Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Fakta Istana Dolmabahçe, Simbol Modernisasi Kekaisaran Ottoman

7 Fakta Istana Dolmabahçe, Simbol Modernisasi Kekaisaran Ottoman
Gerbang masuk Istana Dolmabahçe di Istanbul, Turki. (commons.wikimedia.org/Diego Delso)
Intinya Sih
  • Istana Dolmabahçe dibangun oleh Sultan Abdülmecid I pada 1843 sebagai simbol modernisasi Kekaisaran Ottoman, menggantikan Istana Topkapı yang dianggap kurang mewah dan tidak lagi mencerminkan kemajuan zaman.
  • Bangunan megah ini memadukan arsitektur Eropa bergaya Barok, Rokoko, dan Neoklasik dengan sentuhan tradisional Ottoman, dihiasi emas, perak, kristal Baccarat, serta koleksi seni dan karpet istimewa.
  • Istana Dolmabahçe menjadi saksi sejarah penting karena menjadi tempat wafatnya Mustafa Kemal Atatürk pada 10 November 1938 dan kini berfungsi sebagai museum nasional Turki.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kekaisaran Ottoman atau Kesultanan Utsmaniyah adalah salah satu kekuatan besar dunia yang bertahan selama lebih dari 600 tahun. Berpusat di Turki, wilayah kekuasaannya dulu sangat luas, membentang dari sebagian Asia, Afrika Utara, hingga wilayah Eropa Tenggara. Selama masa kejayaannya, kekaisaran ini meninggalkan banyak warisan sejarah yang menakjubkan, mulai dari sistem pemerintahan, tradisi seni, hingga bangunan-bangunan megah yang menjadi simbol kekuasaan para Sultan. Salah satu bukti nyata kemegahan tersebut yang masih berdiri kokoh hingga saat ini adalah Istana Dolmabahçe di Istanbul.

Istana ini bukan sekadar bangunan tua, melainkan simbol perubahan zaman bagi bangsa Turki. Di balik dindingnya yang berlapis emas dan kristal, tersimpan banyak cerita tentang transisi budaya serta momen-momen penting yang mengubah sejarah dunia. Lantas, apa sebenarnya yang membuat Istana Dolmabahçe ini begitu istimewa? Berikut faktanya!

1. Dari teluk menjadi istana megah

Istana Dolmabahçe yang terletak di tepi Eropa Selat Bosporus di Istanbul, Turki.
Istana Dolmabahçe yang terletak di tepi Eropa Selat Bosporus di Istanbul, Turki. (unsplash.com/Berkin Üregen)

Istana Dolmabahçe memiliki sejarah unik yang bermula dari sebuah teluk di Selat Bosporus yang kemudian diurug menjadi taman kekaisaran, sehingga namanya berarti "taman yang diurug". Terletak di lahan seluas 110.000 meter persegi, kompleks ini awalnya merupakan kumpulan paviliun kayu sebelum akhirnya Sultan Abdülmecid I memutuskan untuk membangun istana monoblok yang lebih modern dan mewah pada tahun 1843. Pembangunannya melibatkan arsitek ternama dari keluarga Balyan dan menghabiskan biaya fantastis setara 35 ton emas, yang diambil dari pajak serta pinjaman luar negeri hingga sempat membebani keuangan kekaisaran.

Sejak selesai dibangun pada 1856, istana ini menjadi kediaman bagi enam Sultan terakhir hingga berakhirnya masa kekhalifahan pada tahun 1924. Setelah Republik Turki terbentuk, gedung megah ini beralih fungsi menjadi istana kepresidenan. Saat ini, Istana Dolmabahçe dikelola oleh Direktorat Istana Nasional sebagai museum bersejarah.

2. Simbol modernisasi Kekaisaran Ottoman

Hünkâr Hamamı (Pemandian Sultan) di dalam Istana Dolmabahçe, dengan dinding marmer yang diukir rumit.
Hünkâr Hamamı (Pemandian Sultan) di dalam Istana Dolmabahçe, dengan dinding marmer yang diukir rumit. (pexels.com/Ikbal Alahmad)

Selama berabad-abad, Istana Topkapı menjadi pusat pemerintahan dan kediaman para Sultan, tetapi seiring berjalannya waktu, bangunan abad pertengahan tersebut dianggap kurang mewah dan nyaman jika dibandingkan dengan istana raja-raja di Eropa. Hal inilah yang mendorong Sultan Abdülmecid I untuk membangun Istana Dolmabahçe sebagai simbol modernisasi. Sultan ingin menghapus kesan kuno dan menunjukkan kepada dunia bahwa Kekaisaran Ottoman telah bertransformasi menjadi negara yang maju, terbuka, dan setara secara budaya dengan kekuatan besar seperti Prancis atau Inggris.

Menariknya, Istana Dolmabahçe justru menjadi pelopor teknologi yang bahkan melampaui standar banyak istana di benua Eropa saat itu. Sejak awal pembangunannya, istana ini sudah dilengkapi dengan sistem lampu gas dan toilet modern yang diimpor dari Inggris, disusul dengan pemasangan listrik, pemanas sentral, hingga lift. Dengan tata ruang yang lebih fungsional untuk keperluan birokrasi, Dolmabahçe berhasil menyatukan nilai tradisional Timur dengan kemajuan teknologi Barat hingga menciptakan standar baru bagi kenyamanan dan kemegahan sebuah kekaisaran modern.

3. Megahnya perpaduan arsitektur Eropa dan tradisional Ottoman

Aula Upacara di dalam Istana Dolmabahçe di Istanbul, Turki.
Aula Upacara di dalam Istana Dolmabahçe di Istanbul, Turki. (commons.wikimedia.org/Sergey A. Demidov)

Istana Dolmabahçe mengusung konsep arsitektur yang sangat unik dengan menggabungkan gaya mewah Eropa seperti Barok, Rokoko, dan Neoklasik dengan sentuhan tradisional Ottoman. Bangunan megah ini terbagi menjadi tiga area utama, yaitu tempat tinggal pria untuk urusan negara, aula besar untuk upacara resmi, serta area harem sebagai ruang pribadi keluarga sultan. Di dalamnya terdapat fasilitas yang sangat lengkap, mulai dari 285 kamar, 44 aula, hingga 68 toilet dan 6 pemandian Turki.

Kemewahan interiornya terlihat jelas dari penggunaan material berharga yang sangat melimpah untuk menghiasi setiap sudut ruangan. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 14 ton emas digunakan untuk memperindah bagian langit-langit, sementara 6 ton perak tersebar di berbagai elemen dekorasi istana. Perpaduan desain yang modern pada masanya dengan detail dekorasi yang sangat mahal ini menjadikan Dolmabahçe sebagai simbol kemegahan baru yang berbeda dari istana-istana lama di Turki.

4. Tangga kristal Baccarat adalah ikon kemewahan Dolmabahçe

Tangga Kristal yang mewah di Istana Dolmabahçe, Istanbul, Turki.
Tangga Kristal yang mewah di Istana Dolmabahçe, Istanbul, Turki. (commons.wikimedia.org/Peace01234)

Penggunaan emas dan kristal di Istana Dolmabahçe salah satunya terlihat pada Tangga Kristal yang ikonik. Tangga ini memiliki bentuk unik seperti tapal kuda ganda dan dibangun menggunakan material mewah mulai dari kristal Baccarat, kuningan, hingga kayu mahoni. Terletak di sebuah aula besar seukuran ruang dansa, fitur ini menjadi salah satu daya tarik arsitektur yang paling menakjubkan di dalam istana.

Selain itu, terdapat tangga utama di aula upacara yang dibuat dari marmer kokoh dengan pegangan besi tempa yang didesain sangat rumit. Tangga megah ini menghubungkan lantai dasar dengan area balkon, sehingga pengunjung dapat melihat pemandangan seluruh aula dari ketinggian.

5. Ada karpet sutra yang luar biasa

Karpet Hereke di Aula Duta Besar di Istana Dolmabahçe berukuran sekitar 120m².
Karpet Hereke di Aula Duta Besar di Istana Dolmabahçe berukuran sekitar 120m². (commons.wikimedia.org/Gryffindor)

Istana Dolmabahçe menyimpan koleksi karpet Hereke yang sangat istimewa, hasil tenunan tangan dari bengkel kekaisaran Turki. Karpet yang terbuat dari bahan wol atau sutra berkualitas tinggi ini awalnya dibuat khusus untuk interior istana atau sebagai hadiah resmi dari Sultan. Motifnya sangat kaya, mulai dari sulur tanaman yang rumit, pola bunga seperti tulip dan mawar, hingga desain geometris dan pengaruh seni Barat yang modern pada masanya.

Selain motif tradisional, koleksi ini juga mencakup desain unik seperti pola hewan naga atau singa yang jarang ditemui. Salah satu koleksi yang paling menarik perhatian adalah karpet kulit beruang berusia 150 tahun yang merupakan hadiah dari Tsar Nicholas I dari Rusia.

6. Menyimpan ratusan koleksi lukisan bersejarah

Potret diri yang dibuat pada tahun 1874 oleh Ivan Aivazovsky, seorang pelukis Rusia yang dikenal karena karya seni maritimnya. Sebagian besar lukisan Aivazovsky yang ada di Dolmabahçe menggambarkan pemandangan Selat Bosporus, kapal-kapal Ottoman, dan cahaya matahari di Istanbul yang sangat ikonik.
Potret diri yang dibuat pada tahun 1874 oleh Ivan Aivazovsky, seorang pelukis Rusia yang dikenal karena karya seni maritimnya. Sebagian besar lukisan Aivazovsky yang ada di Dolmabahçe menggambarkan pemandangan Selat Bosporus, kapal-kapal Ottoman, dan cahaya matahari di Istanbul yang sangat ikonik. (commons.wikimedia.org/ Ivan Aivazovsky/Uffizi Gallery/http://www.artcyclopedia.ru/avtoportret_1874-ajvazovskij_ivan_konstantinovich.htm)

Istana Dolmabahçe juga berfungsi sebagai galeri seni yang memukau dengan koleksi 202 lukisan minyak hasil karya seniman ternama. Salah satu daya tarik utamanya adalah 23 lukisan indah karya Ivan Aivazovsky, seorang pelukis laut legendaris yang pernah tinggal di Istanbul sebagai pelukis istana. Selain itu, dinding istana dihiasi oleh karya maestro internasional lainnya seperti Gustave Boulanger dan Jean-Léon Gérôme yang menambah nuansa artistik khas Eropa.

Tidak hanya seniman luar negeri, istana ini juga memamerkan kebanggaan seni lokal melalui lukisan karya tokoh-tokoh besar Turki, seperti Osman Hamdi Bey dan Halil Pasha. Kehadiran berbagai karya dari pelukis dunia maupun lokal ini menjadikan koleksi seni di Dolmabahçe sangat beragam, mencerminkan selera budaya yang tinggi dari para Sultan pada masa itu.

7. Tempat wafatnya Mustafa Kemal Atatürk

Kamar tidur bersejarah di dalam Istana Dolmabahçe di Istanbul, Turki, tempat Mustafa Kemal Atatürk wafat.
Kamar tidur bersejarah di dalam Istana Dolmabahçe di Istanbul, Turki, tempat Mustafa Kemal Atatürk wafat. (commons.wikimedia.org/KLMircea)

Istana Dolmabahçe memiliki kedekatan sejarah yang mendalam dengan Mustafa Kemal Atatürk, pendiri sekaligus presiden pertama Republik Turki. Di tahun-tahun terakhir masa hidupnya, beliau menggunakan istana yang dulunya merupakan kediaman para Sultan ini sebagai tempat tinggal dan pusat kegiatan negara. Namun, karena kondisi kesehatannya yang semakin menurun, Atatürk akhirnya mengembuskan napas terakhirnya di sebuah kamar sederhana di area bekas harem istana pada tanggal 10 November 1938.

Momen wafatnya Atatürk pada pukul 09.05 pagi menjadi peristiwa yang sangat dihormati hingga saat ini. Sebagai bentuk penghargaan, seluruh jam di dalam istana sempat dihentikan tepat pada waktu tersebut, bahkan hingga kini, jam di kamar tempat beliau wafat masih dibiarkan menunjuk ke angka 09.05 sebagai simbol pengingat. Kini, Istana Dolmabahçe tidak hanya dikagumi karena kemegahan arsitekturnya, tetapi juga dijaga sebagai monumen bersejarah untuk mengenang jasa-jasa Atatürk bagi bangsa Turki.

Istana Dolmabahçe kini berdiri bukan hanya sebagai museum yang memamerkan kemewahan masa lalu, tetapi juga sebagai saksi bisu perjalanan sejarah transisi dari era Kekaisaran Ottoman hingga menjadi Republik Turki.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More