Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Rainbow Shield Bug, Serangga Pelangi dengan Bau Tak Sedap

Serangga Calidea dregii
serangga calidea dregii (commons.wikimedia.org/Frank Vassen)
Intinya sih...
  • Warna tubuh berkilau seperti pelangi
  • Termasuk kepik perisai
  • Mengeluarkan bau tak sedap sebagai pertahanan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Rainbow Shield Bug adalah salah satu serangga paling mencolok di dunia karena warna tubuhnya yang berkilau seperti pelangi. Kilau metalik hijau, biru, hingga merah membuat serangga ini tampak seperti perhiasan hidup. Namun di balik penampilannya yang indah, Rainbow Shield Bug menyimpan sisi lain yang cukup mengejutkan.

Serangga dengan nama ilmiah Calidea dregii ini berasal dari Afrika bagian selatan. Ia termasuk dalam kelompok kepik perisai yang memiliki tubuh lebar dan pipih. Berikut 5 fakta menarik serangga pelangi dengan bau tak sedap ini.

1. Warna tubuh berkilau seperti pelangi

Serangga Calidea dregii
serangga calidea dregii (inaturalist.org/adriench)

Ciri paling menonjol dari Rainbow Shield Bug adalah warna tubuhnya yang sangat cerah dan berkilau. Permukaannya memantulkan cahaya sehingga tampak hijau metalik, biru, hingga merah keunguan. Efek ini membuatnya terlihat seperti serangga berlapis cat metalik.

Warna mencolok ini bukan sekadar hiasan. Mengutip ScienceDirect, kilau tersebut berfungsi sebagai peringatan visual bagi predator. Banyak hewan menghindari serangga berwarna terang karena sering diasosiasikan dengan rasa tidak enak atau beracun.

2. Termasuk kepik perisai

Serangga Calidea dregii
serangga calidea dregii (inaturalist.org/Jandre Van Zyl)

Rainbow Shield Bug termasuk keluarga Scutelleridae, yang dikenal sebagai kepik perisai. Kelompok ini memiliki punggung lebar yang menutupi hampir seluruh tubuhnya. Bentuk tersebut menyerupai perisai, sehingga memberi perlindungan ekstra.

Dilansir Entomology Today, struktur tubuh ini membantu melindungi sayap dan organ penting. Selain itu, bentuk pipih memudahkan serangga bersembunyi di balik daun. Adaptasi ini membuat Rainbow Shield Bug cukup tangguh di habitat alaminya.

3. Mengeluarkan bau tak sedap sebagai pertahanan

Serangga Calidea dregii
serangga calidea dregii (inaturalist.org/Kyle Campbell)

Meski tampil cantik, Rainbow Shield Bug terkenal karena bau menyengat yang dikeluarkannya. Bau ini muncul saat serangga merasa terancam. Cairan beraroma tajam dilepaskan dari kelenjar khusus di tubuhnya.

Britannica menyebutkan bahwa bau tersebut berfungsi untuk mengusir predator. Banyak burung dan hewan kecil enggan mendekat setelah mencium aroma ini. Inilah alasan mengapa serangga ini jarang dimangsa meski warnanya mencolok.

4. Hidup di Afrika bagian selatan

Serangga Calidea dregii
serangga calidea dregii (inaturalist.org/Standa Pavouk)

Rainbow Shield Bug berasal dari wilayah Afrika bagian selatan. Dilansir Global Biodiversity Information Facility, serangga ini biasanya ditemukan di hutan, semak, dan area dengan vegetasi lebat. Lingkungan tersebut menyediakan makanan dan tempat berlindung yang cukup.

Spesies ini sering terlihat bertengger di daun atau batang tanaman. Aktivitasnya lebih banyak terjadi pada siang hari. Warna tubuhnya tampak semakin mencolok saat terkena cahaya matahari.

5. Pemakan cairan tumbuhan

Serangga Calidea dregii
serangga calidea dregii (inaturalist.org/Bart Wursten)

Rainbow Shield Bug termasuk serangga herbivora. Animal Diversity Web menjelaskan bahwa serangga ini memakan cairan dari daun atau batang tanaman menggunakan mulut berbentuk jarum. Cara makan ini umum pada serangga dari ordo Hemiptera.

Meski memakan tumbuhan, serangga ini jarang dianggap sebagai hama serius. Populasinya biasanya seimbang dengan ekosistem sekitar. Perannya lebih sebagai bagian dari rantai makanan alami.

Rainbow Shield Bug membuktikan bahwa keindahan di alam sering disertai mekanisme pertahanan yang unik. Warna pelangi yang memikat berpadu dengan bau menyengat untuk melindungi diri dari predator. Serangga ini menjadi contoh menarik bagaimana alam menyeimbangkan estetika dan fungsi dalam satu makhluk kecil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Unik Penguin, dari Romansa Setia sampai Kemampuan Berenang 

09 Feb 2026, 14:42 WIBScience