Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Monte d'Accoddi, Piramida Misterius di Pulau Sardinia Italia
Monte d'Accoddi, Italia (commons.wikimedia.org/Gianni Careddu)
  • Monte d'Accoddi di Sardinia dibangun sekitar 4.000–3.650 SM, menjadikannya salah satu bangunan monumental tertua di Mediterania dan mengalami renovasi besar beberapa abad kemudian.
  • Strukturnya menyerupai ziggurat dengan platform bertingkat dan jalan tanjakan, diduga berfungsi sebagai pusat ritual keagamaan berdasarkan temuan altar batu, menhir, serta sisa persembahan hewan.
  • Sempat terlupakan selama berabad-abad hingga ditemukan kembali pada abad ke-20, Monte d'Accoddi kini menjadi situs arkeologi unik yang terus diteliti dan menarik wisatawan dari berbagai negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau mendengar kata piramida, sebagian besar orang mungkin langsung teringat Mesir. Padahal, Eropa juga memiliki bangunan prasejarah yang bentuknya tak kalah unik. Salah satunya adalah Monte d'Accoddi, sebuah situs arkeologi di Pulau Sardinia, Italia, yang sering dijuluki sebagai piramida prasejarah.

Berbeda dari piramida Mesir yang menjulang tinggi dengan sisi-sisi halus, Monte d'Accoddi memiliki bentuk menyerupai platform bertingkat yang dihubungkan oleh jalan tanjakan panjang. Hingga kini, situs ini masih menyimpan banyak misteri tentang siapa pembangunnya dan bagaimana fungsinya pada ribuan tahun lalu. Berikut lima fakta menarik tentang Monte d'Accoddi.

1. Dibangun ribuan tahun sebelum Kekaisaran Romawi berdiri

Monte d'Accoddi, Italia (commons.wikimedia.org/Gianni Careddu)

Monte d'Accoddi diperkirakan pertama kali dibangun sekitar 4.000 hingga 3.650 SM pada masa Neolitikum akhir. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu bangunan monumental tertua di kawasan Mediterania, jauh sebelum Romawi berkembang menjadi kekuatan besar di Italia.

Bangunan tersebut kemudian mengalami renovasi besar beberapa abad setelah pembangunannya. Masyarakat prasejarah memperbesar struktur aslinya dengan menambahkan lapisan baru sehingga menghasilkan bentuk yang masih dapat dilihat hingga sekarang. Fakta ini menunjukkan bahwa situs tersebut tetap memiliki nilai penting bagi masyarakat selama beberapa generasi.

2. Bentuknya lebih mirip ziggurat daripada piramida Mesir

Monte d'Accoddi, Italia (commons.wikimedia.org/Gianni Careddu)

Meski sering disebut piramida, bentuk Monte d'Accoddi sebenarnya lebih menyerupai ziggurat yang pernah dibangun oleh peradaban Mesopotamia. Struktur utamanya berupa platform besar yang berada di atas tanah dengan sebuah jalan landai yang mengarah ke bagian puncak.

Kemiripan ini membuat banyak arkeolog tertarik membandingkan Monte d'Accoddi dengan bangunan-bangunan kuno di Timur Tengah. Namun, hingga kini belum ditemukan bukti yang menunjukkan adanya hubungan langsung antara masyarakat Sardinia kuno dengan peradaban Mesopotamia. Kemiripan tersebut masih menjadi salah satu teka-teki dalam dunia arkeologi.

3. Diduga menjadi pusat upacara keagamaan

Monte d'Accoddi, Italia (commons.wikimedia.org/Gianni Careddu)

Tidak ditemukan ruang pemakaman ataupun lorong-lorong seperti yang ada pada piramida Mesir. Karena itu, para peneliti meyakini bahwa Monte d'Accoddi lebih berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ritual keagamaan daripada makam seorang penguasa.

Di sekitar situs ditemukan altar batu, batu tegak atau menhir, serta berbagai sisa persembahan berupa tulang hewan. Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa masyarakat pada masa itu menggunakan lokasi tersebut untuk melakukan upacara kepercayaan yang berkaitan dengan alam, kesuburan, atau penghormatan terhadap kekuatan spiritual.

4. Sempat terlupakan selama berabad-abad

Monte d'Accoddi, Italia (commons.wikimedia.org/Gianni Careddu)

Seiring berjalannya waktu, Monte d'Accoddi perlahan tertutup tanah dan endapan alami hingga keberadaannya nyaris tidak dikenali. Selama berabad-abad, masyarakat sekitar bahkan tidak menyadari bahwa gundukan tanah tersebut menyimpan salah satu situs prasejarah paling penting di Italia.

Barulah pada pertengahan abad ke-20 dilakukan penggalian arkeologi yang mengungkap bentuk asli bangunan tersebut. Sejak saat itu, Monte d'Accoddi menjadi salah satu objek penelitian penting untuk memahami kehidupan masyarakat Neolitikum di kawasan Mediterania bagian barat.

5. Menjadi salah satu situs prasejarah paling unik di Eropa

Monte d'Accoddi, Italia (commons.wikimedia.org/Gianni Careddu)

Hingga sekarang, Monte d'Accoddi masih dianggap sebagai bangunan yang hampir tidak memiliki padanan langsung di Eropa. Kombinasi antara platform bertingkat, jalan tanjakan panjang, dan area ritual menjadikannya berbeda dari situs-situs megalitik lain yang ditemukan di benua tersebut.

Selain menjadi destinasi wisata sejarah di Sardinia, situs ini juga terus dipelajari menggunakan teknologi arkeologi modern. Setiap penelitian baru membantu para ilmuwan memahami bagaimana masyarakat prasejarah mampu membangun struktur monumental dengan peralatan yang masih sangat sederhana.

Monte d'Accoddi membuktikan bahwa warisan arkeologi dunia tidak hanya berasal dari piramida Mesir atau kuil-kuil Yunani. Di Pulau Sardinia, bangunan prasejarah ini menjadi saksi bahwa masyarakat ribuan tahun lalu telah memiliki kemampuan membangun struktur besar sekaligus menjalankan tradisi keagamaan yang kompleks.

Meski masih menyimpan banyak misteri, Monte d'Accoddi terus menarik perhatian para arkeolog dan wisatawan dari berbagai negara. Keunikannya membuat situs ini layak dikenal sebagai salah satu peninggalan prasejarah paling menarik di Eropa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article