5 Fakta Stadio Olimpico, Markas Utama Dua Klub Sepak Bola Serie A

- Stadio Olimpico awalnya bernama Stadio dei Cipressi dan berganti nama beberapa kali hingga resmi digunakan untuk Olimpiade 1960 di Roma.
- Terletak di kompleks Foro Italico, stadion ini menjadi pusat olahraga besar dengan arsitektur klasik dan fasilitas kelas dunia di bawah bukit Monte Mario.
- Menjadi markas AS Roma dan SS Lazio, Stadio Olimpico juga pernah jadi tuan rumah Olimpiade, final Piala Dunia 1990, serta konser musisi internasional ternama.
Roma merupakan ibu kota Italia sekaligus pusat dari wilayah Lazio yang terletak di bagian tengah-barat semenanjung Italia, tepatnya di tepian Sungai Tiber. Kota ini sangat populer dengan julukan "The Eternal City" karena mampu memadukan warisan sejarah kuno, karya seni tinggi, hingga kelezatan kuliner dalam satu tempat. Selama ini, orang mungkin lebih mengenal Roma lewat ikon megah seperti Colosseum, Forum Romawi, Pantheon, atau indahnya Air Mancur Trevi. Namun, di antara bangunan-bangunan tersebut, berdiri Stadio Olimpico, sebuah stadion sepak bola yang juga merangkum perjalanan panjang Italia, mulai dari era arsitektur monumental hingga menjadi panggung kejayaan olahraga modern saat ini.
Bagaimana ya, rasanya berada di tengah bangunan yang menjadi saksi bisu transisi sejarah Italia dari masa ke masa? Yuk, telusuri lebih dalam fakta dan pesona Stadio Olimpico dalam artikel berikut ini!
1. Punya beberapa nama yang mencerminkan fase pembangunannya

Sebelum dikenal dengan nama Stadio Olimpico, stadion ini sempat berganti nama menyesuaikan tahap pembangunannya. Pada awal pembangunannya di tahun 1927, tempat ini disebut Stadio dei Cipressi atau Stadion Pohon Cemara karena banyaknya pohon cemara yang ditanam di sekelilingnya. Nama ini kemudian berubah menjadi Stadio dei Centomila setelah renovasi tahun 1953 karena daya tampungnya yang sangat besar, yakni mampu menampung hingga 100.000 penonton.
Nama Stadio Olimpico baru resmi digunakan pada tahun 1960. Perubahan ini dilakukan bertepatan dengan momen bersejarah saat kota Roma terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas. Perubahan nama terakhir inilah yang bertahan dan dikenal luas oleh masyarakat dunia hingga saat ini.
2. Bagian dari kompleks foro italico

Stadio Olimpico terletak di bagian barat laut kota Roma, tepatnya di dalam kawasan olahraga besar bernama Foro Italico yang dibangun antara tahun 1928–1938. Lokasinya sangat strategis karena berada di bawah kaki bukit Monte Mario dan membentang di sepanjang pinggiran Sungai Tiber. Sejak awal, kawasan ini memang dirancang sebagai pusat kegiatan olahraga dan pendidikan fisik bagi masyarakat Italia.
Di dalam kompleks Foro Italico ini, Stadio Olimpico bertetangga dengan fasilitas olahraga kelas dunia lainnya, seperti stadion renang dan stadion tenis yang rutin digunakan untuk turnamen internasional. Salah satu daya tarik unik di sekitar area ini adalah Stadio dei Marmi, sebuah stadion yang dikelilingi oleh 60 patung marmer Carrara yang menjulang tinggi. Keberadaan patung-patung atlet tersebut memberikan suasana klasik khas Romawi kuno yang sangat indah di sekitar kawasan stadion.
3. Markas utama dua klub sepak bola serie a

Stadio Olimpico merupakan markas bersama bagi dua klub sepak bola terbesar di kota Roma, yaitu AS Roma dan SS Lazio. Meski merupakan rival bebuyutan, kedua tim ini bergantian menggunakan stadion yang sama untuk menggelar pertandingan kandang mereka. Keunikan ini membuat suasana stadion bisa berubah total dalam sekejap, mulai dari warna bendera, spanduk, hingga nyanyian suporter, tergantung tim mana yang sedang bertanding.
Persaingan keduanya semakin terasa dengan adanya pembagian wilayah tribun yang sangat tegas, di mana pendukung AS Roma selalu memadati tribun selatan atau Curva Sud, sementara pendukung SS Lazio menguasai tribun utara yang disebut Curva Nord. Puncak dari rivalitas ini terjadi saat kedua tim bertemu dalam pertandingan yang dijuluki Derby della Capitale. Laga derbi ibu kota ini dikenal sebagai salah satu pertandingan paling emosional dan paling dinantikan karena tensinya yang sangat tinggi di dalam lapangan maupun di tribun penonton.
4. Stadion terbesar kedua di italia setelah san siro
Stadio Olimpico merupakan stadion kebanggaan ibu kota Italia yang sebenarnya sudah selesai dibangun sejak tahun 1953. Namun, untuk menyambut Piala Dunia 1990, stadion ini hampir seluruhnya diruntuhkan dan dibangun kembali agar lebih modern. Proses renovasi besar-besaran ini melibatkan ribuan pekerja dan berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga tahun, di mana hanya bagian tribun Tribuna Tevere saja yang tetap dipertahankan dari struktur lamanya.
Hasil dari pembangunan ulang tersebut menjadikan stadion ini sangat mengesankan dengan struktur beton bertulang yang kokoh dan posisi tribun yang dibuat lebih dekat ke lapangan. Salah satu ciri khasnya yang paling menonjol adalah pemasangan atap putih ikonik yang menutupi seluruh area penonton. Selain mempercantik desain, atap ini berfungsi sangat penting untuk melindungi pengunjung dari terik matahari maupun air hujan saat pertandingan berlangsung.
Dari segi kapasitas, stadion ini sempat menampung hingga 82.000 orang, tetapi kini kapasitas resminya diatur menjadi sekitar 70.634 penonton. Meskipun jumlahnya disesuaikan, Stadio Olimpico tetap menjadi stadion terbesar kedua di Italia setelah San Siro di Milan.
5. Telah menyelenggarakan berbagai ajang olahraga paling bergengsi di dunia

Stadio Olimpico merupakan saksi bisu berbagai acara olahraga paling bergengsi di dunia, mulai dari menjadi pusat perhatian pada Olimpiade 1960 hingga menjadi lokasi laga final Piala Dunia 1990. Stadion ini juga sangat dipercaya untuk menggelar pertandingan besar tingkat Eropa, terbukti dengan keberhasilannya menjadi tuan rumah final Liga Champions UEFA sebanyak empat kali. Selain sepak bola, fasilitas ini juga digunakan untuk kejuaraan atletik dunia dan menjadi markas tim nasional rugby Italia.
Tidak hanya menjadi rumah bagi olahraga, stadion ini juga merupakan panggung megah bagi industri hiburan dan musik dunia di Roma. Banyak musisi legendaris, seperti Frank Sinatra, David Bowie, Ed Sheeran, hingga band U2 dan Madonna pernah menggelar konser besar di sini.
Stadio Olimpico telah membuktikan perannya lebih dari sekadar arena pertandingan, melainkan saksi bisu perjalanan sejarah dan budaya modern di pusat kota Roma. Mulai dari kemegahan arsitektur hingga momen-momen olahraga yang tak terlupakan, stadion ini akan terus menjadi ikon yang membanggakan bagi warga Italia dan dunia.


















