5 Fakta Carentan, Kota Bersejarah yang Terkenal Dengan Kanal Airnya

- Carentan, kota kecil di Normandia, Prancis, dikenal dengan kanal dan rawa-rawanya yang subur serta pelabuhan marina ramah lingkungan berpenghargaan European Blue Flag.
- Pada Perang Dunia II, Carentan menjadi titik strategis penting yang direbut Divisi Lintas Udara ke-101 AS untuk menghubungkan pantai Utah dan Omaha dalam operasi D-Day Sekutu.
- Kota ini memiliki gereja Notre-Dame de Carentan bergaya Gotik abad ke-15, industri pabrikasi unggulan seperti Laudescher, serta museum-museum yang mengenang sejarah PD II.
Carentan adalah sebuah kota kecil bersejarah yang terletak di dekat Semenanjung Cotentin di wilayah Normandia, Prancis. Awalnya kota Carentan ini adalah sebuah commune atau pemerintahan setingkat kelurahan di Department (Kabupaten) Manche. Pada tanggal 1 Januari 2016, commune Carentan tersebut digabung dengan sejumlah commune lainnya dan menyandang nama baru menjadi Carentan-les Marais dengan populasi penduduk sekitar 10.000-an jiwa.
Sejumlah sumber informasi menuliskan bahwa wilayah di mana Kota Carentan berada saat ini merupakan situs lokasi kota pelabuhan Galia kuno bernama Crociatonum yang merupakan bagian dari wilayah Kekaisaran Romawi kuno. Selain itu dalam era Perang Dunia (PD) II kota ini menjadi salah satu kota kunci yang menentukan keberhasilan pendaratan pasukan Sekutu untuk mengakhiri dominasi dan kekejaman Nazi Jerman di daratan Eropa. Saat ini Carentan banyak dikunjungi oleh para wisatawan terutama oleh mereka yang tertarik dengan sejarah PD II di Eropa.
Ingin tahu tentang kota bersejarah Prancis yang terkenal dengan kanal airnya ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini yuk!
1. Dikenal dengan geografis tanahnya yang berawa
Menurut laman Carentan 1944, Carentan dikenal sebagai "ibu kota rawa-rawa (capital of the marshes)" di wilayah Normandia yang terletak di gerbang menuju Semenanjung Contentin dan Teluk Veys yang indah. Banyak wilayah rawa yang luas di pertemuan Sungai Taute dan Sungai Douve telah dibersihkan dan diubah menjadi padang rumput yang indah dan subur. Daerah rawa-rawa di Carentan memiliki keaneka ragaman hayati dan merupakan jalur migrasi yang digunakan burung untuk pergi dari Eropa Utara ke wilayah Afrika.
Selain itu, Carentan juga dikenal memiliki kanal indah yang menghubungkan kota tersebut dengan laut. Carentan juga memiliki pelabuhan marina yang dapat diakses melalui kanal sepanjang 7 km yang melintasi rawa-rawa dan jalur jalan nasional. Pelabuhan marina tersebut memiliki kapasitas 330 buah tempat berlabuh serta dapat menampung 50 orang pengunjung. Pada tahun 2017 silam, untuk tahun ke-30 secara berturut-turut, pelabuhan marina Carentan dianugerahi penghargaan "“European Blue Flag” karena upayanya dalam memprioritaskan perlindungan lingkungan dari pencemaran.
2. Kota strategis penentu keberhasilan pendaratan Sekutu di PD II

Dalam era PD II, Carentan adalah kota kecil yang menjadi salah satu penentu keberhasilan operasi pendaratan besar-besaran pasukan Sekutu di pantai Normandia. Sejarah mencatat pada tanggal 6 Juni 1944, Panglima tertinggi Sekutu, Jenderal Dwight D. Eisenhower menggelar operasi pendaratan pasukan besar-besaran (D-day) dengan sandi "Overlord" di Pantai Normandia, Prancis dengan tujuan untuk mengakhiri dominasi Nazi Jerman di daratan Eropa. Sebelum pasukan mendarat dari laut, dini hari tanggal 6 Juni 1944 pasukan payung gabungan AS dan Inggris diterjunkan di wilayah seputaran Normandia untuk memotong pertahanan dan logistik pasukan Jerman.
Pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-101 AS yang dikenal dengan julukannya"Screaming Eagles" berhasil masuk ke Kota Carentan dan merebutnya dari tangan pasukan Jerman. Carentan memiliki peran penting dalam operasi pendaratan Sekutu, dengan direbutnya kota tersebut pasukan Sekutu berhasil menghubungkan pantai pendaratan yang diberi kode Utah dan Omaha sehingga membentuk garis pertahanan Sekutu sepanjang sekitar 125 km sekaligus mengamankan jalur transportasi penting untuk mobilitas logistik dan operasi militer lanjutan pasukan Sekutu di daratan Eropa.
3. Memiliki landmark religius ikonik

Kota Carentan memiliki landmark bangunan religius ikonik yakni gereja Notre-Dame de Carentan. Dilansir laman Spotting History, Gereja Notre-Dame de Carentan adalah gereja Katolik Roma yang dibangun pada abad ke-11 dan gereja ini pertama kali disebutkan dalam literatur sejarah pada tahun 1106 saat kunjungan Henry I dari Inggris, di hari Paskah. Awalnya gereja ini dibangun dengan gaya arsitektur Romanesque, namun saat ini gaya arsitektur tersebut hanya tersisa di bagian pintu barat gereja, bagian bawah pilar dan empat pilar utama gereja.
Gereja ini sempat hancur akibat peperangan di abad ke-15 dan kemudian dibangun kembali dengan gaya arsitektur Gotik. Gereja baru bergaya Gotik tersebut diresmikan pada tahun 1470. Gereja Notre-Dame de Carentan ini memiliki koleksi jendela kaca patri yang indah dari abad ke-15, 16 dan 19. Selain itu interior dalam gereja dihiasi lukisan dari abad ke-16, 17 dan 18. Pada era PD II di bulan Juni 1944, gereja ini pernah mengalami kerusakan parah karena terkena ledakan bom dari pesawat pengebom AS yang menyasar pertahanan militer Jerman di Kota Carentan.
4. Kota kecil yang memiliki perusahaan pabrikasi unggulan

Meskipun sebuah kota kecil namun Carentan memiliki sejumlah perusahaan industri flagship dengan nama besar. Salah satunya yang terkenal adalah perusahaan bernama Laudescher. Sebagaimana dituliskan dalam laman resmi Laudescher, Perusahaan ini adalah perusahaan terkenal yang berbasis di Kota Carentan yang bergerak di bidang pembuatan langit-langit/plafon akustik gantung dan pelapis dinding akustik dengan material kayu berkualitas.
Selain itu, di Carentan terdapat pula perusahaan-perusahaan yang memproduksi kabel listrik, kabel komunikasi serta komponen-komponen kabel tersebut yang didesain secara khusus untuk digunakan oleh industri petrokimia dan telekomunikasi.
5. Memiliki sejumlah museum untuk mengenang PD II

Salah satu fitur budaya menarik dari Kota Carentan ini adalah memiliki sejumlah museum untuk mengenang PD II. Dilansir laman D-day Center, salah satu Museum yang paling terkenal adalah Museum D-Day Experience yang menawarkan pengunjung perjalanan unik kembali ke Juni 1944 saat pasukan Sekutu menginvasi Eropa. Museum ini menggabungkan artefak otentik dengan teknologi imersif untuk menceritakan kisah D-day dari berbagai perspektif baik dari sudut pandang pasukan Sekutu atau pun pasukan Jerman.
Di dalam museum tersebut juga terdapat simulator pesawat angkut DC-3 yang akan menempatkan pengunjung pada posisi pasukan payung yang sedang menuju medan perang. Kemudian terdapat museum lainnya yang bernama Museum kemenangan Normandia (Normandy Victory Museum) yang berlokasi di pinggiran Carentan di antara Pantai Omaha dan Pantai Utah. Museum tersebut mengundang pengunjungnya untuk melakukan napak tilas yang mengharukan melalui sejarah dan kehidupan sehari-hari para tentara dan warga sipil selama pertempuran PD II di sana.
Bagaimana, apakah tertarik untuk mengunjungi kota bersejarah ini apabila nanti ada kesempatan untuk berwisata ke Prancis?



















