Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Turquoise Tanager, Burung Cantik Penghuni Hutan Hujan Amazon
burung tangara mexicana (commons.wikimedia.org/Doug Janson)
  • Turquoise Tanager adalah burung kecil berwarna biru toska, hitam, dan kuning yang hidup di hutan hujan Amazon serta menjadi ikon burung tropis Amerika Selatan.
  • Spesies ini tersebar luas di Brasil hingga Trinidad, hidup di tajuk pepohonan hutan lembap, dan berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem melalui pola makan omnivor.
  • Meski bernama ilmiah Tangara mexicana, burung ini tidak berasal dari Meksiko; nama tersebut muncul akibat kekeliruan sejarah penamaan pada abad ke-18.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hutan hujan Amazon menjadi rumah bagi ribuan spesies burung dengan warna yang memukau. Salah satunya adalah Turquoise Tanager (Tangara mexicana), burung kecil yang terkenal karena perpaduan bulu biru toska, hitam, dan kuning yang begitu mencolok. Penampilannya yang menawan membuat spesies ini menjadi favorit para pengamat burung maupun fotografer satwa liar.

Meski memiliki nama ilmiah Tangara mexicana, burung ini justru hidup di kawasan Amerika Selatan, bukan Meksiko. Turquoise Tanager menghabiskan sebagian besar waktunya di tajuk pepohonan untuk mencari makan dan berinteraksi dengan burung lain. Yuk, kita simak 5 fakta menarik Turquoise Tanager, burung cantik penghuni hutan hujan Amazon ini!

1. Memiliki perpaduan warna bulu yang sangat mencolok

burung tangara mexicana (inaturalist.org/max_hof_mann)

Turquoise Tanager dikenal sebagai salah satu burung paling berwarna di keluarga tanager. Tubuhnya didominasi warna biru toska cerah yang berpadu dengan sayap dan punggung hitam, sedangkan bagian bawah tubuhnya dihiasi warna kuning hingga hijau kekuningan. Kombinasi tersebut membuatnya mudah dikenali meskipun berada di antara rimbunnya dedaunan hutan.

Dilansir Smithsonian's National Zoo & Conservation Biology Institute, burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 13-14 sentimeter dengan bentuk tubuh yang ramping. Jantan dan betina memiliki penampilan yang hampir sama sehingga cukup sulit dibedakan hanya dari warna bulunya. Keindahan warnanya menjadi salah satu alasan Turquoise Tanager sering dijadikan ikon burung tropis Amerika Selatan.

2. Menghuni hutan hujan tropis di Amerika Selatan

burung tangara mexicana (inaturalist.org/Franck Gueff)

Turquoise Tanager memiliki persebaran yang cukup luas di bagian utara Amerika Selatan. Dilansir eBird, burung ini dapat ditemukan di Brasil, Kolombia, Venezuela, Guyana, Suriname, Guyana Prancis, Bolivia bagian utara, hingga pulau Trinidad. Sebagian besar populasinya menghuni hutan hujan dataran rendah yang lembap dan kaya akan pepohonan.

Selain hutan primer, Turquoise Tanager juga dapat dijumpai di hutan sekuder, tepi hutan, maupun kawasan dengan vegetasi yang masih cukup rapat. Burung ini lebih sering beraktivitas di lapisan tajuk pohon dibandingkan turun ke permukaan tanah. Habitat tersebut menyediakan sumber makanan sekaligus perlindungan dari predator.

3. Mengonsumsi buah, nektar, dan serangga

burung tangara mexicana (inaturalist.org/Marcelo Maux)

Turquoise Tanager termasuk burung omnivor dengan pola makan yang cukup beragam. Dilansir Birds of Bolivia, makanan utamanya berupa buah-buahan kecil, tetapi burung ini juga memakan nektar bunga, serangga, laba-laba, dan berbagai artropoda lainnya. Pola makan tersebut membantu memenuhi kebutuhan energi sekaligus protein sepanjang tahun.

Kebiasaan memakan buah menjadikan Turquoise Tanager berperan sebagai penyebar biji di hutan tropis. Sementara itu, konsumsi serangga membantu menjaga keseimbangan populasi hewan kecil di habitatnya. Dengan demikian, spesies ini memiliki kontribusi penting dalam menjaga kesehatan ekosistem hutan.

4. Sering bergabung dengan kawanan burung campuran

burung tangara mexicana (inaturalist.org/Rich Kostecke)

Alih-alih mencari makan sendirian, Turquoise Tanager lebih sering terlihat bergabung dengan kawanan campuran yang terdiri atas berbagai spesies burung hutan lainnya. Perilaku ini umum dijumpai pada anggota keluarga tanager dan membantu meningkatkan peluang menemukan sumber makanan. Selain itu, keberadaan banyak burung dalam satu kelompok juga dapat mengurangi risiko diserang predator.

Saat bergerak di antara pepohonan, Turquoise Tanager aktif berpindah dari satu cabang ke cabang lainnya sambil mencari buah dan serangga. Mereka tetap mempertahankan komunikasi melalui suara-suara pendek dengan anggota kelompoknya. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu ciri perilaku sosial spesies ini di alam liar.

5. Nama ilmiahnya tidak mencerminkan daerah persebarannya

burung tangara mexicana (inaturalist.org/Stephen John Davies)

Nama ilmiah Turquoise Tanager adalah Tangara mexicana, tetapi spesies ini tidak hidup secara alami di Meksiko. Dilansir Smithsonian's National Zoo & Conservation Biology Institute, nama tersebut berasal dari sejarah penamaan ilmiah pada abad ke-18, ketika informasi mengenai persebaran satwa di Dunia Baru masih belum sepenuhnya akurat. Akibatnya, nama spesies tetap dipertahankan meskipun diketahui tidak sesuai dengan wilayah persebarannya.

Saat ini, Turquoise Tanager diketahui hanya menghuni kawasan Amerika Selatan dan Pulau Trinidad. Fakta tersebut sering membuat orang yang baru mengenal spesies ini merasa bingung karena mengira burung tersebut berasal dari Meksiko. Keunikan sejarah penamaan ini menjadi salah satu hal menarik yang membedakan Turquoise Tanager dari banyak burung lainnya.

Turquoise Tanager merupakan salah satu burung tropis yang memperlihatkan betapa kayanya keanekaragaman hayati hujan hujan Amerika Selatan. Perpaduan warna bulunya yang memukau, perilaku sosialnya, serta perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem membuat spesies ini menarik untuk dipelajari. Menjaga kelestarian hutan tropis berarti turut melindungi habitat alami Turquoise Tanager dan berbagai satwa lain yang bergantung pada ekosistem tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article