Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Menarik Ovenbird, Bentuk Sarangnya Seperti Oven
ovenbird (commons.wikimedia.org/lwolfartist)
  • Ovenbird adalah burung kecil asli Amerika yang pertama kali dideskripsikan oleh Carl Linnaeus pada 1766 dan memiliki tiga subspesies dalam genus tunggalnya.
  • Burung ini berbobot maksimal 28 gram, berwarna hijau-cokelat di bagian atas dan putih bertutul hitam di bawah, serta bermigrasi ke selatan saat musim kawin.
  • Ovenbird memakan arthropoda seperti serangga dan laba-laba, serta membangun sarang berbentuk kubah mirip oven di tanah yang dijaga ketat dari predator.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di pepohonan dan hutan rimbun hidup seekor burung berwarna hijau, ia adalah ovenbird (Seiurus aurocapilla). Burung tersebut nampak beterbangan dengan bebas di pohon, terkadang akan turun ke daratan, dan sesekali menangkap serangga yang menempel di batang pohon. Tubuh kecilnya yang mungil juga nampak menggemaskan karena membulat.

Ovenbird sendiri merupakan spesies asli benua Amerika. Burung ini juga termasuk hewan migrasi dan akan berpindah ke selatan saat musim kawin. Setelah mengetahui semua hal tersebut, apa kamu penasaran dengan berbagai fakta menarik ovenbird? Simak selengkapnya di bawah ini, yuk.

1. Ovenbird dideskripsikan oleh Carl Linnaeus

ovenbird (commons.wikimedia.org/Rhododendrites)

Dilansir iNaturalist, ovenbird dideskripsikan oleh Carl Linnaeus pada 1766 pada karyanya yang berjudul Systema Naturae (edisi kedua belas). Awalnya, nama ilmiah ovenbird adalah Motacilla aurocapilla dan nama ilmiahnya baru diganti beberapa tahun kemudian oleh peneliti lain. Setelah berganti nama, burung ini juga dibagi lagi menjadi tiga subspesies, yaitu Seiurus aurocapilla aurocapilla, Seiurus aurocapilla cinereus, dan Seiurus aurocapilla furvior. Selain itu, ovenbird juga merupakan satu-satunya spesies dari genusnya.

2. Bobot maksimal overbird hanya 28 gram

ovenbird (commons.wikimedia.org/Wildreturn)

Laman Audubon menerangkan kalau panjang overbird sekitar 14-16 centimeter dan bentang sayapnya mencapai 25 centimeter. Soal bobot, burung ini mampu tumbuh hingga seberat 28 gram. Individu jantan dan betina juga tidak memiliki perbedaan ukuran yang mencolok. Lebih lanjut, salah satu ciri khas burung ini adalah bagian atas tubuhnya yang berwarna hijau atau cokelat.

Kemudian, bagian bawah tubuhnya berwarna putih dan ditemani corak tutul hitam. Di bagian atas kepalanya juga nampak dua corak garis berwaran hitam yang di tengahnya terdapat warna jingga. Badannya sendiri mungil, membulat, bulunya halus, paruhnya pendek, matanya hitam, dan kakinya ramping.

3. Overbird menghuni wilayah Amerika

ovenbird (commons.wikimedia.org/lwolfartist)

Dilansir BirdLife DataZone, distrubusi ovenbird mencakup wilayah Kanada, Amerika Serikat bagian timur dan tengah, Meksiko, Kuba, Bahama, Dominika, Honduras, Nikaragua, hingga Panama. Populasinya juga masih melimpah dengan sekitar 26 juta individu di alam liar. Soal habitat, unggas ini bisa menghuni hutan dan semak-semak.

Ketika musim kawin ovenbird akan bermigrasi dari wilayah utara ke daerah selatan seperti Meksiko, Kepulauan Karibia, dan Amerika Selatan. Secara umum, ovenbird lebih sering ditemukan di dataran rendah. Namun, ia mampu bertahan hidup di dataran tinggi dengan ketinggian mencapai 1,500 mdpl. Selain di Amerika, penyebaran ovenbird juga sudah meluas ke beberapa daerah Eropa.

4. Makanan favorit ovenbird adalah arthropoda

ovenbird (commons.wikimedia.org/lwolfartist)

Dilansir Animal Diversity Web, makanan ovenbird mencakup arthropoda seperti laba-laba dan serangga. Namun, terkadang ia juga akan memangsa cacing atau keong. Di waktu-waktu tertentu seperti musim dingin ovenbird juga tak segan untuk mengais material tanaman seperti biji-bijian serta buah-biahan. Umumnya, ia akan mencari makanan dengan cara berjalan di atas tanah. Tak hanya itu, burung ini juga kerap mencari makanan di semak-semak, dedaunan kering, bebatuan, atau di kayu yang sudah mati.

5. Bentuk sarangnya mirip oven, sesuai dengan namanya

ovenbird (commons.wikimedia.org/Rhododendrites)

Namanya, yaitu ovenbird merujuk pada bentuk sarangnya yang seperti "oven". Dilansir Avibase, sarangnya dibuat di atas tanah, dibuat dari anyaman tanaman, berbentuk seperti kubah, dan memiliki satu pintu masuk di bagian samping. Sayangnya, pembuatan sarang di tanah membuat sarangnya sangat rawan terhadap beberapa predator seperti ular, chimpunk, dan tupai merah. Untuk itu, ovenbird akan selalu menjaga sarangnya dengan ketat. Di sisi lain, predator aerial seperti burung pemakan daging akan sulit menemukan sarangnya.

Itulah lima fakta menarik ovenbird yang membuatmu lebih kenal dengan burung kecil tersebut. Setelah diulik, dapat terlihat kalau semua fakta tersebut sebenarnya adalah bagian dari adaptasi, kehidupan, dan asal-usul ovenbird. Artinya, burung ini tak tiba-tiba bisa hidup di alam liar. Justru, ia harus bertahan di tengah kerasnya alam liar dengan cara menyesuaikan diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article