Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Unik Serigala Jepang, Sudah Punah Selama 100 Tahun

5 Fakta Unik Serigala Jepang, Sudah Punah Selama 100 Tahun
tengkorak serigala jepang (commons.wikimedia.org/Nesnad)
Intinya Sih
  • Serigala Jepang (Canis lupus hodophilax) adalah subspesies kecil yang hidup di pulau Kyushu, Shikoku, dan Honshu sebelum dinyatakan punah pada tahun 1905 akibat rabies dan perburuan liar.
  • Meskipun telah punah lebih dari satu abad, laporan penampakan serigala Jepang masih muncul hingga kini, namun belum ada bukti ilmiah yang benar-benar mengonfirmasi keberadaannya kembali.
  • Bagi masyarakat Jepang, serigala ini memiliki makna spiritual sebagai pelindung gunung dan desa, tercermin dalam legenda okuriōkami serta berbagai karya seni dan ritual tradisional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Serigala menjadi salah satu mamalia predator paling ganas yang punya penyebaran sangat luas. Tak hanya terbatas di Amerika, hewan yang hidup berkelompok tersebut juga menghuni wilayah Asia. Salah satu jenis serigala yang hidup di Asia adalah serigala jepang (Canis lupus hodophilax).

Sayangnya, serigala jepang sudah lama punah dan kini hanya bisa dilihat lewat rekonstruksi serta ilustrasi belaka. Menariknya, serigala jepang tetap menyimpan berbagai fakta unik yang tak bisa ditemukan pada jenis serigala lain. Penasaran apa saja fakta unik serigala jepang? Di bawah ini penjelasan lengkapnya!

1. Ukurannya tak sebesar serigala lain

serigala
serigala (commons.wikimedia.org/Arturo de Frias Marques)

Laman LOST ZOO menjelaskan kalau serigala jepang punya panjang tubuh sekitar 90 centimeter dan tinggi 30 centimeter. Bobotnya sendiri ada di angka 25 kilogram. Jika dibandingkan dengan serigala lain seperti serigala abu-abu dan eruasia, maka ukuran serigala jepang tergolong kecil. Tercatat, serigala eurasia punya panjang maksimal 2 meter, tinggi 60-80 centimeter, dan bobot maksimal 45 kilogram. Di sisi lain, serigala abu-abu (subspesies terbesar) mampu tumbuh sepanjang 2 meter, setinggi 76 centimeter, dan bobotnya mencapai 65 kilogram.

2. Serigala jepang punah pada 1905

rekonstruksi kerangka serigala jepang
rekonstruksi kerangka serigala jepang (commons.wikimedia.org/Momotarou2012)

Dilansir Artensterben, kepunahan serigala jepang terjadi pada 1905, sudah lebih dari 100 tahun yang lalu. Terdapat dua faktor utama mengapa hewan ini punah, yaitu menyebarnya virus rabies dan perburuan liar oleh manusia. Di masa lalu, serigala ini merupakan predator alami dari kuda dan rusa. Tak jarang, ia juga memasuki area pemukiman dan memangsa hewan peliharaan.

Hal tersebut dianggap merugikan, manusia menumbuhkan rasa takut terhadap serigala jepang, dan akhirnya ia diburu hingga benar-benar menghilang dari muka bumi. Penyebaran virus rabies sendiri merebak mulai 1736 di Jepang. Virus tersebut merupakan bawaan dari wilayah lain, yaitu China dan Korea. Serigala yang terinfeksi rabies dianggap berbahaya dan akhirnya ikut dimusnahkan.

3. Penampakan serigala jepang di masa modern

serigala
serigala (commons.wikimedia.org/Jin Kemoole)

Walau sudah punah selama satu abad, banyak orang yang percaya kalau serigala jepang masih hidup di hutan dan pegunungan terpencil. Berbagai sumber menjelaskan kalau ada banyak penampakan serigala jepang yang dilaporkan oleh banyak orang selama beberapa tahun terakhir. Berbagai pihak juga terus mencari hewan ini, bahkan para ahli sekalipun.

Salah satu penampakan yang paling terkenal terjadi pada 1996 di mana seseorang bernama Hiroshi Yagi berhasil menangkap 19 foto yang diduga merupakan serigala jepang. Pada 2019 juga ada bukti video yang diduga merekam lolongan serigala jepang. Berbagai laporan dari masyarakat lokal juga terus berdatangan. Namun, belum ada bukti kuat yang meyakinkan para ahli kalau serigala jepang masih hidup.

4. Serigala jepang menjadi sosok penting bagi budaya lokal

patung serigala jepang
patung serigala jepang (commons.wikimedia.org/Dr. Alexey Yakovlev)

Bagi masyarakat lokal, serigala jepang merupakan hewan yang melekat kuat di budaya mereka. Hal tersebut tercermin dari banyaknya lukisan, patung, dan kerajinan yang menggambarkan sosok serigala jepang. Dilansir Nara Sightseeing, serigala jepang sendiri disebut sebagai ookami dalam bahasa lokal.

Di masa lampau, serigala jepang diberikan gelar yama no kami (dewa gunung) yang dianggap melindungi gunung, desa, dan masyarakat dari petaka. Tengkorak serigala juga kerap digunakan dalam praktik pengusiran roh oleh masyarakat Jepang. Ada juga legenda tentang okuriōkami, yaitu serigala yang membantu manusia saat mendaki gunung agar bisa sampai ke rumah dengan selamat.

5. Serigala jepang menghuni tiga pulau

patung serigala jepang
patung serigala jepang (commons.wikimedia.org/Daderot)

Dilansir Animalia, penyebaran hewan ini hanya mencakup tiga pulau, yaitu Kyushu, Shikoku, dan Honshu. Menariknya, ia tak menghuni pulau paling utara Jepang, yaitu Hokkaido. Ada juga penemuan fosil fosil serigala jepang berusia 28,000 tahun di wilayah Siberia. Hal tersebut membuktikan kalau di masa prasejarah penyebaran serigala jepang jauh lebih luas karena mencakup daratan utama benua Asia. Soal habitat, serigala jepang hidup di hutan, pegunungan, area berbatu, daerah lembap, hingga sekitar pemukiman.

Kepunahan serigala jepang menjadi refleksi terkait bagaimana manusia bisa mempengaruhi kehidupan hewan liar. Karena itu, perlu adanya harmoni yang baik antara bagaimana manusia hidup dan bagaimana kehidupan hewan liar bisa berjalan beriringan. Jika keduanya dilakukan, alam akan terjaga dan kehidupan jadi makin tentram. Jadi, manusia harus berkaca dari kepunahan serigala jepang

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More