Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Dessert Romawi Kuno, Salah Satunya untuk Persembahan Dewa

3 min read
5 Dessert Romawi Kuno, Salah Satunya untuk Persembahan Dewa
ilustrasi savillum, salah satu dessert romawi kuno (flickr.com/mutina boica)
  • Masyarakat Romawi kuno telah mengenal hidangan manis berbahan keju, madu, buah, kurma, dan anggur, menunjukkan dessert menjadi bagian dari kuliner mereka sejak ribuan tahun lalu.
  • Libum dibuat dari keju, tepung gandum, dan telur, lalu dipanggang di atas daun; selain disantap, kue padat ini digunakan dalam ritual persembahan kepada dewa.
  • Savillum, Mustacei, Patina de piris, dan Dulcia domestica memadukan bahan manis dengan rempah atau unsur gurih, dari madu dan pir hingga sari anggur, kacang, serta liquamen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dessert mungkin identik dengan kue, es krim, atau puding yang biasa dinikmati setelah makan. Namun, tradisi menyajikan hidangan penutup ternyata sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Pada masa Romawi kuno, masyarakat telah mengenal berbagai sajian yang dibuat dari bahan seperti keju, madu, buah, dan anggur.

Hidangan-hidangan tersebut memiliki bentuk dan cita rasa yang cukup beragam, bahkan beberapa di antaranya mungkin terasa berbeda dari dessert yang dikenal saat ini. Meski begitu, sajian tersebut menunjukkan bahwa hidangan penutup sudah menjadi bagian dari kuliner Romawi sejak dahulu. Penasaran seperti apa hidangannya? Yuk, simak lima dessert Romawi kuno berikut ini.

  1. 1. Libum

    ilustrasi libum
    ilustrasi libum (commons.wikimedia.org/Carole Raddato)

    Libum merupakan salah satu hidangan Romawi kuno yang dibuat dari bahan sederhana, terutama keju, tepung gandum, dan telur. Dalam catatan Cato the Elder melalui De Agri Cultura, adonan tersebut dibentuk menjadi satu kue, diletakkan di atas daun, lalu dipanggang perlahan. Bentuknya cukup sederhana dengan tekstur yang cenderung padat, berbeda dari cheesecake modern yang umumnya lebih lembut.

    Selain sebagai makanan, Libum juga memiliki kaitan dengan kehidupan keagamaan masyarakat Romawi. Hidangan ini digunakan dalam konteks ritual sebagai bagian dari persembahan kepada dewa. Libum menunjukkan bahwa makanan pada masa itu tidak hanya disantap, tetapi juga dapat memiliki kaitan dengan kehidupan spiritual masyarakat Romawi.

  2. 2. Savillum

    ilustrasi savillum
    ilustrasi savillum (flickr.com/Sheila McClune)

    Savillum merupakan salah satu hidangan Romawi kuno yang memiliki kemiripan dengan cheesecake modern, meski tidak menggunakan lapisan dasar seperti cheesecake masa kini. Resep yang dicatat Cato the Elder dalam De Agri Cultura menggunakan empat bahan utama, yaitu keju, tepung, madu, dan telur. Setelah dipanggang hingga matang, Savillum diberi tambahan madu dan ditaburi biji poppy sebagai pelengkap.

    Daya tarik Savillum terletak pada teksturnya yang lembut di bagian dalam dengan bagian luar yang dapat berubah menjadi keemasan saat dipanggang. Hidangan ini juga menunjukkan bagaimana madu digunakan sebagai pemanis dalam kuliner Romawi pada masa itu.

  3. 3. Mustacei

    ilustrasi mustacei
    ilustrasi mustacei (flickr.com/Carole Raddato)

    Mustacei merupakan kue atau roti khas Romawi kuno yang dibuat dari tepung gandum dan must, yaitu sari anggur segar. Adonan ini juga menggunakan lemak, keju, adas manis, jintan, dan daun salam. Penggunaan sari anggur memberikan cita rasa dan aroma khas pada Mustacei.

    Yang membuat Mustacei berbeda adalah penggunaan rempah dalam adonannya. Adas manis dan jintan memberikan aroma yang cukup kuat, sedangkan daun salam yang digunakan saat proses pemanggangan menambah sentuhan aroma herbal.

  4. 4. Patina de piris

    ilustrasi patina de piris
    ilustrasi patina de piris (flickr.com/Carole Raddato)

    Patina de piris merupakan hidangan Romawi kuno berbahan dasar buah pir yang dipadukan dengan telur, madu, dan berbagai rempah. Hidangan ini tercatat dalam De Re Coquinaria, kumpulan resep masakan Romawi yang dikaitkan dengan Apicius. Rasanya tidak hanya manis karena menggunakan madu, tetapi juga memiliki sentuhan gurih dari bahan seperti liquamen dan rempah.

    Keunikan Patina de piris terletak pada perpaduan buah dan bahan gurih dalam satu hidangan. Rasa manis berasal dari pir dan madu, sementara lada, jintan, serta liquamen memberikan rasa dan aroma yang lebih kompleks.

  5. 5. Dulcia Domestica

    ilustrasi dulcia domestica
    ilustrasi dulcia domestica (flickr.com/Carole Raddato)

    Dulcia domestica merupakan hidangan manis Romawi kuno yang dibuat dari kurma yang diisi dengan kacang. Resepnya terdiri dari kurma tanpa biji, kacang, sedikit garam, madu, dan lada jika diinginkan. Bahan-bahan tersebut menghasilkan sajian dengan perpaduan rasa yang sederhana tetapi cukup beragam.

    Daya tarik Dulcia domestica terletak pada perpaduan rasa manis dari kurma dan madu dengan rasa gurih dari kacang serta sedikit garam. Lada yang digunakan secara opsional juga dapat memberikan sentuhan rasa yang berbeda. Hidangan ini menjadi salah satu contoh sajian manis yang tercatat dalam kuliner Romawi kuno.

    Itulah beberapa dessert dari Romawi kuno. Dari keju, buah, hingga kurma dan madu, setiap hidangan punya cara tersendiri dalam memadukan bahan dan rasa. Meski sederhana, sajian-sajian tersebut ikut menjadi bagian dari cerita panjang perkembangan kuliner dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More