Referensi
"What Are Rainbow Clouds?". National Environmental Satellite, Data, and Information Service. Diakses Mei 2026.
"Iridescence". Cloud Appreciation. Diakses Mei 2026.
"Awan Pelangi Ramai Diperbincangkan di Media Sosial, Ini Penjelasan Dosen IPB University". IPB University. Diakses Mei 2026.
Muncul di Indramayu, Awan Pelangi Terjadi karena Apa?

Fenomena awan pelangi di Indramayu terjadi akibat difraksi cahaya matahari oleh partikel air atau kristal es kecil di awan tipis, menciptakan warna-warni di langit.
Awan pelangi berbeda dari pelangi biasa karena terbentuk melalui proses difraksi, bukan pembiasan; warnanya muncul acak di tepi awan tanpa bentuk busur yang teratur.
Warna awan pelangi tampak tidak beraturan karena ukuran partikel dalam awan bervariasi, menyebabkan pola difraksi saling tumpang tindih dan menghasilkan gradasi.
Fenomena langka yang menghiasi langit Indramayu pada Selasa (05/05/2026) pagi sukses menarik perhatian sekaligus rasa penasaran banyak orang. Cahaya warna-warni yang berpendar di balik gumpalan awan menciptakan pemandangan indah, sekilas tampak seperti pelangi di tengah cuaca cerah.
Menurut BMKG, fenomena ini dikenal sebagai iridescent clouds atau awan pelangi, salah satu peristiwa optik di atmosfer. Lantas, awan pelangi terjadi karena apa? Fenomena ini muncul akibat difraksi cahaya matahari saat melewati partikel air atau kristal es yang sangat kecil dan seragam di dalam awan tipis sehingga menghasilkan warna-warni yang tampak berkilau. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
Table of Content
1. Awan pelangi terjadi karena apa?
Awan pelangi terjadi karena interaksi antara cahaya matahari dan partikel kecil di dalam awan. Prakirawan BMKG Kertajati, Dyan Anggrainy, menjelaskan bahwa fenomena ini sebenarnya umum terjadi, terutama setelah hujan atau saat ada hujan di sekitar wilayah tersebut. Sisa butir-butir air di udara akan membiaskan cahaya matahari sehingga membentuk warna-warni seperti pelangi. Namun, bentuk pelanginya kadang terlihat tidak utuh karena tertutup awan yang tinggi, seperti awan towering cumulus, yang menghalangi sebagian cahaya tersebut.
Sementara itu, dosen IPB, Sonni Setiawan, menambahkan bahwa fenomena ini dikenal sebagai iridescent clouds atau awan pelangi dalam kajian optika atmosfer. Warna-warni tersebut muncul akibat proses difraksi, yaitu saat cahaya matahari yang memiliki berbagai panjang gelombang berinteraksi dengan droplet air atau kristal es berukuran sangat kecil di dalam awan. Ketika kondisi awan tipis dan berada di ketinggian tertentu, cahaya bisa menembus dan menghasilkan spektrum warna yang berkilau di tepi awan sehingga terlihat seperti pelangi yang menempel di langit.
2. Perbedaan awan pelangi dengan pelangi

Meski terlihat mirip, proses terbentuknya awan pelangi dan pelangi biasa sebenarnya berbeda. Pelangi terbentuk melalui pembiasan cahaya matahari oleh tetesan air hujan sehingga cahaya dipecah menjadi berbagai warna. Sementara itu, awan pelangi atau iridescent clouds terjadi karena proses difraksi, yaitu ketika cahaya melewati partikel kecil seperti tetesan air atau kristal es di dalam awan. Ukuran partikel ini sangat kecil, bahkan sebanding dengan panjang gelombang cahaya sehingga mampu menghasilkan efek warna-warni yang tampak berkilau di sekitar awan.
Dalam proses difraksi ini, setiap partikel air atau kristal es bertindak seperti celah kecil yang menyebarkan cahaya ke berbagai arah. Karena setiap warna memiliki panjang gelombang berbeda, sudut penyebarannya pun tidak sama. Akibatnya, warna biru biasanya terlihat lebih dekat dengan sumber cahaya, sedangkan warna merah tampak lebih jauh. Berbeda dengan pelangi yang memiliki bentuk busur jelas dan teratur, awan pelangi cenderung muncul di tepi awan dengan pola warna yang lebih acak dan lembut, tergantung pada ukuran partikel serta kondisi awan di atmosfer.
3. Kenapa warna awan pelangi tidak beraturan?
Warna pada awan pelangi terlihat tidak beraturan karena terbentuk dari proses difraksi cahaya oleh jutaan partikel air atau kristal es yang sangat kecil di dalam awan. Berbeda dengan pelangi biasa yang berasal dari tetesan hujan besar dan seragam sehingga membentuk busur rapi, pada awan iridescent setiap partikel bertindak seperti “celah kecil” yang menyebarkan cahaya ke berbagai arah. Mengingat jumlahnya sangat banyak, cahaya yang tersebar ini saling tumpang tindih dan menghasilkan warna-warna yang tampak acak di pinggiran awan, bukan lengkungan yang jelas.
Selain itu, susunan warna juga sangat dipengaruhi oleh ukuran partikel di dalam awan. Kalau ukuran tetesannya tidak seragam, pola difraksi yang terbentuk bisa saling melemahkan bahkan menghapus satu sama lain, sehingga warnanya terlihat pudar atau cenderung putih.
Itulah kenapa awan pelangi biasanya muncul pada awan tipis dengan partikel yang relatif seragam, seperti altokumulus yang baru terbentuk. Saat kondisi atmosfer mendukung, cahaya matahari bisa menembus awan dan menciptakan efek warna yang berkilau meski tetap terlihat tidak beraturan karena proses difraksinya yang kompleks.
Itulah penjelasan mengenai awan pelangi terjadi karena apa yang faktanya berasal dari proses difraksi cahaya matahari di dalam awan tipis. Fenomena ini bukan pertanda badai, melainkan proses alami di atmosfer yang menghasilkan warna indah di langit.
FAQ seputar awan pelangi terjadi karena apa
| Awan pelangi terjadi karena apa? | Awan pelangi terjadi karena difraksi cahaya matahari oleh partikel air atau kristal es kecil di dalam awan. |
| Apakah awan pelangi sama dengan pelangi biasa? | Tidak. Pelangi biasa terbentuk dari pembiasan cahaya, sedangkan awan pelangi dari difraksi cahaya. |
| Apakah awan pelangi tanda akan terjadi badai? | Tidak. Fenomena ini bukan tanda badai, tapi menunjukkan adanya proses pembentukan awan dan potensi hujan lokal. |


















