Kepiting biasanya memiliki dua capit yang ukurannya sama. Namun, hal tersebut tak berlaku bagi kepiting biola (fiddler crab), yaitu kepiting yang berasal dari famili Ocypodidae. Sebab, individu jantan kepiting biola memiliki satu capit yang ukurannya berkali-kali lipat lebih besar dari capit lain. Bahkan panjangnya bisa setara dengan lebar tubuhnya.
5 Kepiting dari Genus Austruca yang Menghuni Wilayah Indonesia

- Lima spesies kepiting biola genus Austruca tercatat menghuni Indonesia: A. annulipes, A. perplexa, A. triangularis, A. cryptica, dan A. bengali.
- Setiap spesies memiliki sebaran, habitat, dan ciri berbeda; beberapa hidup di pesisir, zona intertidal, atau bakau, dengan ukuran karapas kecil dan warna khas.
- Data tentang A. cryptica dan A. bengali masih sangat terbatas, sementara keberadaan A. bengali di Indonesia baru tercatat melalui satu observasi di Medan pada Agustus 2025.
Kepiting biola juga dibagi menjadi beberapa genus, salah satunya adalah genus Austruca. Genus tersebut punya penyebaran yang luas, bahkan beberapa spesies Austruca seperti kepiting biola berkaki cincin, kepiting biola bengal, dan perplexing fiddler crab bisa ditemukan di Indonesia, lho. Mau tahu bagaimana ciri fisik, kebiasaan, dan habitat dari semua spesies tersebut? Simak artikel berikut, yuk.
1. Kepiting biola berkaki cincin (Austruca annulipes)

kepiting biola berkaki cincin (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT) Selain di Indonesia, kepiting biola berkaki cincin juga bisa ditemukan di tempat lain seperti China, Afrika Selatan, Somalia, Madagaskar, India, Malaysia, dan Filipina. Dilansir iNaturalist, klasifikasi spesies ini juga cukup unik. Awalnya ia dimasukan ke genus Uca, kemudian pada 2016 dipindahkan ke genus Leptuca. Akhirnya, ia dipindahkan lagi ke genus Austruca seperti yang kita kenal sekarang. Kepiting biola berkaki cincin biasanya sangat aktif di sore hari, khususnya di area pesisir yang lembap dan berair. Ia sangat gesit, punya garis putih di karapas, serta akan langsung masuk ke lubang ketika merasa terancam.
2. Perplexing fiddler crab (Austruca perplexa)

perplexing fiddler crab (commons.wikimedia.org/Kramthenik27) Laman Reeflex menerangkan bahwa spesies sepanjang 2 centimeter ini kerap ditemukan di zona intertidal, pinggir pantai, dan area bakau. Secara umum ia akan mencari makan di daratan, tapi ia juga bisa menyelam hingga kedalaman 15 meter. Makanan utamanya adalah alga, karena itu ia dikategorikan sebagai algivor. Perplexing fiddler crab punya warna yang agak berbeda dari spesies lain, yaitu kekuningan sehingga membuatnya cukup mencolok. Penyebarannya juga luas karena mencakup perairan Jepang, Asia Tenggara, Australia, hingga Oseania.
3. Kepiting biola triangular (Austruca triangularis)

kepiting biola triangular (inaturalist.org/KrabX) Penyebaran kepiting biola triangular terpusat di wilayah Asia Tenggara. Laman Fiddle Crab Info menerangkan bahwa spesies ini menghuni hampir seluruh wilayah Indonesia, Filipina, Laut China Selatan, dan sebagian wilayah Australia utara. Ukurannya juga sangat kecil dengan lebar karapas sekitar 0,6 hingga 1,5 centimeter. Kepiting biola triangular punya tubuh dengan dua perpaduan warna, yaitu hitam dan putih. Bagian punggungnya punya warna dasar putih dengan corak tutul hitam. Sementara itu, bagian kaki dan bawah tubuhnya berwarna hitam dengan corak bintik putih.
4. Kepiting biola kriptik (Austruca cryptica)

kepiting biola kriptik (inaturalist.org/Johnathan) Penyebaran kepiting biola kriptik menjadi yang paling terbatas dari spesies lain di daftar ini. Di Indonesia ia hanya menghuni Pulau Sulawesi dan Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur. Penyebarannya di Sulawesi hanya mencakup bagian selatan pulau tersebut sementara di Flores ia hanya menghuni bagian barat pulau. Spesies dengan karapas selebar 1,5 centimeter ini juga menghuni Filipina, tepatnya di Pulau Mindanao, Cebu, dan Negros. Sayangnya, tak banyak yang diketahui tentang kepiting biola kriptik sehingga penelitian dan observasi lebih lanjut harus segera dilakukan.
5. Kepiting biola bengal (Austruca bengali)

kepiting biola bengal (inaturalist.org/Wich’yanan Limparungpatthanakij) Eksistensi kepiting biola bengal di Indonesia hanya terekam oleh satu observasi di iNaturalist pada Agustus 2025, tepatnya di daerah Medan, Sumatra Utara. Sebaliknya, populasi spesies ini lebih terpusat di pesisir barat Semenanjung Malaya, yakni mencakup Myanmar, Thailand, hingga Malaysia. Sama seperti kepiting biola kriptik, tak banyak yang diketahui tentang spesies ini, entah itu soal makanan, kebiasaan, reproduksi, hingga bagaimana hubungannya dengan spesies lain. Namun, ia mudah dikenali dari capit berwarna jingga dan karapas hitam yang diselimuti corak garis serta bintik biru.
Eksistensi genus Austruca di Indonesia sangat bervariasi. Ada yang populasinya terdata secara jelas tapi tak sedikit yang jarang diketahui dan eksistensinya masih abu-abu. Kesenjangan tersebut merupakan bukti bahwa kelestarian spesies kepiting di Indonesia tidak menjadi perhatian. Kemungkinan, kepiting berukuran kecil seperti kepiting biola dianggap tidak signifikan sehingga dipandang sebelah mata oleh banyak pihak.





















