Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Ikan Pendatang di Australia yang Mampu Merusak Ekosistem

5 Ikan Pendatang di Australia yang Mampu Merusak Ekosistem
trout cokelat (commons.wikimedia.org/Assianir)
Intinya Sih
  • Australia menghadapi ancaman serius dari ikan pendatang seperti ikan mas, trout cokelat, guppy, ikan bendera amerika, dan ikan pedang yang mengganggu keseimbangan ekosistem perairan lokal.
  • Ikan mas menyebabkan kerugian ekonomi hingga jutaan dolar setiap tahun, mendorong pemerintah meluncurkan National Carp Control Plan untuk membasmi populasi dan memulihkan ekosistem.
  • Trout cokelat dan guppy berkembang pesat hingga menekan spesies asli, sementara ikan pedang berpotensi invasif karena tak memiliki predator alami di Australia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Australia merupakan salah satu daerah yang terisolasi karena berlokasi di bagian selatan bumi dan terpisah dari daratan lain seperti Asia dan Amerika. Meski begitu, Australia memiliki kekayaan alam yang luar biasa, lho. Sayangnya, semua kekayaan tersebut mulai terancam oleh kehadiran ikan pendatang yang merusak ekosistem.

Beberapa ikan pendatang yang ada di Australia adalah ikan mas, ikan pedang, dan trout cokelat. Mereka berasal dari belahan dunia lain, mulai dari daratan Asia hingga Eropa. Di Australia, semua ikan tersebut sudah menginvasi danau, rawa, hingga sungai. Lantas, bagaimana cara mereka menyebar dan apa efeknya bagi ekosistem lokal? Simak penjelasannya di bawah ini, yuk.

1. Ikan mas merugikan negara hingga jutaan dollar

ikan mas
ikan mas (unsplash.com/Yuriy Vertikov)

Ikan mas (Cyprinus carpio) sebenarnya cukup populer sebagai hewan peliharaan. Meski begitu, ikan tersebut membawa ancaman yang besar di Negeri Kanguru. Dilansir Victorian Fisheries Authority, ikan mas bisa membuat perairan Australia makin keruh, mampu menyebabkan erosi, bahkan bersaing dengan satwa lokal. Ikan mas juga merugikan negara hingga $50 juta dollar tiap tahunnya.

Untuk mengatasi invasi ikan mas, pemerintah Australia membuat program bernama National Carp Control Plan (NCCP). Program tersebut memakan biaya $10.37 juta dollar. Salah satu upaya NCCP untuk membasmi ikan mas adalah dengan menyebarkan virus agar ikan mas mati dan melakukan edukasi ke berbagai lapisan masyarakat. Setelah ikan mas mati pemerintah akan mulai memulihkan ekosistem.

2. Trout cokelat dijuluki kelinci sungai

trout cokelat
trout cokelat (commons.wikimedia.org/Gilles San Martin)

Dilansir Animalia, trout cokelat (Salmo trutta) merupakan spesies asli Eropa, Afrika, dan Asia Tengah. Jadi, statusnya di Australia adalah sebagai spesies pendatang sekaligus spesies invasif. Selain di Australia, trout cokelat juga masuk ke daftar 100 spesies invasif paling berbahaya di dunia. Kehadirannya di Australia bisa merusak ekosistem, merusak tatanan kehidupan satwa lokal, bahka berpotensi menggusur populasi satwa lokal. Saking melimpahnya populasi ikan tersebut, bahkan ia dijuluki sebagai "kelinci sungai."

3. Ikan guppy dibawa oleh penghobi ikan hias

ikan guppy
ikan guppy (commons.wikimedia.org/Andrew Sheedy)

Poecilia reticulata atau guppy merupakan ikan kecil dengan panjang sekitar 3-7 centimeter. Namun, di balik ukuran mungilnya ikan tersebut memberikan dampak yang besar terhadap ekosistem di Australia. Dilansir Queensland Goverment, ikan guppy memiliki fase reproduksi yang sangat cepat. Hal tersebut membuatnya bisa menguasai sungai dan berkompetesi dengan spesies ikan lokal.

Ikan ini merupakan spesies asli Amerika Selatan dan Kepulauan Karibia. Ia bisa sampai ke Australia karena adanya perdagangan ikan hias. Lebih lanjut, kehadirannya di alam liar Australia dipicu oleh banyaknya penghobi ikan yang secara sengaja atau tidak sengaja melepaskan peliharaannya ke alam. Selama bertahun-tahun, ikan-ikan yang dilepaskan terus berkembang biak.

4. Ikan bendera amerika berasal dari Florida

ikan bendera amerika
ikan bendera amerika (commons.wikimedia.org/nat_t)

Hewan dengan nama ilmiah Jordanella floridae ini sebenarnya adalah ikan hias. Dilansir iNaturalist, ikan bendara amerika merupakan satwa endemik Amerika Serikat, tepatnya hanya bisa ditemukan di Negara Bagian Florida. Namun, sekarang ikan tersebut sudah terindroduksi ke wilayah Queensland, Australia. Menariknya, ikan bendara amerika tidak memiliki efek merugikan yang masif, tak seperti trout cokelat atau ikan mas. Ikan bendara amerika justru menjadi hewan peliharaan yang cukup populer di komunitas pencinta ikan hias.

5. Ikan pedang berpotensi menjadi spesies invasif

ikan pedang
ikan pedang (commons.wikimedia.org/Wojciech J. Płuciennik)

Xiphophorus helleri atau ikan pedang punya satu ciri khas, yaitu ekor bagian bawahnya yang memanjang dan runcing di ujung, serupa dengan pedang. Sama seperti ikan bendera amerika dan ikan guppy, ikan pedang sebenarnya merupakan ikan hias. Ikan dengan panjang maksimal 16 centimeter ini berasal dari benua Amerika. Namun, sekarang ia sudah terintroduksi ke wilayah pesisir timur Australia.

Artikel di jurnal Aquatic Conservation: Marine and Freshwater Ecosystems menjelaskan bahwa ikan pedang berpotensi menjadi spesies invasif jika populasinya tidak terkontrol. Pasalnya, penyebaran ikan tersebut bisa meluas ke wilayah Australia yang lain. Tak hanya itu, ikan pedang tidak memiliki predator alami di Australia sehingga populasinya bisa membludak kapan saja.

Kehadiran ikan pendatang yang ada di Australia menjadi momok mengerikan bagi Negeri Kanguru tersebut. Mereka memang tidak bisa menggigit atau menyebarkan penyakit ke manusia. Namun, ikan-ikan tersebut secara perlahan bisa melumpuhkan ekonomi dan mendorong kepunahan satwa lokal. Karena itu, upaya pembasmian dan pencegahan serius harus terus dilakukan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More