Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Newgrange, Situs Kuno dengan Fenomena Cahaya Winter Solstice
Newgrange (commons.wikimedia.org/chripell)
  • Newgrange di Irlandia berusia lebih dari 5.000 tahun, bahkan lebih tua dari Piramida Giza, menunjukkan kemampuan luar biasa manusia prasejarah dalam membangun struktur besar dan presisi.
  • Situs ini menampilkan fenomena cahaya unik saat winter solstice, ketika sinar matahari pagi menerangi ruang utama yang gelap hanya beberapa hari setiap tahun.
  • Bangunan Newgrange dirancang dengan presisi astronomi menggunakan sekitar 200.000 ton material dan berfungsi tidak hanya sebagai makam, tetapi juga pusat ritual serta kegiatan sosial masyarakat kuno.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Manusia zaman dulu ternyata sudah mampu membuat bangunan yang luar biasa. Salah satunya adalah Newgrange, situs kuno di Irlandia yang berusia lebih dari 5.000 tahun. Keunikannya tidak hanya karena usianya yang sangat tua, tetapi juga karena pembangunannya yang sudah dirancang dengan baik.

Salah satu hal paling menarik dari Newgrange adalah fenomena cahaya saat winter solstice, ketika sinar matahari bisa masuk hingga ke bagian dalam bangunan. Hal ini menunjukkan bahwa manusia pada masa itu sudah memahami pergerakan matahari. Lalu, apa saja fakta menarik lainnya? Yuk, simak selengkapnya!

1. Lebih tua dari Piramida Giza

Newgrange dibangun sekitar tahun 3200 SM, lebih tua dari Piramida Giza dan Stonehenge. (flickr.com/Stefano Nocetti)

Salah satu hal paling menarik dari Newgrange adalah usianya yang sangat tua. Situs ini dibangun sekitar tahun 3200 SM, sehingga lebih tua dari Piramida Giza dan Stonehenge. Fakta ini menunjukkan bahwa manusia pada masa itu sudah mampu membangun struktur besar jauh sebelum peradaban kuno yang lebih dikenal berkembang.

Meski sudah berusia ribuan tahun, Newgrange tidak terlihat seperti reruntuhan kuno yang rapuh. Bangunan ini dibuat oleh komunitas petani dengan ukuran besar dan susunan yang rapi. Hal ini menunjukkan bahwa mereka sudah memiliki kemampuan dan pengetahuan yang baik untuk menciptakan bangunan.

2. Menyala saat winter solstice

lorong dalam Newgrange yang akan menjadi terang saat winter solstice. (commons.wikimedia.org/Viator.com)

Salah satu keunikan utama dari Newgrange adalah fenomena cahaya saat winter solstice. Setiap tahun, sekitar 21 Desember, sinar matahari pagi masuk ke dalam bangunan dan perlahan menerangi ruang utama yang biasanya gelap. Dalam beberapa menit, ruang tersebut seolah “menyala” oleh cahaya matahari.

Fenomena ini hanya terjadi dalam beberapa hari di sekitar winter solstice, sehingga menjadi momen yang sangat langka. Peristiwa ini sudah berlangsung sejak ribuan tahun lalu, tetapi baru diamati secara langsung oleh arkeolog modern pada tahun 1967. Hingga kini, momen ini tetap menjadi daya tarik utama karena keunikannya yang jarang ditemukan di situs kuno lainnya.

3. Dirancang dengan presisi astronomi

pintu masuk Newgrange yang dirancang selaras dengan posisi terbit matahari saat winter solstice. (commons.wikimedia.org/Allie_Caulfield)

Di balik fenomena winter solstice, Newgrange menunjukkan adanya perencanaan yang sangat presisi secara astronomi. Bangunan ini disusun dengan mengacu pada posisi terbit matahari pada waktu tertentu dalam setahun, terutama saat winter solstice. Hal ini menandakan bahwa pembuatnya sudah memahami pola pergerakan matahari yang berubah sepanjang tahun.

Pemahaman tersebut kemudian diterapkan dalam arah dan sudut bangunan, sehingga cahaya hanya dapat masuk pada momen tertentu. Ini menunjukkan bahwa masyarakat pada masa itu tidak hanya mengamati langit, tetapi juga mampu menggunakan pengetahuan tentang pergerakan matahari dalam perencanaan bangunan.

4. Materialnya mencapai ratusan ribu ton

Newgrange dibangun dari sekitar 200.000 ton batu dan tanah. (commons.wikimedia.org/chripell)

Selain desainnya yang unik, Newgrange juga dibangun dengan jumlah material yang sangat besar. Diperkirakan, bangunan ini terdiri dari sekitar 200.000 ton batu dan tanah yang membentuk gundukan besar dengan luas lebih dari satu hektare. Skala ini menunjukkan bahwa pembangunan Newgrange membutuhkan tenaga, waktu, dan perencanaan yang matang.

Menariknya, hingga kini belum diketahui secara pasti bagaimana material tersebut dipindahkan ke lokasi. Besarnya jumlah material yang digunakan membuat para peneliti menduga bahwa sebagian bahan kemungkinan tidak berasal dari satu lokasi saja.

5. Fungsinya lebih dari sekadar makam

berbagai situs di kawasan Brú na Bóinne dengan fungsi yang beragam. (commons.wikimedia.org/Allie_Caulfield)

Newgrange memang sering disebut sebagai makam prasejarah, tetapi fungsinya tidak hanya sebatas itu. Situs ini merupakan bagian dari kawasan Brú na Bóinne yang dikenal sebagai pusat aktivitas penting pada masanya. Selain sebagai tempat pemakaman, kawasan ini juga memiliki fungsi sosial, ekonomi, dan keagamaan.

Hal ini menunjukkan bahwa Newgrange kemungkinan digunakan sebagai tempat ritual atau kegiatan spiritual bagi masyarakat saat itu. Lingkungan sekitarnya yang dipenuhi berbagai monumen juga memperkuat bahwa kawasan ini memiliki makna khusus, bukan sekadar tempat pemakaman biasa. Artinya, Newgrange bukan sekadar makam, tetapi juga bagian penting dari kehidupan dan kepercayaan masyarakat prasejarah.

Newgrange bukan hanya menarik karena usianya, tetapi juga karena cara pembuatannya yang penuh perhitungan dan makna. Dari sini terlihat bahwa manusia pada masa itu sudah mampu memahami alam dan menggunakannya dalam kehidupan mereka. Hal ini membuat Newgrange tidak hanya sebagai peninggalan lama, tetapi juga gambaran tentang cara berpikir manusia di masa lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article