Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Unik Grey Heron, Mampu Berburu hingga 23 Jam Sehari

5 Fakta Unik Grey Heron, Mampu Berburu hingga 23 Jam Sehari
Grey Heron (commons.wikimedia.org/Ebla-ebla)
Intinya Sih
  • Grey heron dikenal sebagai burung air besar dengan kemampuan berburu ekstrem hingga 23 jam sehari demi memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa reproduksi.
  • Burung ini mengandalkan teknik berburu statis dengan berdiri diam di air dangkal, didukung struktur tubuh ramping, kaki panjang, dan paruh tajam untuk menangkap mangsa beragam ukuran.
  • Grey heron hidup soliter saat berburu namun berkoloni besar saat bersarang di puncak pohon tinggi, menunjukkan adaptasi kuat terhadap lingkungan perairan dan kawasan perkotaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Lahan basah dan kawasan pesisir di berbagai belahan dunia menjadi rumah bagi salah satu burung pemangsa yang sangat efisien. Grey heron (Ardea cinerea) merupakan spesies burung air berukuran besar yang dikenal karena kemampuan adaptasi serta teknik berburunya yang luar biasa. Burung ini memiliki karakteristik fisik yang dirancang khusus untuk memungkinkannya bertahan hidup di lingkungan perairan dangkal.

Daya tarik utama dari satwa ini terletak pada tingkat ketahanan fisiknya yang sangat tinggi saat mencari makan di alam liar. Mereka memiliki metabolisme dan struktur tubuh yang mendukung aktivitas pemantauan mangsa dalam durasi yang sangat panjang tanpa berpindah tempat. Yuk, simak lima fakta dari Grey heron berikut ini!

1. Kemampuan bertahan berburu durasi ekstrem harian

Grey Heron
Grey Heron (commons.wikimedia.org/Basile Morin)

Aktivitas mencari makan yang dilakukan oleh burung ini mencapai intensitas tertinggi terutama ketika mereka memasuki masa reproduksi di alam liar. Dilansir laman All About Birds, beberapa Grey heron mengalokasikan waktu berburu hingga 23 jam dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan pakan. Durasi waktu yang sangat panjang tersebut dikerahkan agar pasokan nutrisi bagi indukan serta anak-anak burung di dalam sarang tetap terpenuhi.

Selain durasi waktu berburu yang ekstrem, burung dewasa juga rela terbang menempuh jarak hingga 38 kilometer dari lokasi sarang mereka demi mendatangi area perairan yang kaya akan ikan. Karakteristik ini membuat mereka menjadi pemburu yang sangat aktif sepanjang siang hari hingga kondisi malam hari yang gelap. Pola pencarian makan yang intensif ini didukung penuh oleh metode pemantauan yang sangat tenang di tepi air.

2. Teknik berburu statis mengandalkan kesabaran

Grey Heron
Grey Heron (commons.wikimedia.org/Alexis Lours)

Metode utama yang digunakan untuk menghabiskan waktu berburu dalam durasi panjang tersebut mengutamakan efisiensi pergerakan tubuh. Masih dari laman All About Birds, Grey heron biasanya berdiri tegak tanpa bergerak sedikit pun di dalam air dangkal saat menunggu kemunculan ikan yang tidak waspada. Burung ini mengandalkan posisi diam mirip patung untuk mengelabui pandangan hewan-hewan air yang menjadi target buruannya.

Meskipun makanan utama mereka adalah ikan kecil berukuran 10 hingga 25 sentimeter, beberapa individu yang agresif mampu menangkap mangsa yang berukuran jauh lebih besar. Mereka tercatat mampu melumpuhkan ikan dengan berat mencapai 500 gram serta belut air yang memiliki panjang tubuh hingga 60 sentimeter. Keberhasilan menangkap mangsa berukuran besar dengan metode diam ini sangat dipengaruhi oleh posisi kaki dan bentuk leher mereka.

3. Struktur fisik penunjang navigasi wilayah perairan

Grey Heron
Grey Heron (commons.wikimedia.org/Basile Morin)

Kemampuan berdiri diam di dalam air dangkal dalam waktu lama didukung penuh oleh karakteristik anatomi luar yang melekat pada tubuh mereka. Dilansir laman Wildlife Trusts, burung yang memiliki penampilan fisik menyerupai satwa purba ini memiliki sepasang kaki kurus yang panjang serta paruh berwarna kuning cerah. Kaki panjang tersebut berfungsi untuk mempermudah pergerakan berjalan di area lumpur dalam tanpa memicu riak air yang besar.

Warna bulu pada bagian punggung didominasi oleh warna abu-abu, sedangkan bagian lehernya berwarna putih dengan garis mata hitam yang memanjang ke belakang menjadi bulu jambul. Saat terbang di udara, burung ini memiliki karakteristik kepakan sayap yang lambat dengan posisi kaki lurus ke belakang dan leher yang ditarik ke dalam. Ciri fisik yang mencolok ini membuat mereka sangat mudah dikenali saat sedang menjelajahi kolam, danau, maupun sungai di kawasan perkotaan.

4. Variasi pola makan kelompok oportunis perairan

Grey Heron
Grey Heron (commons.wikimedia.org/Luc Viatour)

Kombinasi fisik yang mumpuni serta paruh yang tajam membuat burung ini memiliki daftar mangsa yang sangat bervariasi di habitatnya. Masih dari laman Wildlife Trusts, Grey heron menghabiskan sebagian besar waktunya secara soliter untuk memangsa ikan, katak, hingga mamalia darat kecil seperti tikus tanah. Sifat berburu yang oportunis ini membuat mereka tidak ragu untuk mendatangi area pemukiman manusia yang memiliki kolam ikan hias.

Burung ini memanfaatkan keberadaan kolam taman di rumah-rumah warga sebagai tempat berburu alternatif yang menyediakan makanan secara cepat dan mudah. Di habitat alami, paruh mereka yang panjang bertindak seperti tombak untuk menusuk tubuh korban sebelum ditelan secara utuh ke dalam tenggorokan. Fleksibilitas dalam memilih jenis makanan ini mendukung keberlangsungan hidup kelompok burung tersebut saat memasuki musim bersarang bersama kelompoknya.

5. Sistem persarangan koloni besar di puncak pohon

Grey Heron
Grey Heron (commons.wikimedia.org/Pierre-Marie Epiney)

Setelah berburu secara mandiri di siang hari, burung-burung ini akan berkumpul di satu lokasi yang sama untuk melakukan aktivitas reproduksi. Dilansir laman Living with Birds, Grey heron memiliki sifat sosial yang tinggi saat musim kawin dengan membangun sarang di dalam sebuah koloni tetap yang disebut heronries. Sebagian besar koloni bersarang ini didirikan di atas tajuk pohon yang tinggi dengan jarak minimal 25 meter di atas permukaan tanah.

Satu pohon besar di dalam hutan atau kawasan konservasi sering kali menampung hingga 10 sarang berukuran besar yang terbuat dari jalinan ranting kayu. Selain di puncak pohon, beberapa kelompok burung ini juga kadang membangun sarang di area hamparan rumput gelagah, tebing batu, hingga struktur jembatan. Kebiasaan hidup berkoloni di tempat tinggi ini ditujukan untuk melindungi telur dari jangkauan hewan pemangsa darat.

Grey heron menunjukkan kemampuan adaptasi yang kuat dalam memanfaatkan habitat perairan dangkal sebagai tempat berburu dan berkembang biak. Kemampuan mencari makan dalam waktu lama, pilihan mangsa yang beragam, serta kebiasaan hidup berkoloni membuat burung ini mampu bertahan di berbagai lingkungan. Keberadaan lahan basah yang terjaga tetap penting untuk mendukung populasi Grey heron dan satwa perairan lainnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More