Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Yellow Breasted Bunting, Burung Migran yang Kini Kian Langka

burung yellow breasted bunting
burung yellow breasted bunting (ebird.org/Ayuwat Jearwattanakanok)
Intinya sih...
  • Ukuran tubuh kecil dengan ciri warna yang khas
  • Habitat yang luas namun semakin terfragmentasi
  • Perilaku migrasi dan kehidupan sosial
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Yellow breasted bunting (Emberiza aureola) adalah salah satu burung migran kecil yang dulu sangat melimpah di Asia dan Eropa. Burung ini dikenal lewat warna kuning cerah di bagian dada yang kontras dengan pola gelap di kepala dan punggung. Keberadaannya dulu begitu umum, sampai dijuluki sebagai salah satu burung paling sering dijumpai saat musim migrasi.

Namun dalam beberapa dekade terakhir, jumlahnya menurun drastis hingga statusnya berubah menjadi sangat mengkhawatirkan. Perubahan ini menjadikan yellow breasted bunting sebagai simbol nyata dampak aktivitas manusia terhadap burung migran. Kisahnya bukan cuma soal burung kecil, tapi juga soal ekosistem dan keseimbangan alam lintas negara. Yuk, kenali lebih dalam fakta-fakta penting tentang burung ini supaya kesadaran terhadap konservasi makin kuat!

1. Ukuran tubuh kecil dengan ciri warna yang khas

burung yellow breasted bunting
burung yellow breasted bunting (ebird.org/Natthaphat Chotjuckdikul)

Yellow breasted bunting memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil, dengan panjang sekitar 15-16 cm. Bentuk tubuhnya ramping dengan paruh kecil khas burung pemakan biji dan serangga. Ukuran ini membuatnya terlihat sederhana, tapi justru mudah dikenali saat berada dalam kelompok besar.

Ciri paling mencolok adalah dada kuning terang pada jantan dewasa, dengan pola hitam di kepala dan tenggorokan. Betina dan individu muda cenderung berwarna lebih pucat, dengan corak cokelat dan kuning yang lebih lembut. Perbedaan warna ini berperan dalam komunikasi visual dan seleksi pasangan selama musim kawin.

2. Habitat yang luas namun semakin terfragmentasi

burung yellow breasted bunting
burung yellow breasted bunting (ebird.org/Natthaphat Chotjuckdikul)

Secara alami, yellow breasted bunting berkembang biak di wilayah Rusia, Mongolia, dan sebagian Asia timur. Habitat favoritnya adalah padang rumput, semak terbuka, dan area pertanian dengan vegetasi rendah. Lingkungan seperti ini memberi ruang ideal untuk bersarang dan mencari makan.

Saat musim dingin, burung ini bermigrasi ke Asia tenggara, termasuk China, Thailand, Vietnam, dan negara-negara lain di kawasan tropis. Namun, fragmentasi habitat akibat alih fungsi lahan membuat banyak jalur migrasi dan lokasi singgah menjadi hilang. Kehilangan tempat istirahat ini sangat memengaruhi kelangsungan hidup burung migran kecil ini.

3. Perilaku migrasi dan kehidupan sosial

burung yellow breasted bunting
burung yellow breasted bunting (ebird.org/Parthasarathi Chakrabarti)

Yellow breasted bunting dikenal sebagai burung migran jarak jauh dengan pola perjalanan yang teratur. Mereka bermigrasi dalam kelompok besar, yang dulu bisa mencapai ribuan individu. Perilaku ini membantu mengurangi risiko predator sekaligus mempermudah pencarian sumber makanan.

Dalam kehidupan sehari-hari, burung ini cukup aktif di pagi dan sore hari. Mereka sering terlihat meloncat di tanah atau di semak rendah untuk mencari biji dan serangga kecil. Kehidupan sosial dalam kelompok juga membantu mereka berbagi informasi tentang lokasi makanan dan tempat singgah yang aman.

4. Pola makan dan peran ekologi

burung yellow breasted bunting
burung yellow breasted bunting (ebird.org/Zak Pohlen)

Pola makan yellow breasted bunting terdiri dari biji-bijian, rumput, dan serangga kecil. Pada musim berkembang biak, konsumsi serangga meningkat karena dibutuhkan protein lebih tinggi. Pola ini menunjukkan fleksibilitas diet yang membantu mereka bertahan di berbagai habitat.

Secara ekologi, burung ini berperan dalam pengendalian populasi serangga dan penyebaran biji tanaman. Aktivitas makannya membantu menjaga keseimbangan ekosistem padang rumput dan area pertanian. Hilangnya spesies ini bisa berdampak pada rantai makanan dan dinamika lingkungan secara lebih luas.

5. Pembiakan, ancaman, dan status konservasi

burung yellow breasted bunting
burung yellow breasted bunting (ebird.org/Chun Fai LO)

Musim pembiakan yellow breasted bunting biasanya berlangsung di wilayah utara pada musim semi dan panas. Sarang dibuat di tanah atau semak rendah, dengan jumlah telur sekitar 3 sampai 6 butir per musim. Induk betina bertugas mengerami telur, sementara jantan membantu menjaga wilayah dan memberi peringatan jika ada ancaman.

Ancaman terbesar datang dari perburuan massal, terutama di beberapa negara Asia, di mana burung ini pernah dikonsumsi sebagai makanan. Selain itu, hilangnya habitat dan perubahan iklim memperburuk tekanan terhadap populasi. Saat ini, yellow breasted bunting berstatus Critically Endangered menurut IUCN, menjadikannya salah satu burung migran dengan penurunan populasi tercepat di dunia.

Yellow breasted bunting adalah contoh nyata bagaimana spesies yang dulu melimpah bisa berubah menjadi sangat langka dalam waktu singkat. Fakta-faktanya menunjukkan betapa rapuhnya keseimbangan antara alam dan aktivitas manusia. Memahami kisah burung ini berarti juga memahami pentingnya menjaga jalur migrasi dan habitat alami. Setiap upaya konservasi memberi harapan agar burung migran kecil ini tetap terbang lintas benua di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

Mengapa Wallace’s Standardwing Disebut Burung Surga? Cek 5 Faktanya

09 Feb 2026, 11:49 WIBScience