Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Unik Greater Scaup, Bebek Selam Penghuni Belahan Bumi Utara
Greater Scaup (commons.wikimedia.org/@N00)
  • Greater Scaup adalah bebek penyelam dari lingkar Arktik dengan sebaran luas di Amerika Utara, Eropa, dan Asia serta dikenal karena kemampuan migrasi jarak jauhnya.
  • Spesies ini memiliki paruh biru lebar, menyelam hingga enam meter untuk mencari moluska dan invertebrata dasar perairan, serta beradaptasi dengan perubahan lingkungan ekstrem.
  • Saat musim dingin, Greater Scaup bermigrasi ke pesisir laut bergaram dalam kelompok besar sebelum kembali ke lahan basah utara untuk berkembang biak secara kolonal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Greater Scaup (Aythya marila) merupakan salah satu spesies bebek penyelam dari keluarga Anatidae yang hidup di wilayah lingkar Arktik. Burung air ini dikenal memiliki sebaran yang luas, mencakup Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Selama siklus hidupnya, Greater Scaup banyak menghabiskan waktu di perairan terbuka dan melakukan migrasi jarak jauh antara wilayah berkembang biak dan lokasi musim dingin.

Spesies ini juga memiliki sejumlah ciri khas yang membedakannya dari banyak jenis bebek lainnya, mulai dari bentuk paruh, pola warna bulu, hingga kebiasaan mencari makan di bawah permukaan air. Berbagai adaptasi tersebut membantu Greater Scaup bertahan di lingkungan perairan yang kerap mengalami perubahan kondisi sepanjang tahun. Berikut lima fakta menarik tentang Greater Scaup yang patut diketahui!

1. Memiliki karakteristik fisik paruh lebar yang berwarna biru pucat

Greater Scaup (commons.wikimedia.org/Diego Delso)

Greater Scaup memiliki sejumlah ciri fisik yang membuatnya mudah dikenali dibandingkan jenis bebek selam lainnya. Dilansir laman Animalia, unggas air berukuran sedang ini memiliki kepala membulat tanpa jambul yang menjadi salah satu ciri khasnya. Bagian tubuh yang paling menonjol adalah paruh lebar berwarna biru keabu-abuan dengan ujung hitam kecil, penampilan yang membuatnya dijuluki bluebill oleh masyarakat Amerika Utara.

Perbedaan warna bulu antara jantan dan betina terlihat semakin jelas saat memasuki musim kawin. Burung jantan memiliki kepala dan dada berwarna hitam mengilap yang dapat memantulkan kilau hijau saat terkena cahaya, berpadu dengan iris mata berwarna kuning cerah. Sementara itu, burung betina didominasi warna cokelat tua dan memiliki tanda khas berupa bercak putih lebar di sekitar pangkal paruh yang memudahkan proses identifikasi di alam liar.

2. Menggantungkan konsumsi harian pada invertebrata di dasar perairan

Greater Scaup female (commons.wikimedia.org/Mykola Swarnyk)

Bentuk paruh yang lebar dan kuat membantu Greater Scaup mencari makanan di berbagai perairan dingin. Masih dari laman Animalia, bebek ini memperoleh sebagian besar makanannya dengan cara menyelam hingga ke dasar perairan untuk mencari organisme yang hidup di sana. Saat berada di kawasan pesisir, makanan utamanya terdiri atas berbagai jenis moluska kecil seperti remis, kupang, dan tiram.

Kemampuan menyelam yang baik memungkinkan Greater Scaup menjangkau sumber makanan hingga beberapa meter di bawah permukaan air. Dengan bantuan kaki berselaput yang kuat, burung ini mampu mencapai kedalaman sekitar 6 meter saat mencari makan. Ketika musim panas tiba di wilayah tundra, pola makannya menjadi lebih beragam dengan mengonsumsi tumbuhan air, biji-bijian, serta larva serangga yang banyak ditemukan di danau air tawar.

3. Pergerakan migrasi menuju kawasan pesisir laut bergaram

Greater Scaup (commons.wikimedia.org/Jerzy Strzelecki)

Kebutuhan akan perairan yang tetap terbuka selama musim dingin mendorong Greater Scaup melakukan migrasi jarak jauh setiap tahunnya. Dilansir laman Audubon, Greater Scaup merupakan burung migran yang akan meninggalkan wilayah berkembang biaknya di belahan bumi utara ketika musim gugur berakhir. Berbeda dengan banyak jenis bebek selam lain yang lebih sering ditemukan di danau pedalaman, spesies ini justru memilih kawasan pesisir, perairan payau, dan laut sebagai tujuan utama migrasinya.

Kawasan teluk yang terlindung, estuari yang luas, serta laguna pesisir menjadi lokasi yang banyak ditempati selama musim dingin. Lingkungan tersebut menyediakan sumber pakan yang melimpah sekaligus perairan yang tetap terbuka ketika suhu udara menurun. Begitu musim semi tiba, kawanan Greater Scaup akan kembali ke lahan basah di Alaska dan Kanada untuk mempersiapkan musim berkembang biak.

4. Melakukan mobilisasi sosial dalam kelompok raksasa saat musim dingin

Greater Scaup (commons.wikimedia.org/Alpsdake)

Selama berada di kawasan pesisir pada musim dingin, Greater Scaup biasanya berkumpul dalam kawanan yang sangat besar. Masih dari laman Audubon, tingkat sosialitas yang tinggi membuat bebek ini jarang terlihat beraktivitas dalam kelompok kecil saat bermigrasi. Mereka berkumpul di permukaan air dalam kelompok besar yang oleh para ahli ornitologi dikenal sebagai rafts atau rakit hidup.

Berkumpulnya ribuan individu dalam satu kawanan membantu mengurangi risiko serangan predator, seperti elang laut. Hidup dalam kelompok besar juga memudahkan mereka menemukan area perairan yang kaya akan sumber makanan. Ketika sebagian anggota kawanan tiba-tiba terbang karena gangguan atau ancaman, kelompok lain di sekitarnya biasanya akan ikut bergerak secara serempak.

5. Memiliki catatan perilaku pembiakan kolonal di kawasan lahan basah

Greater Scaup male and female (commons.wikimedia.org/Peter Massas)

Setelah musim dingin berakhir, Greater Scaup kembali ke wilayah utara untuk memasuki musim berkembang biak. Masih dari laman Audubon, sebagian besar pasangan telah terbentuk sejak akhir musim dingin sehingga mereka dapat segera bersarang ketika tiba di habitat berkembang biaknya. Burung betina memilih lokasi sarang di sekitar tepian danau kawasan Arktik, kemudian membangun cekungan dangkal yang dilapisi tumbuhan kering serta bulu halus dari tubuhnya sendiri.

Setelah proses bertelur selesai dan masa pengeraman dimulai, burung jantan akan meninggalkan area sarang untuk berkumpul dengan pejantan lain di danau yang relatif aman guna menjalani masa pergantian bulu (molting). Sementara itu, burung betina mengerami 7 hingga 9 butir telur selama sekitar 24–28 hari. Setelah menetas, anak-anak bebek akan mengikuti induknya menuju perairan terbuka untuk belajar berenang dan mencari makan.

Sebagai penghuni kawasan utara, Greater Scaup menghabiskan sebagian besar hidupnya berpindah antara lokasi berkembang biak dan wilayah musim dingin. Perjalanan panjang tersebut diiringi dengan kemampuan menyelam, hidup berkelompok, dan memanfaatkan berbagai sumber pakan yang tersedia. Kombinasi karakteristik inilah yang membuat spesies ini tetap bertahan di habitatnya hingga sekarang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article