Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kelapa Sawit (pixabay.com/sarangib)
  • Indonesia menghasilkan sekitar 46 juta ton minyak sawit pada 2024/25, setara 59 persen produksi dunia, tetapi kelapa, kedelai, bunga matahari, kanola, dan zaitun juga menjadi sumber minyak nabati.
  • Kelapa membutuhkan sekitar 3,7 hektare lahan per ton minyak, sedangkan kedelai memiliki sekitar 20 persen minyak dan sisa bungkil berprotein tinggi yang banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
  • Biji bunga matahari mengandung 45–55 persen minyak; kanola sekitar 42 persen dengan lemak jenuh rendah; zaitun mengandung 20–25 persen minyak dan extra virgin menjadi kategori kualitas tertinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau berbicara tentang minyak goreng, kelapa sawit biasanya menjadi yang pertama untuk terlintas di kepala. Wajar, sebab Indonesia termasuk produsen terbesarnya di dunia. Menurut data USDA yang dilaporkan InfoSAWIT, produksi Indonesia pada 2024/25 mencapai sekitar 46 juta ton, atau sekitar 59 persen produksi dunia. Namun, tahukah kamu bahwa sawit bukan satu-satunya tanaman penghasil minyak? Mari kenali lima tanaman lain yang juga diambil minyaknya di berbagai belahan dunia.

1. Kelapa

Pohon Kelapa (pixabay.com/Pexels)

Tanaman satu ini pasti sudah akrab denganmu. Kelapa (Cocos nucifera) tumbuh subur di Indonesia, dan minyaknya diperoleh dari daging buah, baik yang segar maupun yang telah dikeringkan menjadi kopra. Kopra sendiri merupakan komoditas olahan kelapa yang diperdagangkan, termasuk untuk diekspor.

Ciri khas minyak kelapa adalah dominasi asam laurat yang berkisar antara 47–50 persen. Namun, ada catatan penting, sekitar 80–90 persen lemaknya berupa lemak jenuh, sehingga pemakaiannya tidak boleh sembarangan. Soal produktivitas, menurut Our World in Data, kelapa membutuhkan sekitar 3,7 hektare lahan untuk menghasilkan satu ton minyak, jauh lebih luas daripada sawit yang hanya sekitar 0,3 hektare.

2. Kedelai

Kedelai (pixabay.com/pixel1)

Kamu mungkin mengenal kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe. Ternyata, menurut FAO, kedelai juga merupakan sumber tunggal minyak nabati terbesar di dunia dengan kandungan minyak pada bijinya hanya sekitar 20 persen. Cara sederhana untuk mengambil minyak kedelai biasanya menggunakan mesin tekan atau mesin pemeras.

Lalu, sisa bagian biji kedelai yang kaya protein akan diolah menjadi bungkil, yang sebagian besar dipakai sebagai pakan ternak. Nilai bungkil ini biasanya melebihi nilai minyaknya, sehingga bungkil tidak dapat dianggap sekadar produk sampingan. Kedelai juga mampu mengikat nitrogen melalui simbiosis dengan bakteri di dalam tanah.

3. Bunga Matahari

Bunga Matahari (pixabay.com/ Uschi_Du)

Bunga matahari identik dengan taman yang indah dan latar foto yang menawan. Namun, di balik kelopak kuningnya, bijinya menyimpan minyak dalam jumlah besar. Menurut Feed Planet Magazines, kadar minyak pada biji bunga matahari tanpa kulit berkisar 45–55 persen.

Produsen utamanya adalah Rusia dan Ukraina. Berdasarkan proyeksi USDA untuk musim 2026/27 yang dilaporkan Latifundist, Rusia tetap menjadi produsen minyak bunga matahari terbesar, sedangkan Ukraina memimpin untuk pasar ekspor.

4. Kanola

Rapeseed, tumbuhan penghasil minyak kanola (pixabay.com/_Tatius_)

Minyak kanola berasal dari biji kanola (canola), tanaman yang dikembangkan di Kanada dari rapeseed agar minyaknya lebih aman dikonsumsi. Menurut Canola Council of Canada, kanola dibedakan dari rapeseed biasa khususnya dalam kadar asam erukat dan glukosinolat yang rendah, dengan bijinya yang mengandung sekitar 42 persen minyak.

Dari sisi gizi, minyak kanola dikenal rendah lemak jenuh. Menurut Alodokter, kandungan lemak jenuhnya hanya sekitar 7 persen, sedangkan lemak tak jenuh mencapai 64 persen. Selain itu, minyak kanola juga mengandung lemak tak jenuh ganda berupa omega-3 dan omega-6 sebesar 28 persen.

5. Zaitun

Buah Zaitun (pixabay.com/ VagelisDimas)

Siapa yang tidak kenal olive oil? Minyak zaitun berasal dari buah pohon zaitun, yang menurut FAO mengandung sekitar 20–25 persen minyak pada buah segarnya. Minyak dikategorikan menjadi 2 tipe yaitu virgin dan extra virgin dan diperoleh semata-mata dengan cara mekanis atau fisik. Kategori extra virgin merupakan yang berkualitas tertinggi.

Dilansir dari Alodokter, Satu sendok makan minyak zaitun mengandung sekitar 119 kalori dan 13,5 gram lemakt. Asam lemak utamanya adalah asam oleat, yang menurut Biofarma mencapai sekitar 73 persen dari total kandungan minyak. Selain itu, minyak zaitun mengandung antioksidan polifenol serta vitamin E dan K


Kelima tanaman ini punya peran berbeda. Kelapa kuat di pangan dan kosmetik, kedelai besar karena volume dan produk sampingannya, bunga matahari unggul dalam kadar minyak, kanola menonjol dengan kandungan lemak jenuhnya yang rendah, dan zaitun bernilai tinggi lewat kualitasnya. Beragam sumber minyak nabati membuat dunia tidak bergantung pada satu komoditas. Nah, dari kelima tanaman ini, mana yang paling membuatmu terkejut?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article