4 Alasan Greenland Jadi Rebutan Negara Besar menurut Sains

- Greenland menjadi sorotan karena ukurannya sebagai pulau terbesar di dunia dengan kondisi alam ekstrem. Meski mayoritas tertutup es, wilayah ini menyimpan potensi besar bagi pemukiman dan eksplorasi pada masa mendatang.
- Secara geopolitik, Greenland punya posisi strategis antara Amerika Utara, Eropa, dan Rusia. Lokasi ini membuatnya krusial untuk pertahanan militer dan pengawasan kawasan Arktik.
- Di balik esnya, Greenland menyimpan sumber daya mineral penting, termasuk rare-earth elements (REE). Kekayaan ini menjadikannya incaran negara besar demi teknologi dan energi masa depan.
Pada 5 Januari 2026 kemarin, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan keinginannya untuk mendapatkan Greenland. Saat ini, Greenland sendiri merupakan bagian dari Kerajaan Denmark. Jika melihat ke belakang, rencana ini sebetulnya bukan hal yang baru bagi Amerika Serikat. Pasalnya, sejak Perang Dingin, Amerika Serikat sudah menyatakan ketertarikannya untuk memiliki Greenland.
Pada tahun 1946, Presiden Amerika Serikat, Harry S Truman, bahkan mengajukan tawaran resmi kepada Denmark untuk membeli Greenland. Tawaran itu ditolak dan terlupakan hingga Donald Trump mengungkitnya kembali pada periode pertamanya sebagai presiden. Kini, setelah menjabat sebagai presiden untuk kedua kalinya, Trump kembali menyatakan keinginannya untuk mendapatkan Greenland. Pertanyaannya, kenapa Greenland jadi rebutan? Simak sampai akhir agar kamu bisa memahami isu ini dengan lebih baik, ya.
1. Greenland merupakan pulau terbesar di dunia

Greenland bukanlah nama yang asing bagi kita. Pada masa lalu, pulau ini dikenal sebagai tanah Bangsa Viking. Saat ini, Greenland merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Denmark. Meski begitu, sebagian besar penduduknya adalah suku Inuit yang sudah mendiami pulau ini setelah kepergian bangsa Viking ratusan tahun yang lalu. Dilansir Britannica, Greenland sendiri memiliki luas wilayah lebih dari 2,166 juta kilometer persegi. Saking luasnya, Greenland bahkan mendapatkan predikat sebagai pulau terbesar di dunia.
Sayangnya, meski luasnya gak kira-kira, sekitar 80 persen wilayah Greenland dilapisi dengan es dengan ketebalan hingga 3.500 meter. Sementara, 20 persen wilayah lain yang gak tertutupi dengan es digunakan warga setempat untuk mendirikan pemukiman. Gak hanya soal lapisan es tebal yang menutupi hampir seluruh wilayahnya, lokasi Greenland yang berdekatan dengan Kutub Utara membuat suhu di sini jadi superdingin. Bayangkan aja, saat musim panas, suhu di sana hanya berkisar pada angka 4–7 derajat celsius. Sementara, saat musim dingin tiba, suhunya bisa drop hingga -34 derajat celsius.
2. Lokasi Greenland sangatlah strategis

Dengan kondisi Greenland yang seperti ini, kamu mungkin bertanya-tanya kenapa Amerika Serikat menginginkannya. Dilansir Britannica, sebagian besar wilayah Greenland memang tertutup es. Namun, pulau ini sendiri sebetulnya memiliki lokasi yang sangat strategis. Greenland berada di rute terpendek dari Amerika Utara ke Eropa, termasuk Rusia. Menyadari hal itu, pada era Perang Dingin, Amerika Serikat mendirikan Pituffik Space Base yang terintegrasi dengan sistem peringatan dini dan pertahanan rudal.
Namun, keberadaan pangkalan militer ini dianggap gak cukup masa sekarang. Terlebih, invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 lalu dan aktivitas angkatan udara serta laut Rusia yang semakin besar di wilayah Arktik membuat Greenland jadi lokasi yang sangat penting bagi Amerika Serikat. Dengan memiliki Greenland, Amerika Serikat berpendapat bahwa mereka dapat lebih leluasa mengawasi pergerakan militer Rusia sekaligus meningkatkan keamanan nasional.
3. Jalur perdagangan baru yang terbuka setelah perubahan iklim

Sekitar dua pertiga wilayah Greenland terletak di Lingkar Arktik. Saat ini, Arktik sendiri merupakan salah satu wilayah di Bumi yang mengalami dampak besar akibat perubahan iklim. Laut Arktik bahkan telah kehilangan hampir 13 persen es setiap dekadenya. Di satu sisi, hal ini tentu sangat mengkhawatirkan. Namun, di sisi lain, mencairnya es di Laut Arktik juga berpotensi membuka jalur pelayaran baru. Dilansir Nature, jalur pelayaran Arktik (Northern Sea Route) berpotensi mengurangi jarak pelayaran antara Eropa dan Asia Timur hingga 40 persen serta mempersingkat waktu transit hingga 30 persen.
Potensi jalur ini jelas menarik perhatian negara-negara sekitar Arktik, seperti China dan Rusia. Pada 2018, China bahkan mendeklarasikan diri sebagai “near-Arctic state” atau negara dekat Arktik untuk mendapatkan lebih banyak pengaruh di wilayah tersebut. Sementara, Rusia jelas akan memiliki pengaruh besar karena jalurnya membentang di sepanjang perbatasan negara mereka. Dengan memiliki Greenland, Amerika Serikat akan memiliki pengaruh yang kuat di jalur ini sekaligus juga dapat menahan dominasi China.
4. Greenland menyimpan banyak “harta karun” di balik lapisan esnya

Gak hanya memiliki lokasi strategis dalam bidang militer dan perdagangan, tapi Greenland juga sangat kaya akan sumber daya alam. Dilansir Center for Strategic and International Studies, di balik lapisan esnya yang tebal, tanah Greenland diperkirakan mengandung bijih besi, grafit, tungsten, paladium, seng, emas, uranium, bahkan minyak dan gas alam. Namun, yang membuat pulau ini begitu menggiurkan ialah kenyataan bahwa Greenland juga memiliki rare-earth elements (REE) yang sangat penting untuk teknologi ramah lingkungan.
REE merupakan kelompok yang terdiri dari 17 unsur logam yang dikenal karena sifat magnetik, optik, dan katalisnya yang unik. Itu sebabnya, logam-logam tersebut jadi sangat penting untuk pembuatan produk berteknologi tinggi, seperti ponsel pintar, kendaraan listrik, hingga laser. Greenland sendiri menempati peringkat kedelapan di dunia untuk cadangan logam REE dengan total mencapai 1,5 juta ton. Sayangnya, iklim yang keras membuat penambangan jadi sulit dilakukan, setidaknya saat ini. Namun, dengan mencairnya lapisan es akibat pemanasan global yang terjadi saat ini, hal tersebut dipercaya dapat membuka akses pertambangan Greenland pada masa mendatang.
Bagi orang awam, Greenland mungkin gak lebih dari sepotong tanah berlapis es. Namun, di balik lapisan es tebal dan suhu menusuk, Greenland merupakan kepingan surga yang menyembunyikan banyak harta. Gak heran kalau akhirnya Amerika Serikat tertarik untuk mendapatkan pulau terbesar di dunia ini.


















