Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Fakta Unik Burung Siraja, Bola Bulu Mungil yang Tangguh Bukan Main!

7 Fakta Unik Burung Siraja, Bola Bulu Mungil yang Tangguh Bukan Main!
Siraja-api biasa sedang berkicau. (commons.wikimedia.org/Alexis Lours)
Intinya Sih
  • Burung siraja adalah burung pengicau sangat kecil dengan “mahkota” warna-warni khas.

  • Meski mungil, mereka sangat aktif, tahan dingin, dan harus sering makan untuk bertahan hidup.

  • Siraja berkembang biak dengan banyak telur dan punya perilaku bersarang yang unik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bulat, mungil, bermahkota, demikian deskripsi yang cocok untuk burung satu ini. Di luar negeri, burung ini disebut kinglet atau raja kecil. Sementara, di Indonesia, burung ini lebih dikenal dengan nama siraja.

Siraja atau kinglet merupakan jenis burung pengicau sangat kecil yang hidup di hutan belahan Bumi utara. Meski ukuran mereka lebih kecil dari bola golf, burung ini luar biasa tangguh. Mereka tahan dingin, bisa berkicau lantang, dan menghasilkan belasan telur. Apa rahasia siraja bisa begitu tangguh? Yuk, simak tujuh fakta unik burung siraja atau kinglet berikut ini!

1. Siraja itu burung apa?

Siraja jambul-emas atau goldcrest sedang bertengger.
Siraja jambul-emas atau goldcrest sedang bertengger. (commons.wikimedia.org/Alexis Lours)

Siraja atau kinglet merupakan sekelompok burung pengicau kecil yang hidup di hutan konifer di belahan Bumi utara. Burung ini dikenal berukuran sangat kecil, penuh energi, dan punya mahkota warna-warni. Menurut laman Birds of the World, total ada enam spesies siraja di dunia. Tiap spesies bisa dikenali dari mahkota mereka yang unik.

2. Arti sesungguhnya di balik nama siraja

Siraja jambul-emas sedang ditandai peneliti.
Siraja jambul-emas sedang ditandai peneliti. (commons.wikimedia.org/Sanja Šumanović)

Nama famili burung siraja, Regulidae, berasal dari kata regulus dalam bahasa Latin yang berarti 'penguasa' atau 'raja'. Nama bahasa Inggris mereka, kinglet, berarti 'raja kecil'. Nama ini pas banget dengan deskripsi burung siraja yang berukuran sangat kecil. Menurut laman Britannica, panjang siraja cuma 8 sentimeter dengan berat gak lebih dari 10 gram. Di samping itu, siraja jantan juga punya mahkota warna-warni layaknya mahkota seorang raja. Tiap spesies dinamakan dari mahkota mereka yang berwarna indah.

3. Bisa mati kalau beberapa jam tidak makan

Siraja jambul-emas sedang mengepakkan sayap.
Siraja jambul-emas sedang mengepakkan sayap. (commons.wikimedia.org/caroline legg)

Meski ukuran mereka sangat kecil, siraja bisa hidup di wilayah beriklim dingin di belahan Bumi utara. Padahal, makin kecil tubuh suatu hewan, makin banyak panas tubuh yang hilang. Alhasil, siraja yang bertubuh mungil harus makan terus-terusan untuk menjaga suhu tubuh mereka tetap tinggi. Kalau siraja tidak makan dalam hitungan jam pada musim dingin, burung ini bisa mati kedinginan.

Siraja juga harus bergerak aktif dengan terbang terus-menerus ke sana kemari. Saat bertengger sekalipun, mereka juga terus mengepakkan sayap membuka dan menutup. Oleh karena itu, siraja sulit dilihat dan diamati dengan jelas di lapangan karena gak pernah diam.

4. Predator pemakan serangga

Siraja kepala-rubi makan serangga.
Siraja kepala-rubi makan serangga. (commons.wikimedia.org/Mykola Swarnyk)

Siraja merupakan burung predator, lebih tepatnya insektivor. Serangga dipungut dengan lihai dari dedaunan atau ditangkap langsung di udara. Tubuh kecil dengan sayap pendek menguntungkan siraja dalam bermanuver di antara dedaunan jarum untuk mengincar serangga kecil yang jadi favorit mereka. Saat musim dingin, ketika serangga jarang ada yang keluar beterbangan, siraja mengandalkan telur-telur serangga yang ada di balik kulit kayu untuk mengisi perut.

5. Si kecil dengan kicauan mengagumkan

Siraja jambul-emas memperlihatkan "mahkota".
Siraja jambul-emas memperlihatkan "mahkota". (commons.wikimedia.org/gailhampshire)

Apa kamu percaya kalau kicauan bernada tinggi dan rumit berasal dari burung semungil siraja? Ya, siraja jantan nyanyikan lagu yang terdengar rumit dan campur aduk, tapi khas, lalu memuncak jadi suara yang sangat keras. Bahkan, suara mereka bisa terdengar dari jarak jauh menembus hutan konifer yang lebat.

Kemampuan vokal ini gak cuma dijadikan sarana komunikasi, tapi juga sangat penting untuk bertahan hidup. Siraja mengandalkan kemampuan vokal mereka untuk menarik merayu betina dan mempertahankan wilayah. Berkicau tentunya jauh lebih hemat energi daripada mengejar dan mengusir rival dari wilayah kekuasaan mereka.

6. Bertubuh mungil, tapi menghasilkan banyak telur

Siraja jambul-emas sedang bertengger.
Siraja jambul-emas sedang bertengger. (commons.wikimedia.org/Francis C. Franklin)

Bisakah kamu membayangkan kalau burung sekecil ini menghasilkan 7—12 butir telur dalam sekali waktu? Ya, itulah yang dilakukan siraja betina saat musim bersarang. Bahkan, bukan hal yang langka kalau betina bertelur lagi di sarang kedua begitu anak-anak di sarang pertama sudah lepas sarang.

Bukan tanpa sebab, jumlah telur yang besar memang untuk mengimbangi angka kematian yang tinggi pada siraja. Seperti yang diungkapkan laman The World Birds, tingkat kematian siraja pada tahun pertama mereka sangat tinggi, tepatnya 75 persen. Siraja juga punya umur yang relatif pendek, maksimal 6 tahun. Ini kemungkinan karena metabolisme tubuh yang cepat.

Namun, jumlah telur yang banyak ini cukup mengejutkan. Memang berat tiap telur cuma seperlima puluh ons, seperti yang diungkapkan laman All About Birds. Namun, bila ditotal, seluruh telur bisa punya berat yang sama dengan induk betina itu sendiri!

7. Sarang kecil untuk belasan telur

Siraja jambul-emas sedang mencari makan.
Siraja jambul-emas sedang mencari makan. (commons.wikimedia.org/caroline legg)

Setelah bicara tentang telur, kini kita bahas sarang siraja. Dengan begitu banyak telur, kamu mungkin berpikir kalau siraja bangun sarang yang besar. Namun, tidak begitu kenyataannya.

Sarang siraja terbilang kecil, yang terbuat dari lumut dan lumut kerak yang disatukan dengan jaring laba-laba. Bentuk sarang tersebut seperti cangkir tertutup dengan pintu masuk kecil di bagian atas. Sering kali, sarang digantungkan di atas pohon.

Karena sarang mereka kecil, telur-telur siraja harus ditumpuk supaya muat. Saat telur-telur itu menetas, anak-anak burung juga saling tumpuk. Kalau satu anak burung kenyang, ia akan menggali turun ke dasar sarang yang hangat supaya anak burung lain dapat giliran makan. Unik banget, bukan?

Setelah mengenal lebih jauh, bagaimana pendapatmu tentang burung siraja atau kinglet? Fakta burung siraja mana yang paling mengagumkan buatmu? Apa kamu setuju kalau siraja disebut burung yang sangat tangguh?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Related Articles

See More