Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Fakta Gare du Nord, Stasiun Kereta Api Tersibuk di Eropa

7 Fakta Gare du Nord, Stasiun Kereta Api Tersibuk di Eropa
Stasiun kereta api Gare du Nord di Paris, Prancis. (commons.wikimedia.org/Lionel Allorge)
Intinya Sih
  • Gare du Nord dibangun pertama kali pada 1843 dan kini menjadi stasiun tersibuk di Eropa, melayani lebih dari 200 juta penumpang setiap tahun.
  • Bangunan bergaya Neoklasik karya Jacques Hittorff ini dihiasi 23 patung simbol kota-kota besar dan telah ditetapkan sebagai monumen bersejarah Prancis.
  • Renovasi senilai lebih dari 600 juta euro tengah dilakukan untuk memperluas area stasiun demi menampung hingga 900.000 penumpang per hari pada 2030.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Paris sering kali identik dengan kemegahan Menara Eiffel, tetapi kota ini sebenarnya menyimpan banyak sudut ikonik lain yang tak kalah menarik untuk dijelajahi. Salah satu landmark yang menjadi pusat kehidupan di sana adalah Gare du Nord.

Dikenal juga dengan nama Paris-Nord, tempat ini merupakan satu dari enam stasiun terminus besar dalam jaringan jalur utama SNCF di Paris, Prancis. Terletak di arondisemen ke-10 dan berdekatan dengan Gare de l'Est, stasiun ini menjadi pusat pertemuan berbagai moda transportasi perkotaan, mulai dari Paris Métro, RER, hingga bus. Di balik kesibukan ribuan orang yang melintas setiap harinya, tersimpan rekam jejak panjang yang membentuk wajah transportasi Eropa.

Lantas, bagaimana sebenarnya perjalanan sejarah yang menyertai berdirinya stasiun legendaris ini? Yuk, simak fakta menariknya dalam artikel berikut!

1. Pertama kali dibangun dengan konsep sederhana

Ukiran Gare du Nord asli di Paris, yang saat itu dikenal sebagai Embarcadère du Nord, tak lama setelah peresmiannya pada tahun 1846. Dirancang oleh arsitek Léonce Reynaud, bangunan pertama ini berfungsi sebagai terminus untuk Chemin de Fer du Nord.
Ukiran Gare du Nord asli di Paris, yang saat itu dikenal sebagai Embarcadère du Nord, tak lama setelah peresmiannya pada tahun 1846. Dirancang oleh arsitek Léonce Reynaud, bangunan pertama ini berfungsi sebagai terminus untuk Chemin de Fer du Nord. (commons.wikimedia.org/Trichon, Auguste ou François-Auguste (Paris, 01–11–1814 - 14–09–1898), graveur)

Gare du Nord pertama kali dibangun pada tahun 1843 dengan konsep yang sederhana dan biaya yang lebih murah. Arsitek François-Léonce Reynaud merancang gedung ini dengan 6 jalur kereta dan atap unik yang bisa menyalurkan air hujan langsung ke pembuangan kota melalui tiang-tiang besinya. Stasiun ini resmi dibuka pada 14 Juni 1846 untuk melayani rute perjalanan menuju kota Amiens dan Lille.

Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah penumpang meningkat drastis karena perkembangan kereta api yang sangat pesat di Prancis. Pada akhir tahun 1850-an, gedung asli ini dianggap terlalu kecil sehingga harus dibongkar untuk membangun stasiun yang lebih besar. Menariknya, bagian depan atau fasad gedung lama tidak dihancurkan, melainkan dipindahkan dan dipasang kembali di stasiun kota Lille agar tetap bisa digunakan.

2. Bangunan yang kita lihat saat ini bergaya arsitektur neoklasik

Stasiun kereta api Gare du Nord di Paris, Prancis.
Stasiun kereta api Gare du Nord di Paris, Prancis. (commons.wikimedia.org/Chabe01)

Gare du Nord memiliki gaya arsitektur Neoklasik yang sangat megah, hasil karya arsitek Jacques Hittorff yang selesai dibangun pada tahun 1864. Keunikan utamanya terletak pada bagian depan gedung yang dihiasi dengan 23 patung indah. Patung-patung ini bukan sekadar hiasan, melainkan simbol dari kota-kota besar yang menjadi tujuan perjalanan kereta api dari stasiun ini pada masa itu.

Di bagian paling atas, terdapat patung kota Paris yang dibuat oleh Pierre-Jules Cavelier sebagai pusatnya. Patung Paris ini dikelilingi oleh delapan patung kota internasional seperti London, Amsterdam, Berlin, dan Warsawa. Sementara itu, di bagian bawah gedung, terdapat deretan patung lain yang mewakili kota-kota di Prancis, mulai dari Lille, Amiens, hingga Dunkirk, yang semuanya dikerjakan oleh berbagai pemahat ternama.

3. Stasiun kereta api tersibuk di eropa

Keramaian di stasiun kereta api Gare du Nord di Paris, Prancis.
Keramaian di stasiun kereta api Gare du Nord di Paris, Prancis. (commons.wikimedia.org/GeoMancer448)

Gare du Nord merupakan stasiun kereta api tersibuk di seluruh Eropa yang melayani sekitar 214 juta penumpang setiap tahunnya. Karena jumlah penumpang yang terus melonjak, stasiun ini sering kali diperluas dan diatur ulang sejak abad ke-19 hingga tahun 1960-an. Meskipun sangat terkenal sebagai gerbang internasional, ternyata sebagian besar dari 700.000 orang yang datang setiap harinya adalah warga yang bepergian dari pinggiran kota Paris, sementara penumpang kereta internasional seperti Eurostar hanya mencakup sebagian kecil saja.

Saat ini, stasiun ini memiliki puluhan peron yang tertata rapi sesuai tujuannya untuk memudahkan penumpang. Ada peron khusus untuk kereta cepat internasional menuju London, Belgia, dan Belanda, serta peron untuk kereta antarkota di Prancis. Selain itu, tersedia juga jalur bawah tanah yang menghubungkan penumpang ke kereta komuter RER dan Metro, sehingga stasiun ini benar-benar menjadi pusat transportasi yang menghubungkan berbagai wilayah di dalam maupun luar negeri.

4. Renovasi besar-besaran pun direncanakan demi menampung lonjakan penumpang

Interior stasiun kereta api Gare du Nord di Paris, Prancis.
Interior stasiun kereta api Gare du Nord di Paris, Prancis. (commons.wikimedia.org/Diliff)

Perusahaan Nasional Kereta Api Perancis telah merencanakan renovasi besar-besaran untuk Gare du Nord dengan anggaran lebih dari 600 juta euro demi menampung lonjakan penumpang yang diperkirakan mencapai 900.000 orang pada tahun 2030. Proyek ambisius ini bertujuan memperluas area stasiun hingga dua setengah kali lipat, menjadikannya stasiun kereta api terbesar di Eropa. Renovasi ini mencakup pemisahan jalur keberangkatan dan kedatangan agar lebih tertata, serta perbaikan akses jalan di depan stasiun yang didukung penuh oleh pemerintah kota Paris.

Selain memperluas area transportasi, stasiun ini akan dilengkapi dengan fasilitas modern seperti restoran di atap, pusat kebugaran, bahkan lapangan golf mini. Meskipun sangat modern dan dilengkapi panel surya yang ramah lingkungan, arsitektur bersejarah stasiun tetap dijaga ketat sebagai warisan nasional. Pekerjaan renovasi yang dimulai akhir 2019 ini dilakukan tanpa menutup stasiun, sehingga penumpang tetap bisa bepergian dengan nyaman meskipun pembangunan sedang berlangsung.

5. Pusat transportasi yang menghubungkan paris dengan kota-kota besar

Kereta cepat Eurostar di stasiun kereta api Gare du Nord, Paris, Prancis.
Kereta cepat Eurostar di stasiun kereta api Gare du Nord, Paris, Prancis. (commons.wikimedia.org/Chris Sampson)

Gare du Nord merupakan pusat transportasi luar biasa yang menghubungkan Paris dengan kota-kota besar di Eropa dan Prancis. Melalui layanan kereta cepat Eurostar, penumpang bisa bepergian langsung menuju London, Brussel, hingga Amsterdam. Selain itu, terdapat layanan kereta TGV dan TER yang menjangkau berbagai wilayah di Prancis Utara, seperti Lille dan Amiens, serta jalur Transilien yang memudahkan akses bagi warga yang tinggal di pinggiran kota Paris.

Di bagian bawah tanah, stasiun ini terhubung langsung dengan jaringan kereta komuter RER dan Metro Paris. Jalur RER B dan D memberikan akses cepat menuju Bandara Charles de Gaulle, Bandara Orly, hingga stadion Stade de France. Penumpang juga bisa berpindah dengan mudah ke jalur Metro 4 dan 5 melalui terowongan bawah tanah, atau berjalan kaki lewat penghubung khusus menuju stasiun terdekat untuk menggunakan jalur Metro 2 dan RER E.

6. Bom sisa perang dunia ii ditemukan sekitar 2,5 kilometer dari stasiun gare du nord

Stasiun kereta api Gare du Nord di Paris, Prancis.
Stasiun kereta api Gare du Nord di Paris, Prancis. (commons.wikimedia.org/Hugh Llewelyn)

Pada Jumat, 7 Maret 2025, sebuah bom peninggalan Perang Dunia II seberat 500 kg ditemukan di wilayah Saint-Denis, sekitar 2,5 kilometer dari stasiun Gare du Nord. Bom ini ditemukan secara tidak sengaja oleh petugas yang sedang melakukan pemeliharaan jembatan kereta api pada pukul 03.30 pagi. Penemuan ini langsung memicu prosedur keamanan ketat, di mana polisi segera mengevakuasi warga sekitar dan memasang zona pengamanan untuk menghindari risiko ledakan.

Kejadian ini sempat melumpuhkan total operasional di Gare du Nord, yang merupakan stasiun tersibuk di Eropa, sehingga ratusan jadwal kereta domestik maupun internasional menuju London dan Brussels terpaksa dibatalkan. Tim ahli penjinak bom dikerahkan untuk mematikan pemicu bom di lokasi sebelum dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Kekacauan jadwal perjalanan yang dialami ratusan ribu penumpang akhirnya berhasil diselesaikan pada sore hari setelah area tersebut dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

7. Ditetapkan sebagai monumen bersejarah

Stasiun kereta api Gare du Nord di Paris, Prancis.
Stasiun kereta api Gare du Nord di Paris, Prancis. (commons.wikimedia.org/Lionel Allorge)

Gare du Nord di Paris telah ditetapkan sebagai monumen bersejarah karena nilai arsitektur dan sejarahnya yang luar biasa. Sebagai bentuk penghormatan, pada tahun 1990, Presiden Jacques Chirac meresmikan perubahan nama alun-alun di depan stasiun dari Place Roubaix menjadi Place Napoleon III. Peresmian ini menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya nama Kaisar Napoleon III diabadikan pada sebuah tempat umum di Paris.

Keputusan pemberian nama tersebut merupakan bentuk pengakuan resmi dari negara Prancis atas jasa sang Kaisar dalam memodernisasi negara, khususnya kota Paris. Pemerintah ingin mengapresiasi kesadaran sosial dan berbagai tindakan nyata Napoleon III yang telah membawa kemajuan besar bagi infrastruktur kota. Dengan status monumen bersejarah ini, Gare du Nord tidak hanya berfungsi sebagai pusat transportasi, tetapi juga sebagai simbol pengakuan sejarah bagi Prancis.

Gare du Nord bukan sekadar stasiun kereta biasa, melainkan saksi bisu sejarah dan pusat kemajuan transportasi yang menghubungkan Paris dengan dunia. Dengan arsitektur yang megah dan peranannya yang sangat vital bagi jutaan orang setiap tahunnya, stasiun ini akan terus menjadi landmark ikonik yang tak terpisahkan dari wajah kota Paris.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More