Manzano, Luis E. Salazar, Teresa Paneque-Carreño, Martin A. Cordiner, Edwin A. Bergin, Hsing Wen Lin, Dariusz C. Lis, David W. Gerdes, et al. “Water D/H in 3I/ATLAS as a Probe of Formation Conditions in Another Planetary System.” Nature Astronomy, April 23, 2026.
Komet Antarbintang 3I/ATLAS Ternyata Berasal dari Wilayah Super Dingin

- Komet antarbintang 3I/ATLAS diperkirakan berusia sekitar 11 miliar tahun, menjadikannya salah satu objek tertua yang pernah melintas di Tata Surya.
- Pengamatan dengan teleskop ALMA menemukan kadar deuterium tinggi dalam air komet, menandakan asal-usulnya dari wilayah galaksi yang sangat dingin dan terisolasi.
- Asal pasti 3I/ATLAS masih misterius, namun data kimia dan fisiknya memberi petunjuk penting tentang kondisi awal pembentukan planet di masa muda galaksi.
Sebuah komet misterius yang melintas di Tata Surya kita tahun lalu ternyata menyimpan cerita kosmik yang jauh lebih tua dari Matahari. Dikenal sebagai 3I/ATLAS, objek ini merupakan salah satu dari sedikit pengunjung antarbintang atau interstellar yang pernah terdeteksi, dan mungkin yang paling tua.
Para astronom memperkirakan usia komet ini bisa mencapai 11 miliar tahun, lebih dari dua kali usia Matahari. Temuan ini menunjukkan bahwa komet tersebut kemungkinan berasal dari wilayah galaksi yang sangat dingin dan terisolasi, bahkan sebelum terbentuknya sistem bintang seperti Tata Surya kita.
1. Komet menunjukkan jejak kimia yang unik
Tim peneliti yang dipimpin oleh University of Michigan menggunakan observatorium Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) di Gurun Atacama, Chile, untuk mengamati 3I/ATLAS saat melintas. Komet ini pertama kali ditemukan pada musim panas tahun lalu, memberi waktu bagi NASA dan European Space Agency untuk mengarahkan berbagai teleskop luar angkasa ketika objek tersebut melintas dekat Mars pada Oktober dan mencapai jarak terdekatnya ke Bumi pada Desember.
Kini, komet tersebut telah melewati Jupiter dan terus menjauh dari Tata Surya, hanya bisa diamati oleh para profesional. Dari pengamatan tersebut, ilmuwan menemukan kandungan deuterium atau hidrogen berat dalam jumlah yang sangat tinggi di dalam air komet. Hal ini memberikan petunjuk penting tentang asal-usulnya yang ekstrem dan sangat dingin.
2. Berasal dari lingkungan kosmik yang sangat dingin

Kandungan deuterium yang tinggi pada 3I/ATLAS memberi petunjuk bahwa komet ini kemungkinan terbentuk di lingkungan yang jauh lebih dingin dibandingkan wilayah tempat Matahari lahir. Menurut Teresa Paneque-Carreno dari University of Michigan, kondisi ini bahkan bisa terjadi sebelum bintang induk dari sistem komet tersebut benar-benar terbentuk.
Berbeda dengan Matahari yang kemungkinan lahir di lingkungan dengan banyak bintang muda di sekitarnya, sistem asal komet ini diduga lebih terisolasi. Minimnya pengaruh panas dari bintang lain membuat wilayah tersebut tetap sangat dingin yang menciptakan kondisi unik yang terekam dalam komposisi kimia komet hingga miliaran tahun kemudian.
3. Asal-usul masih misterius
Meski banyak temuan baru, lokasi pasti asal 3I/ATLAS masih belum diketahui. Pengamatan menggunakan Hubble Space Telescope memperkirakan inti komet ini berukuran antara sekitar 440 meter hingga 5,6 kilometer, menunjukkan variasi ukuran yang cukup besar untuk objek antarbintang.
Saat ini, komet tersebut terus melaju menjauh dengan kecepatan sekitar 220.000 km/jam, meninggalkan Tata Surya untuk selamanya. Meski demikian, para ilmuwan berharap bahwa potongan-potongan data yang berhasil dikumpulkan, mulai dari komposisi kimia hingga karakteristik fisiknya, bisa membantu mengungkap bagaimana kondisi pembentukan planet pada masa awal galaksi.
Meski 3I/ATLAS kini telah menjauh dari jangkauan, data yang ditinggalkannya memberi peluang langka untuk memahami kondisi awal pembentukan sistem bintang di galaksi. Temuan ini bisa membantu ilmuwan menelusuri asal-usul materi yang membentuk planet, termasuk Bumi.
Referensi


















![[QUIZ] Dari Jenis Lapisan Atmosfer, Ini Cara Kamu Melindungi Dirimu](https://image.idntimes.com/post/20250601/pexels-pixabay-71116-49b55fb7e62e8698485c220fb59163fd-c3c3a5707eef7ba7139ec15c4b8e1fff.jpg)