Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Pont Neuf, Jembatan Tertua yang Masih Berdiri di Paris

5 Fakta Pont Neuf, Jembatan Tertua yang Masih Berdiri di Paris
Pont Neuf, jembatan tertua yang masih berdiri di atas Sungai Seine di Paris. (pexels.com/Grzegorz Lewandowski)
Intinya Sih
  • Pont Neuf adalah jembatan tertua di Paris yang dibangun sejak 1578 dan selesai pada 1607, menjadi simbol inovasi arsitektur modern pada masanya.
  • Raja Henry IV memutuskan Pont Neuf dibangun tanpa bangunan di atasnya demi keamanan serta agar warga bisa menikmati pemandangan Sungai Seine dan Istana Louvre.
  • Pont Neuf dikenal dengan trotoar pertama di Paris, dekorasi 381 mascarons unik, serta posisinya yang membelah Île de la Cité dengan dua bagian jembatan berlengkung batu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Paris memang selalu bikin jatuh cinta, apalagi lewat deretan jembatan indahnya di atas Sungai Seine. Nah, salah satu yang wajib banget kamu tahu adalah Pont Neuf. Meskipun namanya punya arti "Jembatan Baru", tapi jangan terkecoh ya! Pont Neuf justru jembatan tertua yang masih berdiri kokoh di Paris.

Penasaran apa yang bikin jembatan tua ini begitu spesial? Yuk, langsung kita intip fakta menarik dan cerita seru di balik pesona Pont Neuf berikut ini!

1. Jembatan tertua dengan nama "baru"

Pont Neuf, jembatan tertua yang masih berdiri di atas Sungai Seine di Paris.
Pont Neuf, jembatan tertua yang masih berdiri di atas Sungai Seine di Paris. (pixabay.com/edmondlafoto)

Meskipun punya arti "Jembatan Baru", Pont Neuf sebenarnya jembatan tertua yang masih berdiri kokoh di atas Sungai Seine, Paris. Jembatan ini mulai dibangun pada tahun 1578 di bawah perintah Raja Henry III dan baru rampung tahun 1607 saat masa pemerintahan Raja Henry IV. Nama "Baru" sendiri melekat karena jembatan ini membawa teknologi dan desain modern yang sangat berbeda dari jembatan abad pertengahan lainnya.

Proses arsitekturnya sendiri dirancang oleh Baptiste Androuet du Cerceau dan Pierre des Illes. Dalam pengerjaannya, mereka berdua kemungkinan besar menggunakan rancangan awal milik Guillaume Marchand. Hasilnya, jembatan ini sukses menjadi pelopor infrastruktur modern yang mengubah wajah kota Paris hingga saat ini.

2. Jembatan pertama tanpa bangunan di atasnya

Pont Neuf, jembatan tertua yang masih berdiri di atas Sungai Seine di Paris.
Pont Neuf, jembatan tertua yang masih berdiri di atas Sungai Seine di Paris. (pixabay.com/edmondlafoto)

Dulu, jembatan-jembatan di Paris biasanya padat oleh rumah penduduk dan pertokoan di sepanjang jalurnya. Namun, Raja Henry IV membuat keputusan berani agar Pont Neuf dibangun bersih tanpa bangunan sama sekali di atasnya. Beliau ingin pemandangan indah ke arah Istana Louvre dan Sungai Seine bisa dinikmati dengan bebas tanpa terhalang.

Langkah ini juga diambil demi alasan keselamatan warga Paris yang melintas. Keberadaan rumah dan toko di atas jembatan justru dinilai menambah beban berat serta memperbesar risiko kebakaran. Berkat keputusan itu, Pont Neuf sepenuhnya meninggalkan konsep kuno tersebut dan tampil jauh lebih modern.

3. Pelopor trotoar pertama di paris

Orang-orang yang berada di trotoar pejalan kaki Pont Neuf.
Orang-orang yang berada di trotoar pejalan kaki Pont Neuf. (commons.wikimedia.org/Jorge Láscar)

Sama seperti jembatan lain di zamannya, Pont Neuf dibangun dengan deretan lengkungan batu pendek khas arsitektur Romawi. Menariknya, jembatan ini menjadi pelopor pertama di Paris yang dilengkapi dengan fasilitas trotoar. Jalur pejalan kaki ini sengaja dibuat lebih tinggi untuk melindungi warga dari cipratan air dan lumpur akibat kereta kuda yang lewat.

Saat ada kereta berukuran besar melintas, para pejalan kaki juga bisa menepi dengan aman ke area dinding pembatas jembatan. Inovasi keren ini langsung membuat Pont Neuf jadi tempat nongkrong yang sangat populer bagi semua kalangan masyarakat. Di sana, warga Paris bisa bebas berjalan-jalan santai, bersosialisasi, bahkan berbelanja dengan nyaman.

4. Ada dekorasi mascarons yang unik

Mascarons, topeng batu di Pont Neuf.
Mascarons, topeng batu di Pont Neuf. (commons.wikimedia.org/Eric Chan)

Kalau kamu melihat lebih dekat ke sisi luar jembatan, ada 381 ukiran wajah batu bernama mascarons yang menghiasinya. Uniknya, setiap topeng batu berwajah seram dan aneh ini punya bentuk yang berbeda satu sama lain. Ukiran-ukiran ini sebenarnya menggambarkan sosok dewa hutan, dewa ladang, serta makhluk mitologi kuno seperti satyr dan sylvain.

Awalnya, karya seni bergaya Renaisans ini dibuat oleh pematung terkenal zaman dulu bernama Germain Pilon. Namun, saat jembatan direkonstruksi, deretan topeng asli tersebut diganti dengan salinan baru buatan para pematung hebat abad ke-19. Salah satunya adalah Fontenelle yang membuat 61 topeng khusus untuk dipasang di sisi hulu jembatan dekat Île de la Cité.

5. Membelah Île de la cité

Sisi barat Île de la Cité yang menampilkan taman Square du Vert-Galant dan Pont Neuf yang membentang di atas Sungai Seine.
Sisi barat Île de la Cité yang menampilkan taman Square du Vert-Galant dan Pont Neuf yang membentang di atas Sungai Seine. (pexels.com/Anna Holodna)

Secara geografis, Pont Neuf sebenarnya terbagi menjadi dua bagian terpisah yang membelah ujung barat pulau Île de la Cité. Bagian pertama memiliki lima lengkungan jembatan untuk menghubungkan area tepi kiri sungai ke pulau kecil tersebut. Sementara itu, bagian keduanya punya tujuh lengkungan jembatan yang menyambungkan pulau ke area tepi kanan Sungai Seine.

Menariknya, peta Paris kuno menunjukkan kalau jembatan ini awalnya hanya menyentuh sedikit bagian ujung hilir pulau tersebut. Seiring berjalannya waktu, pulau ini semakin meluas berkat adanya gundukan pasir alami serta pembangunan tanggul berlapis batu. Tepat di bagian tengah jembatan yang melintasi pulau ini, berdiri sebuah patung perunggu megah Raja Henry IV yang sedang menunggang kuda.

Pont Neuf membuktikan bahwa keindahan sejati tidak akan pudar oleh waktu. Perpaduan antara arsitektur batu yang menawan dan cerita sejarah berabad-abad di baliknya membuat jembatan tertua ini tetap menjadi simbol keajaiban kota Paris yang abadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More