7 Fakta Beruang Hitam Asia, Spesies Rentan dalam Daftar Merah IUCN

- Beruang hitam Asia berciri bulu hitam dengan tanda putih berbentuk bulan sabit di dada, tersebar dari Iran hingga Jepang, serta menghuni hutan lebat dan pegunungan.
- Sebagai omnivora soliter, mereka mahir memanjat dan berenang, mencari buah hingga hewan kecil, lalu berlindung di celah batu atau pohon saat musim dingin.
- Populasinya turun sekitar 31% selama 30 tahun akibat kerusakan habitat, perburuan, perdagangan liar, dan ekstraksi empedu paksa; IUCN mengategorikannya Rentan.
Beruang hitam Asia (Ursus thibetanus) adalah salah satu jenis beruang yang hidup di wilayah hutan dan pegunungan Asia. Hewan ini memiliki corak bulu putih berbentuk bulan sabit pada dadanya. Selain corak unik tersebut, mereka sangat pandai memanjat pohon saat mencari makan.
Makanan utamanya meliputi buah, kacang-kacangan, dan serangga kecil. Mereka kerap merangkai ranting di atas pohon untuk tempat bersantai. Sayangnya, keberadaan mereka di alam liar kini semakin terancam akibat hilangnya kawasan hutan serta perburuan liar.
Yuk, simak artikel ini untuk mempelajari kehidupan beruang hitam Asia!
1. Punya tanda putih berbentuk bulan sabit di bagian dadanya

Beruang hitam Asia (Ursus thibetanus). (commons.wikimedia.org/Grv022) Dilansir Britannica, beruang hitam Asia dikenal juga sebagai beruang bulan karena memiliki ciri fisik yang sangat khas. Bulu tubuhnya berwarna hitam mengilap dan terkadang tampak sedikit kecokelatan. Hal yang paling menonjol adalah corak bulu putih berbentuk bulan sabit atau huruf V pada dadanya.
Hewan ini juga mempunyai bulu leher dan bahu yang panjang hingga membentuk surai tebal. Dari segi ukuran, beruang jantan dewasa memiliki berat badan sekitar 100 sampai 200 kg. Sementara itu, beruang betina berukuran lebih kecil dengan bobot sekitar separuh dari jantan.
2. Tersebar luas di berbagai wilayah benua asia

Beruang hitam Asia (Ursus thibetanus). (commons.wikimedia.org/Postdlf) Dilansir Animalia, beruang hitam Asia tersebar luas di berbagai wilayah Benua Asia. Mereka dapat ditemukan dari kawasan Iran, India, Asia Tenggara, hingga negara seperti Tiongkok, Korea, dan Jepang. Habitatnya mencakup wilayah biogeografis yang beragam, mulai dari kawasan beriklim sedang hingga hutan tropis.
Mamalia ini sangat menyukai wilayah pegunungan terjal dan hutan dengan pepohonan yang lebat. Pada musim panas, mereka biasanya beraktivitas di daerah pegunungan yang tinggi dan sejuk. Ketika musim dingin tiba, mereka akan berpindah turun ke wilayah dataran rendah untuk berlindung.
3. Beruang jantan dan betina bisa saling kawin dengan beberapa pasangan

Beruang hitam Asia (Ursus thibetanus). (commons.wikimedia.org/Grv022) Animalia juga mengatakan bahwa beruang hitam Asia memiliki sistem perkawinan bebas di mana jantan dan betina bisa saling kawin dengan beberapa pasangan. Hanya jantan yang berukuran paling besar dan kuat yang biasanya berkesempatan untuk mengawini betina. Setelah masa kehamilan sekitar 6 hingga 8 bulan, induk betina melahirkan 2 ekor anak di dalam sarang yang hangat.
Anak beruang lahir dalam kondisi buta serta lemah sehingga sangat bergantung pada perlindungan induknya. Mereka mulai belajar makan makanan padat sendiri saat memasuki usia sekitar 6 bulan. Meski begitu, anak beruang ini umumnya tetap tinggal bersama induknya hingga berumur 2 sampai 3 tahun.
4. Hewan omnivora yang sering menghabiskan waktunya di atas pepohonan

Beruang hitam Asia (Ursus thibetanus). (commons.wikimedia.org/tontantravel) Beruang hitam Asia adalah hewan pemakan segala yang mengonsumsi buah-buahan, kacang-kacangan, madu, mamalia kecil, serangga, burung, hingga bangkai. Mereka hidup secara menyendiri dan aktif menjelajah tanpa memiliki tempat tinggal yang tetap. Namun, hewan ini akan mencari tempat khusus untuk tidur dalam waktu lama saat musim dingin tiba.
Dilansir Britannica, lokasi yang mereka gunakan sebagai tempat berlindung biasanya berupa celah batu, lubang pohon, atau tumpukan semak. Sebelum tidur panjang, beruang ini akan makan sebanyak mungkin demi menimbun lemak sebagai cadangan energi. Uniknya, periode tidur ini bukanlah hibernasi sejati karena detak jantung dan suhu tubuh mereka tidak menurun drastis.
5. Umumnya berusaha menghindari manusia
Beruang hitam Asia (Ursus thibetanus). (commons.wikimedia.org/Viktor Kravtchenko (Виктор Кравченко) Dilansir Animal Diversity Web, beruang hitam Asia merupakan perenang yang andal sekaligus pemanjat pohon yang mahir berkat cakarnya yang pendek. Saat bergerak, mereka berjalan menggunakan empat kaki dengan menapakkan seluruh telapak kakinya ke tanah. Namun, hewan ini akan berdiri dengan dua kaki belakang dan mengayunkan cakar depannya saat bertarung melawan musuh.
Dalam kehidupan sehari-hari, mereka umumnya berusaha menghindari keberadaan manusia. Mereka biasanya hanya menyerang jika merasa terluka atau sedang berusaha melindungi anak-anaknya dari bahaya. Meski begitu, beberapa kasus serangan tanpa alasan tetap pernah tercatat dalam sejarah perjalanan hidup mereka.
6. Paling sering diternakkan dan diekstrak empedunya secara paksa

Beruang hitam Asia (Ursus thibetanus). (commons.wikimedia.org/Laura Wolf) Dilansir FOUR PAWS Internasional, empedu beruang telah dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional di Asia Timur sejak ratusan tahun lalu. Cairan ini mengandung zat khusus yang dipercaya efektif untuk merawat kesehatan organ hati dan kantung empedu. Selain obat, cairan empedu tersebut kini kerap dicampurkan ke dalam produk harian seperti pasta gigi dan krim wajah.
Sayangnya, beruang hitam Asia menjadi jenis yang paling sering diternakkan dan diekstrak empedunya secara paksa. Padahal, zat berkhasiat tersebut kini sudah bisa dibuat secara sintetis di laboratorium tanpa perlu menyakiti hewan. Pemanfaatan tanaman herbal juga menjadi alternatif lain yang jauh lebih aman dan ramah bagi kelestarian mereka.
7. Masuk dalam kategori status rentan menurut daftar merah iucn

Beruang hitam Asia (Ursus thibetanus). (commons.wikimedia.org/Grv022) Dilansir International Association for Bear Research and Management, beruang hitam Asia saat ini masuk dalam kategori status Rentan menurut Daftar Merah IUCN. Penurunan jumlah populasi hewan ini terjadi di sebagian besar wilayah Asia Tenggara dan Cina. Hal ini disebabkan oleh maraknya kerusakan habitat, pembunuhan ilegal, serta perdagangan liar.
Berdasarkan penilaian IUCN tahun 2016, populasi global beruang ini telah berkurang sekitar 31% dalam kurun waktu 30 tahun. Jika tidak ada tindakan perlindungan yang serius, penurunan jumlah ini dikhawatirkan akan terus memburuk di masa depan. Oleh karena itu, beruang hitam Asia telah masuk dalam daftar Lampiran I CITES untuk melarang seluruh perdagangan internasional secara komersial.
Kehidupan beruang hitam Asia yang sangat menarik ini membuktikan betapa beragamnya jenis hewan yang ada di dunia. Perlindungan terhadap habitat asli mereka menjadi kunci utama agar spesies ini tidak hilang dari alam liar. Yuk, share artikel ini supaya makin banyak orang yang peduli dengan kelestarian mereka!

















![[QUIZ] Apakah Kamu Lebih Pintar dari Anak Kelas 2 SD? Buktikan di Sini](https://image.idntimes.com/post/20240917/apakah-kamu-lebih-pintar-dari-kelas-2-sd-2-797dda6fac07abb51e5215f6d384a270.jpg)


