Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta LeConte's Thrasher, Burung yang Hampir Tidak Pernah Minum Air

3 min read
5 Fakta LeConte's Thrasher, Burung yang Hampir Tidak Pernah Minum Air
LeConte's Thrasher (commons.wikimedia.org/Greg Schechter)
  • LeConte's thrasher hidup di gurun Amerika Serikat dan Meksiko barat daya, lebih sering berlari di tanah daripada terbang saat mencari makanan, berlindung, dan menjaga wilayah.
  • Dengan paruh panjang melengkung serta otot kepala-leher kuat, burung ini mengais daun dan menggali tanah untuk mencari serangga, kalajengking, serta larva.
  • Air permukaan sangat langka, sehingga LeConte's thrasher mendapat cairan dari serangga; populasinya di AS dilaporkan turun hampir 70 persen akibat konversi lahan dan pembangunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kawasan gurun di Amerika Serikat Barat Daya dan Meksiko Barat Daya menjadi habitat bagi berbagai jenis burung yang mampu bertahan dalam kondisi kering. Salah satunya LeConte's thrasher (Toxostoma lecontei), burung yang memiliki kebiasaan unik dalam memenuhi kebutuhan air tubuhnya.

Sumber air permukaan di habitatnya sangat terbatas, bahkan hanya muncul selama beberapa hari dalam setahun. Meski begitu, LeConte's thrasher mampu memperoleh cairan dari serangga yang dimakannya. Selain kebiasaan tersebut, burung ini juga memiliki sejumlah karakteristik menarik. Yuk, kenali lima faktanya berikut ini!

  1. 1. Lebih sering berlari daripada terbang

    LeConte's Thrasher
    LeConte's Thrasher (commons.wikimedia.org/Alan Schmierer)

    LeConte's thrasher termasuk burung terestrial yang banyak menghabiskan waktunya di permukaan tanah. Dilansir laman Audubon, burung ini jarang terbang dan lebih sering berlari saat berpindah tempat. Ketika merasa terancam, ekornya juga akan diangkat saat berlari menjauh.

    Kebiasaan tersebut membuat LeConte's thrasher lebih banyak bergerak di antara semak dan tanah gurun. Cara berlarinya mengingatkan pada roadrunner yang juga dikenal sebagai burung pelari. Burung ini dapat berlari dari satu semak ke semak lain saat mencari makanan atau berpindah menuju tempat berlindung. Aktivitas di darat juga dilakukan ketika burung mencari pasangan, mempertahankan wilayah, dan bergerak di sekitar lokasi sarang.

  2. 2. Paruhnya dipakai untuk menggali tanah

    LeConte's Thrasher
    LeConte's Thrasher (commons.wikimedia.org/Caleb Putnam)

    Makanan LeConte's thrasher banyak dicari di permukaan tanah. Masih dari laman All About Birds, burung ini memiliki paruh hitam yang panjang dan melengkung ke bawah. Bagian kepala dan lehernya juga didukung otot yang kuat.

    Paruh tersebut digunakan untuk mengais daun kering dan menggali tanah ketika mencari mangsa. Makanannya antara lain serangga, kalajengking, dan larva. Burung ini dapat menggunakan paruhnya untuk membongkar material di permukaan tanah dan menemukan hewan kecil yang bersembunyi di bawahnya.

  3. 3. Hampir tidak pernah minum air secara langsung

    LeConte's Thrasher
    LeConte's Thrasher (commons.wikimedia.org/Caleb Putnam)

    Ketersediaan air menjadi tantangan tersendiri bagi LeConte's thrasher yang hidup di kawasan gurun. Masih dari laman All About Birds, air di permukaan habitatnya mungkin hanya tersedia selama beberapa hari dalam setahun. Meski sesekali menemukan sumber air, burung ini jarang meminumnya secara langsung.

    Sebagai gantinya, LeConte's thrasher memperoleh kebutuhan air dari serangga yang menjadi makanannya. Kebiasaan tersebut membuatnya tidak terlalu bergantung pada genangan air untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Kemampuan ini sangat berguna ketika sumber air permukaan sulit ditemukan di habitat gurun yang kering.

  4. 4. Sarangnya berada di antara tanaman berduri

    LeConte's Thrasher
    Sarang LeConte's Thrasher (commons.wikimedia.org/Caleb Putnam)

    Saat memasuki musim berkembang biak, LeConte's thrasher memilih tempat yang cukup terlindungi untuk membuat sarang. Dilansir laman Center for Biological Diversity, burung ini dapat bersarang di antara tanaman berduri seperti kaktus cholla dan semak saltbush. Sarangnya berbentuk seperti cangkir dan dibuat dari ranting serta material tumbuhan.

    Bagian dalamnya dilapisi bahan yang lebih halus. Tanaman berduri di sekitar sarang dapat berupa kaktus dan semak gurun yang tumbuh rapat di antara permukaan tanah berbatu dan berpasir. Sarang biasanya ditempatkan di bagian tanaman yang cukup terlindung, dengan ranting-ranting di sekelilingnya yang membentuk batas alami.

  5. 5. Habitatnya terus berkurang

    Habitat LeConte's Thrasher
    Habitat LeConte's Thrasher (commons.wikimedia.org/ALAN SCHMIERER)

    Kehidupan LeConte's thrasher juga menghadapi ancaman dari perubahan habitat. Masih dari laman Center for Biological Diversity, spesies ini kehilangan hampir 70 persen populasinya di Amerika Serikat akibat konversi lahan dan pembangunan perkotaan. Pembangunan jalan dan perluasan lahan pertanian dapat memecah habitat gurun menjadi area-area yang lebih kecil.

    Kondisi tersebut mengurangi ruang yang tersedia untuk mencari makanan dan berkembang biak. Sejumlah kawasan habitatnya kini terpotong oleh jalan, lahan pertanian, serta area yang telah dikembangkan untuk kebutuhan manusia. Perubahan tersebut juga membuat wilayah gurun yang sebelumnya berupa hamparan terbuka terpisah menjadi beberapa bagian yang lebih kecil.

    Kehidupan LeConte's thrasher memperlihatkan berbagai kemampuan yang mendukung kelangsungan hidupnya di lingkungan gurun. Burung ini mampu memperoleh air dari mangsanya serta memiliki kebiasaan mencari makan, bergerak, dan bersarang yang sesuai dengan kondisi habitatnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More