Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Wallace’s Standardwing Disebut Burung Surga? Cek 5 Faktanya

Wallace’s Standardwing
Wallace’s Standardwing (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)
Intinya sih...
  • Dinamai untuk menghormati Alfred Russel Wallace
  • Hanya ditemukan di wilayah Maluku dan sekitarnya
  • Memiliki penampilan yang membuatnya dijuluki burung surga
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Wallace’s Standardwing menarik perhatian karena tampilannya yang terlihat menawan. Burung ini memiliki dada berwarna hijau metalik serta bulu putih panjang di bagian sayap yang dapat ditegakkan seperti bendera kecil saat menari di tajuk hutan.

Nama Wallace’s Standardwing memiliki latar belakang sejarah yang kuat karena berkaitan dengan Alfred Russel Wallace, penjelajah dan naturalis terkemuka abad ke 19. Kisah awal pengenalannya menjadikan burung ini sebagai lambang keindahan dan keunikan satwa asli Indonesia bagian timur.

1. Diberi nama untuk menghormati Alfred Russel Wallace

Wallace’s Standardwing
Wallace’s Standardwing (commons.wikimedia.org/Hectonichus)

Wallace’s Standardwing dinamai untuk menghormati Alfred Russel Wallace yang pertama kali menerima spesimen burung ini pada pertengahan abad ke 19. Nama ilmiahnya, Semioptera wallacii, merujuk pada bentuk sayap menyerupai lambang sekaligus menjadi bentuk penghargaan terhadap Wallace.

Kisah penamaannya menunjukkan bagaimana spesies langka dikenal dunia melalui proses penemuan di alam. Nama tersebut juga membantu masyarakat memahami keterkaitan burung ini dengan sejarah kawasan Wallacea yang dikenal kaya akan keunikan hayati.

2. Hanya ditemukan di wilayah Maluku dan sekitarnya

Wallace’s Standardwing
Wallace’s Standardwing (commons.wikimedia.org/Christoph Moning)

Wallace’s Standardwing hanya hidup di Kepulauan Maluku Utara terutama Pulau Halmahera dan beberapa pulau di sekitarnya sehingga berstatus endemis. Wilayah sebaran yang sempit membuat keberadaannya di alam liar jarang ditemui dan bernilai tinggi bagi pengamat burung.

Burung ini bergantung pada hutan primer dan sekunder di dataran rendah hingga menengah sebagai habitat utama. Keterbatasan habitat tersebut menjadikan perlindungan kawasan hutan sangat penting karena perubahan lahan atau kerusakan hutan dapat langsung memengaruhi jumlah populasinya.

3. Memiliki penampilan yang membuatnya dijuluki burung surga

Wallace’s Standardwing
Wallace’s Standardwing (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)

Jantan Wallace’s Standardwing memiliki mahkota berkilau dan perisai dada hijau yang mencolok, dengan ciri paling khas berupa sepasang bulu putih panjang di sendi sayap. Bulu tersebut dapat ditegakkan menyerupai bendera kecil saat ia menampilkan tarian kawin.

Kombinasi gerakan tubuh, warna cerah, dan bulu panjang membuat burung ini mudah dikenali bahkan dari jarak jauh dan menjadi alasan utama ia dijuluki burung surga. Momen ini kerap menjadi sorotan fotografer karena daya tariknya yang kuat untuk mendukung ekowisata.

4. Menarik perhatian melalui tarian kawin yang khas

Wallace’s Standardwing
Wallace’s Standardwing (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)

Saat musim kawin, burung jantan berkumpul dan menampilkan gerakan khas berupa getaran sayap serta memamerkan bulu putih untuk menarik perhatian betina. Penampilan ini tidak hanya menonjolkan keindahan, tetapi juga menjadi cara jantan menunjukkan kondisi fisik dan perannya dalam persaingan kawin.

Di alam, pertunjukan tersebut berlangsung singkat namun sering diulang di lokasi yang sama, sehingga satu tempat dapat menjadi pusat aktivitas beberapa jantan. Pola ini serupa dengan perilaku kawin burung surga lainnya, meski Wallace’s Standardwing tetap memiliki gaya yang membedakannya dari spesies lain.

5. Populasinya masih stabil namun tetap menghadapi ancaman

Wallace’s Standardwing
Wallace’s Standardwing (commons.wikimedia.org/Naturalis Biodiversity Center)

Burung ini saat ini belum masuk kategori terancam serius, tetapi tetap berada dalam kondisi rentan akibat penyusutan habitat. Situasi tersebut menunjukkan bahwa meskipun populasinya masih bertahan, perubahan lingkungan dapat dengan cepat memperburuk keadaannya.

Upaya menjaga kawasan hutan dan mengawasi keberadaan burung ini di beberapa wilayah Maluku menjadi langkah penting untuk memastikan kelangsungan hidupnya. Peran masyarakat setempat melalui kegiatan wisata alam dan perlindungan lingkungan juga dapat membantu menekan perburuan liar serta kerusakan habitat.

Wallace’s Standardwing dijuluki burung surga karena tampilan dan tarian kawinnya yang luar biasa serta kisah sejarah yang melekat pada namanya. Meski belum menghadapi ancaman serius, upaya menjaga habitatnya tetap penting agar keindahan burung ini tidak hilang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Yellow Breasted Bunting, Burung Migran yang Kini Kian Langka

09 Feb 2026, 12:29 WIBScience