Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Unik Burung Kakatua Hitam Ekor Kuning, Suaranya Keras
kakatua hitam ekor kuning (commons.wikimedia.org/fir0002)
  • Kakatua hitam ekor kuning berasal dari Australia dan hidup di berbagai habitat, mulai hutan hingga pemukiman padat, dengan ciri tubuh hitam dan corak kuning di ekor serta belakang mata.
  • Burung ini aktif di siang hari, bersuara keras, sering terbang berkelompok kecil, serta dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan manusia meski kadang dianggap mengganggu karena suaranya.
  • Makanan utamanya biji-bijian seperti dari pohon sheoak dan Eucalyptus, memiliki musim kawin berbeda tiap wilayah, serta populasinya menurun akibat perburuan dan kerusakan habitat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Burung kakatua bukanlah hewan endemik Indonesia. Sebaliknya, burung berparuh besar tersebut juga bisa ditemukan di daerah lain seperti Australia. Salah satu spesies yang hidup di Australia adalah kakatua hitam ekor kuning (Zanda funerea). Seperti namanya, burung tersebut punya tubuh berwarna hitam yang terlihat sangar.

Kakatua hitam ekor kuning merupakan hewan diurnal yang aktif di siang hari dan suaranya sangat keras. Di wilayah penyebaran alaminya populasi hewan ini cukup melimpah, bahkan terkadang dianggap sebagai hewan yang mengganggu. Yuk, simak berbagai fakta unik kakatua hitam ekor kuning di bawah ini.

1. Spesies berukuran besar yang hidup di Australia

kakatua hitam ekor kuning (commons.wikimedia.org/Tim)

Laman Birda menjelaskan bahwa penyebaran kakatua hitam ekor kuning mencakup wilayah Australia, tepatnya di Queensland, Australia Selatan, Selat Bass, dan Tasmania. Habitatnya juga beragam, mulai dari hutan hingga area pemukiman yang padat penduduk. Di Australia sendiri ia merupakan spesies kakatua berukuran besar. Panjangnya sekitar 55-65 centimeter dan bobot maksimalnya 900 gram. Seperti namanya, kakatua hitam ekor kuning punya tubuh berwarna hitam, ekor bagian bawah berwarna kuning, dan corak kuning kecil di belakang mata.

2. Hewan diurnal dengan suara yang keras

kakatua hitam ekor kuning (commons.wikimedia.org/John Robert McPherson)

Dikutip Animalia, kakatua hitam ekor kuning merupakan hewan diurnal yang sangat aktif di siang hari. Suara burung ini juga sangat keras, bahkan suaranya akan lebih dulu terdengar sebelum dirinya menampakan diri. Kakatua hitam ekor kuning juga bisa terbang dalam jarak yang jauh. Ketika melakukannya, burung ini akan terbang dalam kelompok kecil atau secara berpasangan.

Kakatua hitam ekor kuning sebenarnya merupakan burung yang pemalu dan selalu waspada. Namun, populasi yang hidup di area pemukiman biasanya lebih berani dan tak terlalu takut dengan manusia. Unggas ini juga kerap bertengger di pepohonan hingga atap rumah. Ia tidak berbahaya, tapi suara keras dan kehadirannya di pemukiman dinilai cukup mengganggu.

3. Makanan utamanya adalah biji-bijian

kakatua hitam ekor kuning (commons.wikimedia.org/I Am birdsaspoetry.com)

Makanan kakatua hitam ekor kuning sangat bervariasi tergantung ketersediaan pakan dan habitat. Hal tersebut membuatnya bisa bertahan hidup di banyak tempat dengan cara menyesuaikan pola makan dengan ketersediaan pakan. Namun, secara umum makanan utama kakatua hitam ekor kuning adalah biji-bijian.

Dilansir iNaturalist, beberapa makanannya adalah biji dari pohon sheoak (terutama genus Allocasuarina dan Casuarina), Eucalyptus, dan akasia. Tak hanya biji-bijian, kakatua hitam ekor kuning juga bisa memakan nektar. Bahkan, terkadang burung ini akan memangsa invertebrata kecil seperti larva kumbang dan ngengat.

4. Tiap populasi punya musim kawin yang berbeda

kakatua hitam ekor kuning (commons.wikimedia.org/Dominic Sherony)

Dilansir Avibase, musim kawin kakatua hitam ekor kuning bervariasi tergantung elevasi habitatnya. Contohnya, populasi di Queensland akan mulai kawin pada April hingga Juli. Populasi di New South Wales bagian utara biasanya akan mulai kawin pada Januari hingga Mei. Sementara itu, populasi di Victoria, Australia Selatan, dan Tasmania yang merupakan dataran rendah akan kawin pada Oktober hingga Januari.

Saat musim kawin unggas ini akan membuat sarang di batang pohon dengan kedalaman sekitar 1-2 meter. Setelah itu, bagian dalam sarang akan dipenuhi dengan kayu atau daun kering sebagai alas telur. Telurnya sendiri akan diinkubasi selama 28-31 hari tergantung kondisi. Setelah tiga bulan menetas, anakan burung ini mulai terbang dan meninggalkan sarang.

5. Punya hubungan yang kurang baik dengan manusia

kakatua hitam ekor kuning (commons.wikimedia.org/fir0002)

Walau merupakan hewan asli Australia, bukan berarti kakatua hitam ekor kuning punya hubungan yang baik dengan masyarakat lokal. Menurut laman Atlas of Living Australia, burung ini menjadi hama yang merugikan karena bisa merusak pohon Eucalyptus dan pinus. Karena itu, pada dekade 1940 kakatua hitam ekor kuning kerap diburu di beberapa wilayah seperti New South Wales.

Populasi kakatua hitam ekor kuning juga tergolong melimpah dan ia bukan termasuk hewan terancam punah. Meski begitu, populasinya kian menurun akibat kerusakan habitat dan peburuan liar. Hingga dekade 1950an burung ini juga jarang ditangkarkan dan sulit ditemukan di kebun binatang. Selain itu, ia juga kerap dijual ke luar negeri, bahkan secara ilegal.

Berbagai fakta unik kakatua hitam ekor kuning tersebut merupakan cerminan kalau alam liar Australia masih sangat asri. Di balik gedung-gedung tinggi dan kemajuan ekonomi, Negeri Kanguru tersebut bisa menjadi habitat yang ideal bagi burung eksotis. Seharusnya, hal tersebut bisa ditiru Indonesia karena ada banyak spesies kakatua yang terancam punah di Tanah Air.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article