Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Unik Black Tailed Rattlesnake, Ular Perenang Andal!

5 Fakta Unik Black Tailed Rattlesnake, Ular Perenang Andal!
Black tailed rattlesnake (commons.wikimedia.org/Patrick Alexander)
Intinya Sih
  • Black tailed rattlesnake merupakan ular beracun dengan gigitan mematikan
  • Populasi mereka hanya ada di Amerika Serikat dan Meksiko, hidup di daerah bersuhu panas, dan memakan berbagai jenis mamalia, burung, dan reptil kecil
  • Ular ini menerapkan sistem perkawinan monogami, sang betina melahirkan hingga 12 bayi ular, belum dilindungi oleh IUCN karena populasi masih stabil
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Rattlesnake atau ular derik termasuk jenis ular beracun. Mereka memiliki banyak spesies salah satunya black tailed rattlesnake. Ular ini dikenal akan kemampuan berburunya yang handal karena pergerakannya yang gesit serta gigitan yang sangat mematikan.

Di alam liar, black tailed rattlesnake sangat mudah dikenali karena mempunyai ciri khas khusus di bagian tubuhnya. Mampu bertahan hidup lama, inilah beberapa fakta menarik seputar black tailed rattlesnake dilansir dari laman Animalia dan Animaldiversity, sebagai berikut:

1. Habitat asli black tailed rattlesnake

Black tailed rattlesnake (commons.wikimedia.org/Greg Schechter)
Black tailed rattlesnake (commons.wikimedia.org/Greg Schechter)

Populasi black tailed rattlesnake hanya dapat ditemukan di dua negara yaitu Amerika Serikat dan Meksiko. Di Amerika Serikat, spesies ular ini tersebar di wilayah California, Texas, dan Arizona. Dilansir laman Animalia, black tailed rattlesnake mendiami berbagai macam daerah mulai dari gurun, bukit berbatu dan padang rumput.

Akan tetapi, mereka lebih suka mendiami daerah bersuhu panas. Black tailed rattlesnake merupakan hewan karnivora yang memangsa berbagai jenis mamalia, burung dan reptil berukuran kecil. Ular ini akan menyuntikan racun dalam dosis besar sehingga mangsanya dapat dilumpuhkan dengan cepat.

2. Kebiasaan hidup di alam liar

Black tailed rattlesnake (commons.wikimedia.org/Greg Schechter)
Black tailed rattlesnake (commons.wikimedia.org/Greg Schechter)

Seperti spesies ular pada umumnya, black tailed rattlesnake lebih memilih hidup menyendiri di alam liar. Mereka aktif beraktifitas di malam hari seperti berburu makanan dan mencari pasangan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari panasnya sinar matahari.

Memasuki musim dingin, black tailed rattlesnake akan melakukan ritual hibernasi selama beberapa minggu. Spesies ular ini sering menempati sarang yang telah ditinggalkan ular lainnya. Black tailed rattlesnake dikenal akan kemampuan memanjat dan berenangnya yang handal.

3. Ciri khas fisik

Black tailed rattlesnake (commons.wikimedia.org/Patrick Alexander)
Black tailed rattlesnake (commons.wikimedia.org/Patrick Alexander)

Seekor black tailed rattlesnake dewasa memiliki panjang antara 71 hingga 125 sentimeter. Sedangkan berat tubuhnya bisa mencapai 10 kilogram. Dilansir dari laman Animaldiversity, ular ini ditutupi oleh sisik dengan perpaduan warna abu-abu dan kuning kehijauan

Ciri khas utama dari black tailed rattlesnake terletak pada bagian ujung ekornya yang berwarna hitam. Sedangkan ekor sang jantan lebih besar dan tebal jika dibandingkan betina. Mereka memiliki corak sisik yang terlihat menawan.

4. Sistem reproduksi

Black tailed rattlesnake (commons.wikimedia.org/Greg Schechter)
Black tailed rattlesnake (commons.wikimedia.org/Greg Schechter)

Black tailed rattlesnake menerapkan sistem perkawinan monogami di mana sang jantan hanya bertahan dengan satu betina untuk berkembang biak. Musim kawin ular ini terjadi pada musim semi. Sang betina mampu melahirkan hingga 12 bayi ular yang rata-rata panjangnya 27 sentimeter.

Biasanya anak ular black tailed rattlesnake hanya tinggal bersama sang induk selama dua hari. Setelah itu, mereka akan keluar sarang untuk hidup mandiri. Black tailed rattlesnake akan mencapai tingkat kematangan seksual saat berusia 3 tahun.

5. Populasi yang masih terjaga

Black tailed rattlesnake (commons.wikimedia.org/Greg Schechter)
Black tailed rattlesnake (commons.wikimedia.org/Greg Schechter)

Hingga saat ini belum ada data resmi yang memperlihatkan jumlah black tailed rattlesnake yang tersisa di alam liar. Namun, Badan Konservasi Alam Dunia (IUCN) belum memasukan mereka ke dalam daftar hewan dilindungi. Hal tersebut menandakan bahwa populasi ular ini masih stabil. 

Black tailed rattlesnake memiliki peran penting untuk membasmi hama tikus yang merusak tanaman. Mereka menjadi predator yang paling ditakuti di habitatnya. Selain itu, black tailed rattlesnake mampu bertahan hidup hingga usia 20 tahun.

Efek serangan yang berbahaya membuatmu harus selalu waspada ketika memasuki habitat ular ini. Terlebih lagi black tailed rattlesnake sering menyerang secara mendadak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Related Articles

See More