membantu mengendalikan populasi jentik nyamuk. |
| Apakah ikan sapu-sapu benar-benar bisa hidup di air selokan yang hitam? | Ya. Ikan Sapu-sapu (Plecostomus) dikenal sebagai salah satu ikan paling invasif dan tangguh. Mereka memiliki alat pernapasan tambahan dan lapisan tubuh yang keras, sehingga mampu bertahan di perairan dengan kualitas air yang sangat buruk sekalipun. |
| Ikan konsumsi apa yang sering ditemukan "nyasar" di saluran air atau selokan besar? | Ikan Lele dan Ikan Nila. Keduanya memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Lele, khususnya, dapat bertahan hidup di lumpur yang minim air berkat organ labirinnya. Namun, sangat tidak disarankan mengonsumsi ikan yang ditangkap dari selokan karena risiko kontaminasi logam berat dan bakteri. |


















