Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Shima Enaga, Burung Salju Jepang yang Jadi Ikon Budaya Populer

5 Fakta Shima Enaga, Burung Salju Jepang yang Jadi Ikon Budaya Populer
Shima Enaga (unsplash.com/Alan Aprilio)
Intinya Sih
  • Shima Enaga adalah subspesies long-tailed tit dengan wajah putih polos tanpa garis hitam, membuatnya tampak bulat dan menggemaskan seperti bola salju kecil.
  • Burung ini hanya hidup di Hokkaido, berevolusi dengan bulu tebal untuk bertahan di musim dingin ekstrem, serta menjadi simbol khas wilayah tersebut.
  • Penampilannya yang lucu menjadikan Shima Enaga ikon budaya populer Jepang, sering muncul dalam merchandise, ilustrasi, hingga media sosial bertema ‘kawaii’.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di Hokkaido, Jepang, ada burung kecil bernama Shima Enaga yang terkenal karena penampilannya yang lucu. Burung ini memiliki bulu putih lembut dan tubuh mungil yang membuatnya terlihat seperti bola salju kecil. Penampilannya yang menggemaskan membuat Shima Enaga menjadi salah satu burung populer di Jepang.

Tidak hanya lucu, Shima Enaga juga memiliki banyak fakta menarik. Mulai dari asal-usulnya, ekornya yang panjang, hingga kebiasaannya hidup bersama kelompoknya. Burung ini juga sering muncul dalam ilustrasi dan merchandise di Jepang. Yuk, simak fakta menarik tentang Shima Enaga berikut ini!

1. Subspesies dari long-tailed tit

wajah putih polos menjadi ciri khas Shima Enaga dibandingkan long-tailed tit lainnya.
wajah putih polos menjadi ciri khas Shima Enaga dibandingkan long-tailed tit lainnya. (unsplash.com/Freezer)

Shima Enaga sebenarnya merupakan subspesies dari long-tailed tit. Meski masih berasal dari jenis burung yang sama, Shima Enaga memiliki penampilan yang cukup berbeda dibandingkan long-tailed tit di wilayah lain Jepang. Perbedaan paling terlihat ada pada bagian wajahnya yang berwarna putih polos tanpa garis hitam di sekitar mata.

Sementara itu, long-tailed tit yang hidup di pulau utama Jepang biasanya memiliki corak gelap menyerupai alis pada wajahnya. Karena wajah putihnya tersebut, Shima Enaga terlihat lebih bulat dan menggemaskan, terutama saat bulunya mengembang di musim dingin.

2. Hanya bisa ditemukan di Hokkaido, Jepang

Shima Enaga hanya dapat ditemukan di Hokkaido, pulau paling utara di Jepang.
Shima Enaga hanya dapat ditemukan di Hokkaido, pulau paling utara di Jepang. (pexels.com/Daniil Komov)

Shima Enaga merupakan burung yang hanya hidup di Hokkaido, pulau paling utara di Jepang. Burung kecil ini biasanya ditemukan di hutan, taman, dan daerah pegunungan yang memiliki cuaca dingin. Saat musim dingin tiba, bulunya yang putih membuat Shima Enaga tampak menyatu dengan salju di sekitarnya.

Alasan Shima Enaga hanya hidup di Hokkaido berkaitan dengan Blakiston’s Line, yaitu batas persebaran hewan yang memisahkan Hokkaido dan Honshu. Karena hidup di daerah dengan musim dingin yang cukup ekstrem, Shima Enaga berevolusi dengan bulu yang lebih tebal dibandingkan long-tailed tit di wilayah lain Jepang. Keunikan inilah yang membuat Shima Enaga menjadi salah satu hewan khas Hokkaido yang populer.

3. Ekor panjangnya hampir melebihi ukuran tubuhnya sendiri

ekor Shima Enaga bisa mencapai panjang 7–9 sentimeter.
ekor Shima Enaga bisa mencapai panjang 7–9 sentimeter. (pexels.com/ Maria Argiroudaki)

Salah satu ciri khas Shima Enaga adalah ekornya yang sangat panjang. Panjang tubuh burung ini sekitar 14 sentimeter, sementara panjang ekornya bisa mencapai 7–9 sentimeter. Karena itu, ekor Shima Enaga terlihat hampir sepanjang tubuhnya sendiri.

Nama “enaga” juga berasal dari bentuk ekornya yang panjang. Dalam bahasa Jepang, ekor tersebut dianggap mirip gagang sendok tradisional Jepang. Meski tubuhnya kecil dan ringan, Shima Enaga dikenal aktif bergerak dari satu cabang ke cabang lainnya sambil mencari makanan.

4. Memiliki kerja sama yang kuat dalam kelompok

Shima Enaga biasanya hidup dan mencari makan bersama kelompoknya.
Shima Enaga biasanya hidup dan mencari makan bersama kelompoknya. (unsplash.com/Heye Jensen)

Shima Enaga biasanya hidup dalam kelompok kecil, terutama saat musim dingin di Hokkaido. Dalam satu kelompok, burung-burung ini biasanya bergerak dan mencari makan bersama. Saat cuaca sangat dingin, mereka juga akan berkumpul dan tidur saling berdekatan untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat.

Hal menarik lainnya, Shima Enaga memiliki kebiasaan membantu sesamanya dalam merawat anak burung. Burung yang gagal berkembang biak terkadang ikut membantu pasangan lain memberi makan dan menjaga anak-anak mereka di sarang. Perilaku ini menunjukkan bahwa Shima Enaga memiliki kerja sama yang kuat saat hidup berkelompok.

5. Menjadi ikon budaya populer di Jepang

popularitas Shima Enaga membuatnya sering dijadikan berbagai merchandise di Jepang. (flickr.com/albyantoniazzi)
popularitas Shima Enaga membuatnya sering dijadikan berbagai merchandise di Jepang. (flickr.com/albyantoniazzi)

Shima Enaga sering dijuluki “snow fairy” atau “malaikat salju”. Julukan tersebut muncul karena penampilannya yang kecil, bulat, dan berwarna putih seperti salju. Popularitas Shima Enaga semakin meningkat setelah banyak foto dan videonya tersebar di media sosial. Penampilannya yang dianggap sangat cocok dengan budaya “kawaii” atau budaya lucu di Jepang membuat burung ini semakin digemari banyak orang.

Saat ini, gambar Shima Enaga sering digunakan dalam berbagai produk dan media di Jepang. Mulai dari boneka, alat tulis, pakaian, hingga dekorasi rumah banyak dibuat dengan desain burung ini. Shima Enaga juga kerap muncul dalam ilustrasi, buku, anime, dan merchandise khas Hokkaido. Bahkan, banyak wisatawan dan fotografer datang ke Hokkaido saat musim dingin untuk melihat serta mengabadikan burung kecil tersebut secara langsung.

Meski berukuran kecil, Shima Enaga memiliki banyak keunikan yang membuatnya begitu dikenal di Jepang. Dari penampilannya yang mirip bola salju hingga kebiasaannya hidup berkelompok, burung ini berhasil menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More