Di balik rimbunnya hutan tropis Asia Tenggara, tersembunyi seekor burung dengan warna kontras yang memikat perhatian para pengamat burung. Actenoides concretus, atau Rufous-collared Kingfisher, dikenal dalam bahasa Indonesia sebagai cekakak-hutan melayu. Spesies ini bukan hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki karakter ekologis yang unik dibandingkan kebanyakan raja udang lainnya.
Berbeda dari citra umum kingfisher yang identik dengan sungai dan danau, burung ini justru lebih sering ditemukan jauh di dalam hutan lebat. Kehadirannya menjadi indikator penting bagi kesehatan ekosistem hutan dataran rendah. Berikut 5 fakta menarik Cekakak-hutan melayu yang menawan ini.
