Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Fakta Unik Buaya Rawa, Reptil yang Pancing Mangsanya dengan Alat

7 Fakta Unik Buaya Rawa, Reptil yang Pancing Mangsanya dengan Alat
tampak dekat buaya rawa sedang berjemur (commons.wikimedia.org/Narayanan Sivasailam)
Intinya Sih
  • Buaya rawa atau mugger crocodile berasal dari anak benua India, hidup di perairan tenang seperti rawa dan waduk, serta dikenal memiliki moncong paling lebar di antara spesies buaya lainnya.
  • Reptil ini berukuran sedang dengan panjang hingga 5 meter dan berat mencapai 700 kilogram, namun cenderung tidak agresif serta memangsa ikan, burung, dan mamalia kecil secara oportunistik.
  • Buaya rawa dikenal cerdas karena menggunakan ranting sebagai alat untuk memancing burung, menggali liang dalam untuk berlindung, serta menunjukkan perilaku sosial dan lembut terhadap sesamanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Buaya biasa umumnya sudah menakutkan. Dengan gigitan dahsyat dan putaran mematikan, reptil ini jadi momok menakutkan. Bagaimana kalau buayanya punya moncong terlebar di dunia dan cukup cerdas untuk memancingmu dengan "alat"? Kamu lagi berhadapan dengan buaya rawa.

Buaya rawa atau juga disebut buaya mugger merupakan jenis buaya asli anak benua India. Agak lain dari buaya umumnya, buaya rawa jadi reptil pertama yang menggunakan alat. Dan gak cuma cerdas, buaya ini juga damai dan lemah lembut. Yuk, kenalan dengan buaya ini lewat tujuh fakta unik buaya rawa atau mugger crocodile berikut ini!

1. Mengenal buaya rawa yang biasa tinggal di air tawar

Buaya rawa sedang berjemur.
Buaya rawa sedang berjemur. (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Buaya rawa atau marsh crocodile (Crocodylus palustris) merupakan salah satu jenis buaya air tawar yang bisa ditemukan di anak benua India. Beda dari buaya muara, buaya rawa sedikit lebih kecil, tapi punya moncong lebih lebar. Buaya rawa juga dikenal dengan nama buaya mugger atau mugger crocodile. Nama ini berasal dari kata magar dalam bahasa Hindi dan Urdu yang bila diartikan secara longgar memiliki makna "monster air."

2. Tersebar mulai dari Iran sampai India

Buaya rawa terlihat berjemur di Chabahar, Iran.
Buaya rawa terlihat berjemur di Chabahar, Iran. (commons.wikimedia.org/Hadi Karimi هادی کریمی)

Buaya rawa umum dijumpai di anak benua India dan beberapa negara di sekitarnya, termasuk Iran, Sri Lanka, Pakistan, dan Nepal. Menurut laman Animalia, mereka umum dijumpai di perairan air tawar, mulai dari rawa, danau, dan kolam. Seiring hilangnya habitat asli, buaya rawa sudah beradaptasi dengan waduk, kolam buatan, dan kanal irigasi.

Nama ilmiahnya, Crocodylus palustris, berarti "buaya rawa." Penamaan ini tepat karena buaya rawa memang suka perairan tenang yang biasa ditemukan di lingkungan rawa. Buaya rawa senang perairan dangkal yang kedalamannya gak lebih dari lima meter.

3. Buaya sangar bermoncong lebar

Buaya rawa sedang berkubang santai.
Buaya rawa sedang berkubang santai. (commons.wikimedia.org/Marajozkee)

Buaya rawa tergolong jenis buaya yang berukuran sedang. Dicatat laman Britannica, buaya rawa bisa tumbuh sepanjang 4—5 meter. Sebagian besar buaya rawa beratnya 450 kilogram, tapi bisa dengan mudah mencapai 700 kilogram.

Meski tergolong sedang, buaya rawa punya tampilan yang sangar. Seluruh tubuhnya dilapisi sisik-sisik tebal kasar berwarna cokelat keruh. Buaya rawa juga punya moncong terlebar di antara semua spesies buaya, termasuk buaya muara yang merupakan reptil terbesar di dunia sekalipun. Moncong lebar ini memungkinkan buaya muara menangkap mangsa dengan mudah.

4. Uniknya, mereka tidak seagresif buaya lainnya

Buaya rawa berjemur sambil membuka mulut.
Buaya rawa berjemur sambil membuka mulut. (commons.wikimedia.org/Yathin S Krishnappa)

Gak seperti saudara-saudaranya yang lebih besar dan agresif, buaya rawa sudah puas hanya dengan memakan hewan-hewan kecil. Ia paling banyak menyantap ikan, tapi sifat oportunistiknya membuat buaya rawa bakal melahap apa saja yang lewat dan mudah diburu, termasuk serangga, mamalia, burung, dan sampai rusa. Mangsa kecil seperti burung langsung ditelan bulat-bulat, sementara mangsa besar seperti babi hutan atau rusa bakal dicabik-cabik dengan putaran mautnya.

5. Menggali liang tanah dalam-dalam untuk berteduh

Buaya rawa berjalan menuju sungai.
Buaya rawa berjalan menuju sungai. (commons.wikimedia.org/Arjun Bharioke)

Buaya rawa jadi salah satu dari sedikit jenis buaya yang menggali liang tanah. Dengan kaki berselaputnya, buaya rawa menggali liang besar untuk berlindung dari cuaca ekstrem. Kadang-kadang, liang tanah ini bisa sedalam 6,1 meter, cukup luas untuk buaya rawa berputar di dalamnya. Menurut laman Roundglass Sustain, liang tanah ini juga membantu banyak spesies, seperti ular dan reptil lainnya. Gak cuma buaya dewasa, buaya rawa dari segala usia juga menunjukkan kebiasaan ini.

6. Reptil pertama yang berburu menggunakan alat

Buaya muara mengintai dari dalam air.
Buaya muara mengintai dari dalam air. (commons.wikimedia.org/Prasiddha92)

Mungkin, salah satu hal terunik dari buaya rawa adalah kecerdasannya. Buaya ini diamati sengaja menggunakan umpan untuk berburu burung. Buaya rawa menyeimbangkan tongkat atau ranting di atas kepalanya untuk memancing burung-burung yang sedang mencari bahan sarang. Ini jadi bukti penggunaan alat pertama yang dilakukan oleh reptil. Strategi ini sangat efektif saat musim bersarang burung.

7. Buaya yang punya banyak sisi selain buas

Buaya rawa beristirahat saling tumpuk.
Buaya rawa beristirahat saling tumpuk. (commons.wikimedia.org/Bagavath G)

Gak cuma cerdas, buaya rawa juga hewan yang lembut. Meski kekuatan gigitannya sedahsyat 2.500 Psi, betina menggunakan rahang yang sama untuk meremukkan cangkang telur dengan lembut supaya anak-anaknya bisa keluar. Jaringan sensorik di sekujur tubuhnya yang digunakan untuk mendeteksi mangsa secara akurat juga digunakan untuk perilaku kawin.

Buaya muara dikenal saling mengelus dan menggosok kepala satu sama lain dengan lembut. Buaya ini juga bersifat sangat sosial. Ia senang berkelompok dan saling berkomunikasi. Menurut laman Animal Diversity, terdapat banyak vokalisasi antara buaya dewasa dan anak-anaknya.

Kita memang menganggap buaya sebagai binatang buas berbahaya, tapi buaya muara jadi contoh kalau hewan ini juga punya banyak sisi. Gak cuma cerdas, buaya juga hewan yang sosial dan bisa bersikap lemah lembut. Kehidupannya dijalani dengan tenang dan damai. Setelah mengenal lebih dalam, bagaimana pendapatmu tentang buaya muara atau mugger crocodile?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira

Related Articles

See More