Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Unik Bangau Oriental, Burung Penyendiri yang Terancam

5 Fakta Unik Bangau Oriental, Burung Penyendiri yang Terancam
bangau oriental (commons.wikimedia.org/Spaceaero2)
Intinya Sih
  • Bangau oriental adalah burung besar asal Asia Timur dengan ciri khas kaki merah dan tubuh dominan putih-hitam, hidup di area lembap seperti sungai dan rawa.
  • Populasinya kini terancam punah dengan jumlah hanya sekitar 1.000–2.499 individu akibat kerusakan habitat, perburuan liar, industrialisasi, serta perubahan iklim.
  • Sebagai predator puncak, bangau oriental memangsa ikan hingga hewan kecil lain, hidup soliter kecuali saat musim kawin ketika mereka berpasangan dan bertelur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Wilayah oriental mencakup daerah di sekitar Asia Timur seperti Korea, Jepang, dan China. Wilayah tersebut memiliki keberagaman satwa yang unik dan berbeda dari daerah lain. Salah satu hewan unik yang bisa ditemukan di wilayah oriental adalah Ciconia boyciana atau bangau oriental. Burung tersebut punya tubuh berukuran besar, sayap hitam, dan kaki berwarna merah.

Seperti spesies lain, habitat bangau oriental adalah area lembap seperti sungai. Ia merupakan pemburu ikan, kerap berkelana sendirian, dan saat ini populasinya kian menurun. Bangau oriental juga merupakan hewan terancam punah yang eksistensinya harus dijaga. Yuk, simak berbagai fakta unik bangau oriental di bawah ini.

1. Bangau oriental punya kaki berwarna merah

bangau oriental
bangau oriental (commons.wikimedia.org/pelican)

Ciri fisik menjadi salah satu keunikan utama dari bangau oriental. Jika dilihat, ciri fisiknya tak berbeda dari bangau lain, yaitu tubuh berwarna putih, ekor hitam, sayap hitam, dan paruh hitam. Lehernya juga panjang dan badannya besar serta membulat. Panjang maksimalnya 1,5 meter, bobotnya 2.8-5.9 kilogram, dan bentang sayapnya mencapai 2.22 meter. Namun, bangau oriental memiliki satu keunikan, yaitu kaki yang berwarna merah. Warna tersebut terlihat sangat kontras dari keseluruhan tubuhnya yang hanya didominasi oleh dua warna, yaitu hitam dan putih.

2. Bangau oriental menghuni wilayah Asia Timur

bangau oriental
bangau oriental (commons.wikimedia.org/Se Lena)

Data penyebaran dari BirdLife DataZone mengungkap fakta kalau bangau oriental bisa ditemukan di wilayah Asia Timur, tepatnya di wilayah China, Jepang, dan Korea. Selain itu, bangau ini juga menghuni sebagian wilayah Rusia. Menariknya, burung ini hanya bereproduksi di China dan Rusia. Ia tidak bereproduksi di Jepang dan terkadang hanya lewat di wilayah Korea dalam rangka migrasi. Menariknya, tiap wilayah punya penamaan yang berbeda untuk burung ini, seperti konotori di Jepang dan hwangsae di Korea Selatan.

3. Bangau oriental merupakan hewan terancam punah

bangau oriental
bangau oriental (commons.wikimedia.org/Se Lena)

Berdasarkan data dari IUCN Red List, populasi bangau oriental terus mengalami penurunan. Karena itu, ia dimasukan ke kategori endangered (terancam). Saat ini, diperkirakan hanya tersisa sekitar 1.000 hingga 2.499 individu di alam liar. Lebih lanjut, bangau oriental bisa dijumpai di 100 lokasi berbeda di seluruh dunia. Ancaman bagi burung ini juga datang dari banyak aspek, mulai dari kerusakan habitat, perburuan liar, aktivitas manusia, industrialisasi, bencana alam, perubahan iklim, hingga adanya aktivitas militer.

4. Bangau oriental merupakan hewan penyendiri

bangau oriental
bangau oriental (commons.wikimedia.org/Ltshears)

Dilansir iNaturalist, bangau oriental sebenarnya merupakan hewan soliter yang hidup menyendiri. Meski begitu, ia akan mengubah sifatnya saat musim kawin tiba. Burung tersebut akan mulai berkelompok, mencari pasangan, dan mendekati sesamanya. Setelah menemukan pasangan, burung ini akan kawin dan individu betina bisa menghasilkan dua hingga enam butir telur. Setelah musim kawin selesai, bangau oriental akan melakukan migrasi ke China bagian timur (biasanya dilakukan pada September).

5. Bangau oriental merupakan predator puncak

bangau oriental
bangau oriental (commons.wikimedia.org/Christoph Moning)

Nama bangau sudah melekat dengan area lembap yang penuh akan sumber air. Hal tersebut juga berlaku bagi bangau oriental yang kerap ditemukan di sungai, rawa, kolam, hingga area pinggir pantai. Dilansir Avibase, bangau oriental merupakan apex predator atau predator puncak di habitatnya sehingga ia berada di puncak rantai makanan. Sebagai apex predator, bangau oriental bisa memangsa berbagai jenis hewan, mulai dari ikan, katak, kodok, reptil, burung kecil, hingga hewan pengerat.

Ada satu hal yang didapat setelah mengetahui berbagai fakta unik bangau oriental, yaitu ia merupakan burung air berukuran besar yang kehidupannya penuh rintangan. Sebab, burung tersebut tak hanya bertarung dengan alam liar yang keras atau ancaman predator. Namun, ia harus bertahan dari manusia itu sendiri. Jadi, agar tak punah maka eksistensi bangau oriental harus dijaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More