5 Fakta Unik Rayap Conehead, Spesies Endemik Neotropik

- Rayap conehead (Nasutitermes corniger) adalah spesies eusosial yang hidup berkoloni besar, bekerja sama menjaga keturunan, dan hanya sebagian individu yang dapat bereproduksi.
- Spesies ini endemik di wilayah Neotropik seperti Meksiko hingga Brasil, namun kini juga ditemukan di Florida dengan habitat hutan tropis hingga area urban.
- Rayap conehead bersimbiosis dengan mikroorganisme pengurai kayu dan sering berbagi atau ditinggali semut dalam sarangnya, membentuk koloni kompleks dengan ratu, raja, serta ribuan laron.
Nama rayap conehead mungkin terdengar asing di telinga kamu. Sebab, spesies rayap dengan nama ilmiah Nasutitermes corniger tersebut tidak bisa ditemukan di Tanah Air. Meski begitu, rayap conehead adalah spesies yang sangat unik karena punya kepala hitam besar dengan tonjolan runcing yang mirip cone, serupa dengan namanya.
Selain nama dan ciri fisiknya, rayap conehead juga menunjukkan keunikan di aspek lain. Contohnya, ia memiliki simbiosis dengan organisme mikroskopis dan sarangnya sering dihuni oleh koloni semut. Penasaran dengan semua keunikan tersebut? Kita ulik hingga tuntas di bawah ini, yuk.
1. Rayap conehead adalah spesies eusosial

Laman EBSCO menjelaskan kalau spesies eusosial adalah spesies yang hidup bersama di satu koloni besar dan saling bekerja sama untuk bertahan hidup. Terdapat empat ciri dari spesies eusosial, yaitu hidup berkelompok, saling bekerja sama menjaga keturunan, ada banyak generasi yang hidup di satu kelompok, dan hanya ada beberapa individu yang bisa bereproduksi. Rayap conehead (seperti spesies rayap lain) memenuhi empat ciri tersebut. Selain rayap conehead, beberapa spesies euasosial lain adalah semut, tawon, dan lebah.
2. Rayap conehead menghuni wilayah Neotropik

Jika melihat peta penyebaran di GBIF, rayap conehead hanya menghuni wilayah Neotropik, tepatnya dari Meksiko, Guatelama, El Salvador, Kepulauan Bahama, Kepualauan Karibia, Venezuela, hingga Brazil. Selain di wilayah Neotropik, baru-baru ini rayap conehead juga mulai ditemukan di wilayah Amerika Serikat, tepatnya di Negara Bagian Florida yang beriklim tropis. Habitat rayap conehead tak jauh berbeda dari spesies lain, yaitu mencakup hutan hujan tropis, savana, padang rumput, hingga area urban.
3. Sarangnya kerap dihuni oleh semut

Artikel di jurnal Journal of Insect Behavior menjelaskan kalau berbagai spesies semut akan menggunakan sarang rayap conehead yang sudah ditinggalkan sebagai tempat tinggal baru. Selain itu, beberapa spesies semut juga akan memangsa rayap conehead. Dolichoderus bispinosus merupakan salah satu spesies semut yang menjadi predator utamanya.
Di sisi lain, Dolichoderus diversus dan genus Camponotus merupakan jenis semut yang kerap menggunakan sarang rayap conehead. Menariknya, terkadang rayap conehead dan semut bisa hidup berdampingan di satu sarang yang sama. Namun, di sarang tersebut biasanya tak terdapat ratu rayap. Jadi, bisa disimpulkan kalau semut dan rayap tersebut hidup dalam koloni polydomous.
4. Melakukan simbiosis dengan mikroorganisme

Penelitian pada 2007 pernah menganalisis mikroorganisme di dalam sistem pencernaan rayap conehead. Dari penelitian tersebut ditemukan banyak mikroorganisme di perut rayap tersebut, khususnya mikroorganisme dari filum Fibrobacterota dan Spirochaetota. Setelah diteliti lebih dalam, semua mikroorganisme tersebut memiliki simbiosis dengan rayap conehead, yaitu sebagai pengurai kayu.
Selain itu, mikroorganisme di perut rayap conehead juga bisa mengikat nitrogen dengan laju 0,25-1,0 mg N per koloni per jam. Hal tersebut menunjukkan waktu penggandaan nitrogen sekitar 200–500 hari. Hal tersebut memungkinkan seluruh populasi koloni untuk digantikan satu atau dua kali dalam setahun.
5. Koloni rayap conehead dihuni oleh ratu, raja, hingga laron

Dikutip iNaturalist, koloni dewasa bisa dengan 50,000 hingga 400,000 ekor rayap infertil bisa menghasilkan sekitar 5,000 hingga 25,000 ekor laron. Selain itu, beberapa koloni raksasa juga tak akan memproduksi keturunan yang fertil. Bayi rayap akan dirawat dalam waktu 5 hingga 8 bulan di koloni sebelum menjadi laron dan pergi untuk melakukan perkawinan.
Setelah tumbuh dewasa, biasanya 35 persen dari massa koloni mencakup laron itu sendiri. Menariknya, koloni yang masih muda biasanya memiliki banyak ratu dan raja rayap yang hidup berdampingan di satu ruangan. Di sisi lain, koloni yang lebih tua bisa memiliki hingga 33 ekor ratu dan hanya punya satu raja.
Sebagai hewan kecil, rayap conehead membuktikan kalau ia merupakan makhluk hidup yang tangguh. Kebiasaannya untuk hidup berkelompok, kerja samanya dengan spesies lain, dan ukuran koloninya yang besar menjadi tiga aspek penting yang menyokong kehidupan hewan tersebut. Jadi, rayap conehead mengajarkan pada kita kalau ukuran bukan segalanya.


















