Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Pulau Jeffrey Epstein, dari Alam Tropis ke Skandal Global

Pulau Little St. James
Pulau Little St. James (commons.wikimedia.org/Navin75)
Intinya sih...
  • Terletak di Kepulauan Virgin, Amerika Serikat
    • Pulau ini terletak di U.S. Virgin Islands, wilayah teritori Amerika Serikat di Laut Karibia.
    • Luas sekitar 28-30 hektar dan dapat dilihat dari garis pantai St. Thomas.
    • Punya akses terbatas dan terisolasi
      • Hanya dapat dikunjungi dengan kapal pribadi atau helikopter.
      • Tidak ada jalur ferry, pelabuhan umum, maupun fasilitas wisata komersial.
      • Hanya pulau ‘biasa’ sebelum dibeli Epstein tahun 1998
        • <
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di perairan Karibia yang dikenal dengan laut jernih dan resor mewah, terdapat sebuah pulau privat bernama Little Saint James. Secara visual, pulau ini tampak seperti surga tropis yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk dunia. Namun sejak akhir dekade 2010-an, Little Saint James justru dikenal sebagai salah satu lokasi paling kontroversial dalam sejarah kriminal modern.

Pulau ini menjadi sorotan internasional karena keterkaitannya dengan Jeffrey Epstein, pengelola investasi Amerika Serikat yang terseret kasus perdagangan dan eksploitasi seksual lintas negara. Nama Little Saint James pun berubah dari sekadar pulau privat menjadi simbol gelap penyalahgunaan kekuasaan dan privilege.

1. Terletak di Kepulauan Virgin, Amerika Serikat

Peta Little Saint James di Kepulauan Virgin
Peta Little Saint James di Kepulauan Virgin (commons.wikimedia.org/Category:Government of the United States Virgin Islands, Public domain)

Little Saint James terletak di U.S. Virgin Islands, wilayah teritori Amerika Serikat di Laut Karibia. Secara spesifik, pulau ini berada sekitar 2-3 kilometer di tenggara Pulau St. Thomas, salah satu pusat ekonomi dan pariwisata utama kawasan tersebut. Dari garis pantai St. Thomas, Little Saint James dapat terlihat jelas pada hari cerah. Pulau ini memiliki luas sekitar 28-30 hektar, menjadikannya relatif kecil tetapi cukup untuk pengembangan properti privat berskala besar. Di dekatnya terdapat Great Saint James, pulau yang lebih besar dan juga sempat berada di bawah kepemilikan Epstein.

2. Punya akses terbatas dan terisolasi

Pulau Little St. James, Virgin Island
Pulau Little St. James, Virgin Island (commons.wikimedia.org/Category:Government of the United States Virgin Islands, Public domain)

CNBC melaporkan bahwa Little Saint James adalah pulau privat yang terpencil dan dapat dikunjungi hanya dengan kapal pribadi atau helikopter. Tidak ada jalur ferry, pelabuhan umum, maupun fasilitas wisata komersial. Cara menjangkaunya adalah dengan terbang ke Bandara Cyril E. King di St. Thomas, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan speedboat privat atau helikopter. Keterbatasan akses inilah yang membuat pulau tersebut nyaris sepenuhnya terisolasi.

3. Hanya pulau ‘biasa’ sebelum dibeli Epstein tahun 1998

Sebuah kuil di Pulau Little St. James
Sebuah kuil di Pulau Little St. James (commons.wikimedia.org/Federal Bureau of Investigation, Public domain)

Sebelum dibeli Epstein, Little Saint James hanyalah salah satu dari banyak pulau privat di Karibia. Kepemilikannya berpindah tangan di kalangan investor swasta dan sempat dipasarkan sebagai properti eksklusif. Tidak ada catatan publik yang menunjukkan aktivitas mencurigakan atau perhatian khusus terhadap pulau ini pada masa tersebut.

Menurut laporan ABC News, pada 1998, sebuah perusahaan bernama L.S.J., LLC membeli Little Saint James dengan nilai sekitar 7,95 juta dolar Amerika atau setara Rp133,4 miliar. Dokumen kepemilikan menunjukkan bahwa perusahaan itu dikendalikan oleh Jeffrey Epstein. Sejak saat itu, pulau tersebut dikembangkan secara intensif sebagai kompleks privat tertutup.

Epstein membangun rumah utama, vila tamu, dermaga privat, serta helipad. Infrastruktur ini memungkinkan tamu datang dan pergi tanpa melewati fasilitas publik. Pulau tersebut juga dilengkapi sistem keamanan internal dan logistik mandiri, memperkuat sifatnya sebagai wilayah eksklusif yang sulit diakses pihak luar.

4. Pulau menjadi harta warisan setelah kematian Epstein

Beberapa fasilitas di Pulau Little St. James
Beberapa fasilitas di Pulau Little St. James (commons.wikimedia.org/Navin75)

Jeffrey Epstein meninggal dunia pada Agustus 2019 di penjara New York saat menunggu persidangan federal. Kematian ini memicu penyelidikan lanjutan terhadap aset-asetnya, termasuk Little Saint James. Pulau tersebut kemudian menjadi bagian dari harta warisan (estate) Epstein dan berada di bawah pengawasan hukum. Pemerintah U.S. Virgin Islands mengajukan gugatan perdata terhadap estate Epstein, menuduh bahwa properti tersebut digunakan untuk memfasilitasi kejahatan seksual dan pelanggaran hukum lainnya.

5. Pulau dijual pada investor

Alam tropis di Pulau Little St. James
Alam tropis di Pulau Little St. James (commons.wikimedia.org/Category:Government of the United States Virgin Islands, Public domain)

Pada 2023, setelah melalui proses hukum yang panjang, Little Saint James dan Great Saint James dijual kepada investor Amerika Stephen Deckoff. Penjualan ini menandai berakhirnya kepemilikan Epstein secara resmi atas pulau-pulau tersebut. Pemilik baru menyatakan rencana pengembangan ulang kawasan tersebut. Namun reputasi Little Saint James telah terlanjur melekat kuat di benak publik global sebagai simbol sisi gelap kekayaan dan kekuasaan tanpa pengawasan.

Secara fisik, Little Saint James tetaplah pulau tropis yang indah. Namun sejarah telah mengubah cara dunia memandangnya. Pulau ini menjadi pengingat bahwa ruang privat ekstrem, ketika bertemu dengan kekuasaan dan impunitas, dapat berubah menjadi tempat berlangsungnya kejahatan yang sistematis dan tersembunyi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

Siapa Perempuan di Balik Lukisan Mona Lisa? Ini Sosoknya

09 Feb 2026, 16:44 WIBScience