Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Fakta Monreale Cathedral, Gereja Ikonik dan Bersejarah di Sisilia

4 Fakta Monreale Cathedral, Gereja Ikonik dan Bersejarah di Sisilia
potret fasad Katedral Monreale (commons.wikimedia.org/Holger Uwe Schmitt)
Intinya Sih
  • Katedral Monreale di Sisilia dibangun pada abad ke-12 oleh Raja Norman William II, menampilkan perpaduan arsitektur Norman, Arab, dan Byzantium yang mencerminkan sejarah multikultural wilayah tersebut.
  • Interior katedral dihiasi mozaik emas bergaya Byzantium seluas lebih dari 6.400 meter persegi, termasuk ikon terkenal Christ Pantocrator yang menjadi simbol utama gereja ini.
  • Kompleks katedral memiliki cloister Benediktin abad ke-12 dengan 228 pilar berukir indah dan telah diakui UNESCO sebagai situs warisan dunia karena nilai sejarah serta seni arsitekturnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Duomo di Monreale atau yang lebih dikenal dengan nama Katedral Monreale adalah gereja Katolik Roma tempat kedudukan Uskup Agung Monreale, Uskup wilayah Keuskupan Agung Monreale, salah satu Keuskupan bersejarah di Italia yang telah berdiri sejak abad ke-12. Saat ini Keuskupan Agung Monreale merupakan Keuskupan sufragan dari Keuskupan Agung Metropolit Palermo.

Katedral Monreale yang merupakan salah satu pusat turisme di Italia ini berlokasi di comune Monreale, Kota Palermo, Sisilia, Italia. Berjarak sekitar 9,5 km dari pusat Kota Palermo dan dapat diakses dengan kendaraan umum dengan waktu tempuh sekitar 50 menit. Menurut laman Italy Notes, Katedral Monreale merupakan salah satu "harta karun" terbesar di Pulau Sisilia yang terkenal dengan dekorasi mozaik emas bergaya Byzantiumnya yang menakjubkan.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai gereja yang juga menginspirasi para seniman dan pujangga selama berabad-abad ini? Simak empat fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Dibangun pada abad ke-12 dengan perpaduan arsitektur yang unik

Dilansir laman Duomo Monreale, pada tahun 1172, Raja Norman terakhir yang menguasai Sisilia, William II memutuskan untuk membangun kompleks gereja biara di Monte Caputo dan mempercayakan pengelolaannya kepada para biarawan Benediktin. Seluruh kompleks bangunan religius tersebut didedikasikan untuk Bunda Maria, Ibunda Yesus Kristus dengan gelar Santa Maria Nuova. Menurut kisah legenda, ketika Raja William II tertidur di bawah pohon carob saat berburu di hutan dekat Monreale ia bermimpi melihat Bunda Maria yang memintanya untuk membangun gereja di tempatnya berbaring.

Gereja mulai dibangun pada tahun 1172 dan diselesaikan pada tahun 1267, diberkati serta diresmikan oleh Paus Clement IV. Sebelum diselesaikan sepenuhnya, pada tahun 1178 gereja tersebut telah dinaikkan statusnya menjadi katedral. Sisilia telah menyaksikan pergantian kekuasaan selama berabad-abad dari Byzantium, Arab hingga Norman, dan selama zaman keemasan Norman, berbagai budaya hidup berdampingan dan Katedral Monreale menampilkan pengaruh Norman, Byzantium dan Arab dalam arsitekturnya yang unik dengan ciri khas kekokohan struktur Normandia, kubah dan motif geometri Arab serta mozaik emas bergaya Byzantium.

2. Memiliki mozaik emas yang menakjubkan

potret interior Katedral Monreale, Sisilia, Italia yang terkenal dengan mozaik bergaya Byzantiumnya yang indah
potret interior Katedral Monreale, Sisilia, Italia yang terkenal dengan mozaik bergaya Byzantiumnya yang indah (commons.wikimedia.org/Pjt56)

Salah satu fitur menarik dari katedral Monreale ini adalah mozaik emasnya yang menakjubkan. Menurut laman BBC dalam artikelnya yang berjudul "It's Pure Beauty' - Italy's Largest Medieval Mosaics Restored", Katedral Monreale memiliki mozaik bergaya Byzantium terbesar di Italia dan terbesar kedua di dunia setelah mozaik Hagia Sophia di Istanbul, Turki. Mozaik tersebut membentang lebih dari 6.400 meter persegi dan dibuat oleh senimannya dengan menggunakan sekitar 2.200 kg lembaran emas (gold leaf) murni.

Mozaik-mozaik yang banyak terdapat di bagian interior katedral tersebut menggambarkan kisah-kisah Alkitab dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru. Salah satu mozaik yang paling terkenal adalah ikon masif Christ Pantocrator di bagian apse yang terletak di ujung gereja. Christ Pantocrator adalah gambar ikonik dalam Kekristenan Timur yang menggambarkan Yesus Kristus sebagai Tuhan. Seiring perjalanan waktu mozaik-mozaik tersebut telah mengalami sejumlah restorasi berkelanjutan untuk mengembalikan dan mempertahankan kecermerlangan warnanya.

3. Memiliki cloister (koridor beratap) ikonik

potret koridor beratap (cloister) dengan ratusan pilar di kompleks Katedral Monreale
potret koridor beratap (cloister) dengan ratusan pilar di kompleks Katedral Monreale (commons.wikimedia.org/Berthold Werner)

Di dalam kompleks katedralnya terdapat koridor beratap (cloister) ikonik dari abad ke-12 di Sisilia yang disebut sebagai Cloister Benediktin. Dalam arsitektur, cloister adalah koridor jalan beratap yang membentang di sepanjang dinding bangunan dan biasanya membentuk halaman terbuka persegi panjang di dalam bangunan biara atau pun gereja katedral. Menurut laman Visit Sicily, cloister yang juga berasal dari zaman Raja Norman William II berkuasa di abad ke-12 tersebut merupakan bagian dari Biara Benediktin yang menjadi bagian dari kompleks Katedral Monreale.

Cloister tersebut berbentuk persegi panjang dengan ukuran 47 x 47 meter persegi dengan tata letak yang merupakan perpaduan era Kristen dan era Arab terutama dalam tata letak tamannya. Cloister tersebut memiliki 228 buah pilar berpasangan, yang bagian atas pilarnya didekorasi dengan hiasan motif tumbuhan dan hewan. Motif hiasan kepala pilar ke-19 di baris barat sangat menarik, karena Raja William II digambarkan mempersembahkan katedral ini kepada Bunda Maria. Cloister Katedral Monreal ini merupakan salah satu cloister abad pertengahan terpenting di wilayah Mediterania.

4. Merupakan situs warisan dunia UNESCO

potret mozaik indah yang menghasi bagian nave (lorong) katedral
potret mozaik indah yang menghasi bagian nave (lorong) katedral (commons.wikimedia.org/Holger Uwe Schmitt)

Karena tingginya nilai sejarah, Katedral Monreale ini juga ditetapkan sebagai bagian dari situs warisan dunia oleh UNESCO. Menurut laman UNESCO, Katedral Monreale ditetapkan sebagai situs warisan dunia bersama sejumlah bangunan sipil dan keagamaan lainnya dari era Kerajaan Norman di Sisilia, Italia (1130-1194).

Secara kolektif, bangunan-bangunan tersebut termasuk Katedral Monreale merupakan contoh sinkrestisme atau perpaduan sosial budaya antara budaya barat, Arab-Islam dan Byzantium di Pulau Sisilia yang melahirkan konsep-konsep baru tentang tata ruang, struktur dan seni dekorasi. Selain sebagai bagian dari situs warisan dunia UNESCO, Katedral Monreale tersebut telah ditetapkan sebagai salah satu monumen nasional Italia dan merupakan salah satu obyek wisata terpenting di Pulau Sisilia, Italia.

Jangan lupa untuk mengunjungi gereja katedral yang megah dan indah ini jika nanti ada kesempatan untuk berwisata ke Pulau Sisilia, Italia ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More